Lets Search!

Loading...

All Time Stories

Ariel Harsya (31.08.1983 - 31.08.2007)



Tanggal 31 Augustus 2007 ini, Ariel genap beusia 24 tahun dan di salah satu founder NIDJI. Dengan nam alengkap Ariel Harsya yang lahiir tahun 1983 menjadi pemegang gitar utama NIDJI selain Rama. Ariel termasuk cepet akrab dengan NIDJiholic disamping Arielholic-nya.

Selain hobi baca dan mengoleksi komik, Ariel juga menyukai hal-hal yang berbau Jepang, dari japan rock, laruku, japan anime. Jalan-jalan dan main PS2 menjadi salah satu kegemarannya disamping hobi bermusiknya yang mengantarkan kesuksesan NIDJI.

Happy BuzzDay ARIEL....

Events NIDJI di September 2007

Di Bulan September ini, event NIDJI masih banyak berkutat di studio nyelesein album keduanya. Bertepatan dengan Ramadhan, mereka juga tampil di acara Parade Bedug di berbagai kota. Ada juga lawatan ke Vietnam dan di akhir bulan ke Paris buat nonton Live Concert The Police sebagai hadiah saat tampil di Soundrenaline kemarin.

Schedule lengkapnya (dengan catatan masih bisa berubah sewaktu-waktu):
01.Sep: Gudang Garam - Café To Café Medan
03-06.Sep: Take Music & Vocal, Jakarta
07.Sep: Launching Suzuki RCTI-Jakarta
08.Sep: Telkomsel BIG BANG SMU 71 Jakarta
09.Sep: HUT Pertamina Ancol-Jakarta

11-12.Sep: Take Vocal, Jakarta
16.Sep: Photo Cover Jakarta
18-19.Sep: Hyatt Vietnam Vietnam
22.Sep: Parade Bedug Lampung
24.Sep: Parade Bedug Karawang
25.Sep: Buka Puasa Bersama Musica Jakarta
26-30.Sep: Paris (The Police Concert)

written by: TAM

Nidji & Lagu Nasionalisme

Bila grup band Nidji selama ini kerap membawakan lagu-lagu bertema cinta. Namun berbeda saat memperingati hari Kemerdekaan kita kali ini, mereka bahkan membawakan lagu nasionalisme.

Grup band Nidji, tampil berbeda di ajang pergelaran seni, dalam “Konser Kemerdekaan” yang berlangsung di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/08).

Mereka yang terdiri dari Giring (Vokal),Rama dan ariel (gitar), Adrie (Drum), Andro (bass), dan Adrie (drum) membawakan lagu terbaru mereka yang berjudul ‘Hanya Untukmu Indonesiaku’.

Menurut Giring, lagu ini memang diciptakan khusus untuk memperingati ulang ulang tahun ke 62, Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lagu ini dikhususkan untuk para pemuda Indonesia, karena fans Nidji kan kebanyakan anak muda,” ujar Giring kepada krosceknews.com.

Meski demikian, menurut Giring lagu ini bukanlah dibawakan untuk yang pertama kalinya dihadapan mesyarakat. Sebelumnya lagu tersebut mereka bawakan di hadapan para ‘Nidjiholic’ di Semarang.

Sebelumnya kami nyanyikan lagu tersebut untuk ‘test drive’, jadi bukan cuma mobil aja yang perlu ‘test drive’,” papar Giring sambil tertawa.

Uniknya, meski lagu mereka ini termasuk kategootri lagu yang baru mereka ciptakan. Walau begitu ditambahkan Giring, lagu tersebut tidak akan terdapat dalam album kedua Nidji yang akan dirilis pada akhir tahun ini.

Kebetulan album berikutnya sudah mencapai 50 % dan stok untuk lagu sudah penuh,” tegas motor band ‘Nidji’ ini

source: kroscek

Mobil Basis Nidji Dibobol Maling

Nasib sial tengah menimpa Andru, basis grup band ‘Nidji’. Seusai tampil di Cilandak Town Square Kamis (23/08) sore kemarin, ia mendapati mobilnya dibobol maling yang diparkir di area parkir tersebut. Sebuah laptop berisi dokumentasi pribadinya termasuk foto-foto diambil maling dengan memecahkan kaca mobil.

Aku juga nggak tahu. Tiba-tiba ditelepon sama oom Magol, mobilnya sudah kayak begini. Aku langsung lari ke sini,” papar pria bertubuh subur itu. Akibat kejadian tersebut, Andro mengalami kerugian sekitar 30 juta. Meskipun demikian, ia masih tetap bersyukur karena di dalam laptop pribadinya tersebut tidak ada dokumentasi yang dapat membahayakan dirinya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, malam harinya, Andro dengan ditemani sang manajer, vele melaporkan pencurian tersebut ke Polsek Cilandak, Jakarta Selatan.

Soal kejadian yang menimpanya itu, yang disesalkan oleh Andro adalah kelalaian petugas parkir dalam melindungi keamanan pengunjung. “Yah, saya menyayangkan kelengahan itu. Padahal kan, kita sudah bayar. Tapi kok tidak terlindungi,” keluhnya. “Jadi buat teman-teman, hati-hati dan waspadalah!” ujarnya, menutup pembicaraan.

source: kroscek

Ariel ‘Nidji’ dan Komik

Membaca komik, selain memberikan suasana santai bagi pembacanya, rupanya juga memberikan ide-ide brilian untuk penikmatnya. Maka tak heran bila banyak orang yang sangat gemar membaca komik.

Ariel ‘Nidji’ merupakan salah satu orang yang sangat menggemari komik. Tak heran bila gitaris ‘Nidji’ tersebut memiliki ribuan komik, yang telah dikoleksinya sejak ia masih duduk di Sekolah Dasar.

Pertama kali gue beli komik ‘Dragon Ball’. Kalau ada yang gue suka, pasti gue koleksi sampai tamat,” ujar gitaris yang kerap menciptakan lagu hits, untuk bandnya tersebut.

Uniknya, jika sebagian kolektor komik kerap kali melakukan tukar pinjam untuk menambah bacaan untuk komiknya,namun tidak berlaku bagi Ariel.

Kalau minjam gue engga suka, begitu pula kalau ada yang minjam engga bakal gue kasih,” ungkap pria, yang kini telah tergabung dalam komunitas pecinta komik di internet ini.

Diakui pula oleh Ariel memiliki hobi koleksi komik merupakan suatu hobi yang tidak banyak menguras biaya. “Paling mahal, komik harganya sekitar 30-50 ribu,” ujarnya singkat.

Sedangkan mengenai perawatan koleksinya tersebut, ia sama sekali tidak mau direpotkan dengan ribuan komiknya tersebut. Semuanya ia simpan di dalam kamar di rumahnya.
“Perawatannya paling gue simpan dalam lemari khusus,” papar Ariel.Aip/

source: krosceknews

Adrie & Koleksi DVD Musik

Memiliki profesi sebagai musisi, terkadang perlu mengagumi para musisi lainnya. Maka tak heran bila banyak orang mengoleksi berbagai macam kaset, CD, serta DVD para musisi tersebut. Termasuk yang dialami oleh Adri ‘drummer’ Nidji.

Diakui olehya, sejak kelas 5 SD ( Sekolah Dasar) ia sudah gemar mengoleksi berbagai macam jenis lagu,mulai dari kaset, CD hingga DVD.

Meski maniak terhadap DVD, namun diakui Adri tidak ada ‘budget’ khusus dalam membeli DVD tiap bulannya.

Kalau misalnya ada yang bagus lima, maka gue beli semuanya. Tergantung ada DVD yang gue suka enggak?” ujar Adrie, ketika ditemui krosceknews, di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, ribuan DVD musiknya telah ia simpan dengan rapi di dalam kamarnya. Namun seperti kebanyakan kolektor lainnya, Adrie kerap kali kehilangan DVD koleksinya yang sering dibawa oleh temannya.

DVD gue sering banget hilang, dipinjam engga dibalikin lagi. Makanya gue engga mau lagi minjemin DVD ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Meski diakui pula, Adrie kerap kali meminjam DVD milik temannya. Namun Adri kerap mengembalikan DVD temannya tersebut.

Kalau gue justru kalau minjam DVD pastinya gue balikin, karena gue tahu kalau DVD koleksi itu pastinya berharga banget,” ujar Adri, yang kerap menitip kepada temannya untuk membeli DVD di luar negeri.

Tak sekedar menitip kepada temannya. Adrie pun kerapa kali pergi ke luar negeri, untuk membeli koleksi DVD musiknya tersebut.

Gue pernah nonton konser ‘Muse’ di Singapura. Gue sempatin sehari penuh untuk hunting DVD konser yang di Indonesia belum ada, terutama DVD jazz,” imbuhnya.

Sedangkan mengenai perawatan, Adrie mengaku cukup menjaga tempatnya dengan baik. “Karena setelah menonton, gue kembaliin lagi ke tempatnya dengan rapih,” tegasnya, mengakhiri pembicaraan. Aip/

source: krosceknews

Nidji Tidur di Kamar Korban Perkosaan

Jakarta, Gara-gara harus dievakuasi, Nidji diungsikan ke Polresta Banda Aceh, pasca konser mereka dicekal. Di sana mereka tidur di kamar korban perkosaan. Aksi narsis pun spontan terjadi.

Tidur di kantor polisi jadi pengalaman sendiri bagi Giring cs. Band yang populer dengan hits 'Hapus Aku' itu tak serta merta melewatkan kesempatan ini.

"Di sana kita lihat ada boneka. Ada tempat tidur. Langsunglah kita foto-foto," ujar Giring ditemui dalam jumpa pers di rumah makan Ayam Goreng Ny. Suharti di Jl. Alternatif Cibubur-Cileungsi, Cibubur, Selasa (28/8/2007).

Mereka diperlakukan dengan baik selama menginap di sana. Polisi yang bertugas pun sangat membantu. Apalagi saat itu kondisinya tak ada hotel yang berani menampung mereka juga tak ada bis yang bersedia membawa Nidji keluar dari Banda Aceh.

"Polwannya juga cantik-cantik pakai jilbab. Pagi-pagi kita langsung dikawal lagi untuk pulang," tandas Giring.

Pengalaman ini jelas tak akan pernah terlupakan bagi Nidji. Pasalnya sudah sejak lama Aceh jadi kota incaran Nidji untuk pentas.

"Kita ingin menghibur di sana walaupun sebentar," tegasnya. (yla/yla)

source: detikhot

Nidji Dituduh Sebar Maksiat di Aceh

Jakarta, Gara-gara penonton yang bercampur antara laki-laki dan perempuan, konser Nidji pun dicekal. Nidji dituduh sebar maksiat untuk penonton di kota Banda Aceh.

"Kita juga bingung kok kita dituduh melakukan hal yang maksiat. Padahal kita kalau manggung nggak ada sesuatu yang menjurus ke sana," ujar Giring sang vokalis dalam jumpa pers di rumah makan Ayam Goreng Ny. Suharti di Jl. Cileungsi, Cibubur, Jawa Barat, Selasa (28/8/2007) malam.

Penyelenggara konser yaitu Bunga Even Manajemen juga dinilai kurang perhatian dengan acara tersebut. Akhirnya penampilan Nidji jadi imbasnya.

"Kita sedih banget. Padahal kalau kita manggung kita selalu pakai baju cool," gurau Giring.

Selanjutnya Nidji mengaku akan lebih perhatian lagi menerima acara pentas. Harus lebih pilih-pilih penyelenggara juga lokasi dan keadaan sekitar konser. Tujuannya agar hal seperti ini tak lagi menimpa Nidji.(yla/dit)

source: detikhot


Nidji Batal Konser di Banda Aceh

BANDA ACEH – Dengan alasan panitia tak bisa memisahkan penonton laki-laki dan perempuan, disertai ancaman beberapa pihak akan membubarkan konsernya jika tetap dilaksanakan, grup band Nidji akhirnya batal manggung di Taman Ratu Syafiatun, Banda Aceh.

Pembatalan itu mengakibatkan Giring dan rekan-rekan musisi pengiringnya menginap di Poltabes Banda Aceh, untuk mengantipasi mengamuknya penggemar yang tak menerima pembatalan konser tersebut.

Diperoleh keterangan Minggu (26/8/) , Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh mencabut izin konser grup Nidji atas desakan ormas-ormas Islam, seperti Dinas Syariat Islam, FPI, HMI, Badan Anti Maksiat, dan PII. Alasan pencabutan izin, kalau konser digelar, maka tidak ada pemisahan lelaki dan perempuan, dikhawatirkan terjadi tindakan mesum.

Konser yang digelar Bunga Entertainment sudah digelar sejak hari Sabtu malam dan sempat menampilkan penyanyi Rebecca. Namun, baru berlangsung setengah jam, konser tersebut langsung dihentikan.

Menurut jadwal, personil band Nidji yang sudah tiba sejak hari Sabtu (25/8), dijadwalkan tampil Minggu (26/8) malam, namun karena dibatalkan dan khawatir dengan amuk massa, maka grup band Nidji, grup band Republik, dan Bunga Entertainmen meminta perlindungan ke Poltabes Banda Aceh.

Dari pantauan di lapangan, panggung dan peralatan konser sudah dibongkar sejak hari Minggu pagi dan tidak terjadi amukan massa terkait pembatalan konser Nidji ini.

Pihak Poltabes Banda Aceh sampai saat ini tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelarangan konser Nidji ini. Namun, pihak Bunga Entertainmen mengaku akan mengajukan gugatan kepada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) yang mencabut izin konser secara sepihak, setelah memberikan izin sebelumnya.

“Kita akan ajukan gugatan terkait pencabutan izin mendadak ini,” katanya. Akibat pelarangan ini belum diketahui berapa kerugian yang ditaksir pihak Bunga Entertainment.

KECEWA
"Kita kecewa karena tidak jadi manggung. Ke depannya kita berharap semua pihak bisa lebih profesional," ujar Giring, vokalis Nidji, di Ruang Pelayanan Khusus Poltabes Banda Aceh, Senin (27/8/).

"Sebenarnya masyarakat Aceh bukan tidak suka, tapi ada rekomendasi dari MPU bahwa konser tersebut harus dibatalkan," jelas Kasad Intel Poltabes Banda Aceh, M Ali Khadafi.

Vele, Manager Nidji, bahwa batalnya manggung anak-anak Nidji di Serambi Mekah, Nangroe Aceh Darussalam, pada Minggu malam (26/8) sangat disesalkannya oleh dirinya.

Padahal kami sangat antusias, dan ini mimpi kami sebelumnya untuk dapat manggung di Aceh. Tapi ternyata memang pada kenyataannya seperti ini,” ucapnya saat dihubungi Pos Kota, Senin (27/8) malam.

Dijelaskannya, batal manggungnya anak-anak Nidji karena adanya kekhawatiran -kekhawatiran dari aparat keamanan pada saat berlangsungnya konser nanti.

Kekhawatiran itu beralasan, karena pada malam sebelumnya group Nidji manggung, ada sekelompok massa yang melakukan demo supaya konser yang diselenggaran tersebut akan dihentikan,” tutur Vele. Dengan alasan tersebutlah aparat kepolisian akhirya mencabut izin konser group band yang dimotori oleh vokalis Giring tersebut.

Tidak hanya itu, dengan adanya peristiwa tersebut pihak manajemen telah mengalami kerugian. “Tentunya sudah pasti untuk kerugian materi dan masalah waktu,” terangnya tanpa menyebut jumlah kerugian materinya tersebut.

Namun demikian, Pele menegaskan, pihaknya telah mendapatkan hikmah atau pelajaran dari peristiwa tersebut pula. Dan pihaknyanya pula akan lebih selektif dalam mengambil job-job manggung group Nidji, terutama pada event organizer.

source: poskota

Mobil Andro Nidji, Dibobol Maling

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Nasib nahas tengah dialami Andro, basis grup band Nidji.

Mobilnya yang tengah di parkir di pelataran parkir sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, di bobol maling, Kamis (23/8). Alhasil, sebuah laptop miliknya yang berada di bangku belakang, raib dan telah berpindah tangan. Sang maling menggasak laptop tersebut dengan cara memecahkan kaca pintu belakang sebelah kiri. Padahal saat itu, Andro bersama Nidji tengah mengisi acara di tempat tersebut.

Menurut Andro, laptop yang hilang itu berisi darta-data pribadinya. Tetapi tidak ada gambar-gambar yang seronok, yang mungkin bisa disalahgunakan oleh maling tersebut. "Yang hilang, laptop. Berisi data-data pribadi. Untungnya banget, di laptop itu gak ada hal yang macam-macam," ujarnya. "Pastinya sekarang lagi di urus. Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya," imbuh pria berkacamata pemilik nama lengkap M. Andro Regantoro ini.

Andro Nidji merupakan satu dari sekian banyak selebriti yang mengalami kejadian hal serupa. Yakni, mobilnya di bobol maling saat di parkir di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta dan barang-barang yang ada di dalamnya raib semua. Padahal bagi artis, mobil merupakan rumah berjalan, dimana sebagian besar aktifitas dilakukan di atas mobil. Termasuk menyimpan barang-barang dan keperluan lainnya. (yun/indoseleb)

source: IndonesiaSelebriti

Nidji Siap Rilis Album Baru

Bagi musisi, debut album perdana merupakan patokan dan tolok ukur.

Hal itulah juga yang dirasakan grup band Nidji. Setelah album perdananya "Breakthru" laris manis di pasraan, grup musik yang diawaki Giring Ganesha (vokal, keyboard, dan piano), M. Ramadhista Akbar (Rhythm), Ariel (Lead gitar), M. Andro Regantoro (Lead Guitar), Randy Danistha (kibord), dan M. Adri Prakarsa (drum) ini bersemangat dan berencana bakal merilis album keduanya.

Menurut Giring Ganesha, sang vokalis, mengatakan, dalam berikutnya nanti, Nidji bakal tampil lebih ngerock dan mengusung tema lagu yang lebih luas lagi. Meski begitu, pria berambut kribo ini enggan memberikan bocoran mengenai materi lagu dalam album Nidji tersebut. "Ada deh, yang nyiptain lagu ini. Pokoknya lagu-lagunya, nanti isinya apa aja yang udah kita jalanin. Sampai sekarang sih, baru 20 persen," ungkapnya, belum lama ini.

Terlepas dari sisi musikalitas, Giring mengatakan, para personil Nidji berencana akan membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, yang kehilangan tempat tinggalnya akibat bencana luapan lumpur panas. Caranya, dengan menjual kaos bertuliskan "'Nidjiholic for Sidoarjo'", seharga 50 ribu rupiah. Dengan rincian, 10 ribu untuk Nidji sebagai pengganti biaya produksi, dan sisanya akan disumbangkan. "Kebetulan singgah di Sidoarjo. Setidaknya kita bisa sedikit menghibur para pengungsi di Pasar Baru Porong. Nantinya hasil penjualan baju itu akan dibelikan peralatan sekolah untuk anak-anak korban lumpur," tandasnya. (yun/indoseleb)

source: indoseleb

Nidji Targetkan Rilis Album Baru Akhir Tahun

Kapanlagi.com - Grup band Nidji menargetkan akhir tahun ini akan meluncurkan album kedua mereka, setelah BREAKTHRU yang diluncurkan 2006 lalu.

"Akhir tahun ini targetnya, sekarang masih terus dikerjakan," ujar vokalis Nidji, Giring Nidji ditemui saat akan manggung dalam "Konser Kemerdekaan" di Jakarta, Minggu.

Grup musik yang digawangi Giring Ganesha (vokal), M Ramadhista Akbar (rhythm), Ariel (lead gitar), M Andro Regantoro (lead gitar), dan Randy Danistha (keyboard), dan M Adri Prakarsa (drum) ini tampak sangat antusias membicarakan tentang penggarapan album kedua mereka. "Sekarang sudah berjalan prosesnya sekitar 50 persen," ujar Giring.

Dalam album kedua ini, menurut Giring, warna musiknya akan lebih nge-rock dengan lirik-lirik lagu yang berkisar tentang cinta, persahabatan, dan bahkan perselingkuhan.
Giring mengungkapkan dalam album kedua tersebut tidak akan dimasukkan lagu-lagu dengan unsur tematik, misalnya lagu bertema kemerdekaan seperti yang baru saja mereka ciptakan berjudul "Hanya Untukmu Indonesia".

"Lagu itu saya ciptakan bersama manajer Nidji tanggal 16 Agustus lalu khusus untuk menyambut kemerdekaan, tapi tidak untuk dimasukkan dalam album kedua," katanya.

Nidji, tutur Giring, juga tidak akan membuat lagu bertema religius yang biasanya dirilis sejumlah penyanyi atau grup musik ketika menjelang bulan Ramadhan.
"Kami menghargai sekali grup musik seperti Gigi dengan album religius mereka yang keren banget, tapi kami tidak akan membuat hal serupa dalam album kedua ini," demikian ungkap Giring. (*/erl)

source: kapanlagi

Konser Dicekal, Nidji Deg-degan Plus Sedih

Jakarta, Konser Nidji, Minggu (26/8) di Banda Aceh dicekal ormas setempat. Perasaan sedih sekaligus deg-degan dirasakan oleh para personel Nidji. Apalagi mereka sampai harus menginap di kantor polisi.

Ribuan tiket juga sudah terjual. Bahkan beberapa dari Nidjiholic (panggilan untuk pecinta Nidji .red) mengungkapkan kekecewaan mereka lewat SMS.

"Sedihnya sih kita nggak main. Itu 8500 tiket laku mau gimana. Banyak Nidjiholic yang SMS. Ada yang datang dari jauh, bela-belain 8 jam naik motor,' ujar Rama, gitaris Nidji ketika dihubungi detikhot via ponselnya, Senin (28/8/2007) malam.

Tak hanya sedih, di saat bersamaan Giring, Rama, Ariel, Adri, Andro, Randy juga mengaku deg-degan menghadapi situasi yang tiba-tiba kacau. Pencekalan konser ini berujung pada pengamanan ekstra ketat untuk Nidji.

"Ya deg-degan juga lah. Sedih aja sampai segitunya. Tapi kita juga nggak bisa nyalahin mereka. Sekarang sampai Jakarta lumayan lega," tandas Rama.

Dalam waktu dekat Nidji berencana untuk menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasi masalah yang terjadi. Sekarang ini Rama mengaku masih letih selepas pulang dari Aceh.(yla/dit)

source: detikhot

Dicekal di Aceh, Nidji Nginap di Kantor Polisi

Banda Aceh,, Konser Nidji di kota Banda Aceh dicekal pihak keamanan. Gara-gara masalah tersebut Giring cs harus menginap di kantor polisi untuk dievakuasi.

Evakuasi dilakukan karena kondisi saat itu benar-benar tidak memungkinkan Nidji untuk menginap di hotel. Sabtu (25/8) Nidji terbang ke Aceh untuk manggung dalam sebuah konser keesokan harinya, (26/8).

Sayang, setibanya di sana mereka dapat kabar bahwa konser Nidji terpaksa dibatalkan untuk alasan keamanan. Beberapa ormas juga memprotes konser tersebut. Padahal ribuan tiket sudah diserbu para pecinta mereka, Nidjiholic.

Beruntung dalam situasi yang serba tidak memungkinkan tersebut Nidji di bantu aparat kepolisian setempat. Mereka dievakuasi untuk menghindari keributan terjadi.

"Kita dilindungi dan diamanin sama Poltabes Banda Aceh. Takutnya ramai, rusuh. Kita dievakuasi. Ruang Poltabesnya baik-baik aja kayak Komdak gitu. Gede banget dibelakangnya ada ruangan tunggu segala macam. Mereka baik banget," ujar Rama, gitaris Nidji ketika dihubungi detikhot via ponselnya, Senin (27/8/2007).

Pencekalan itu menggunakan alasan takut penonton pria dan wanita akan berbaur, seperti yang terjadi pada konser Rebecca, Sabtu (25/8). Seperti apa kondisi saat itu?

"Hotel nggak berani ambil risiko untuk menampung. Nggak mungkin balik, flight pesawat nggak ada. Sempat nyewa bus Damri untuk kemana gitu cari aman tapi bus nggak berani juga," kenang Rama. (yla/yla)

source: detikhot

Nidji Kejar Setoran Amplop Lebaran

Jakarta, Jelang puasa, Nidji sibuk persiapkan jadwal manggung. Giring mengaku mereka kini sedang giat-giatnya mengejar setoran demi amplop lebaran.

"Ada tur Ramadhan. Kita punya banyak ponakan. Yang dikangenin bukan kita tapi angpawnya," ujar Giring kepada detikhot baru-baru ini.

Kendati kejar setoran, Giring mengaku tak mau terlalu ngoyo memenuhi semua jadwal panggung. Bagi mereka, ibadah tetap nomor satu di bulan Ramadhan.

Tahun ini Nidji pun bertekat untuk tidak batal puasa, seperti yang terjadi pada Giring tahun lalu. Sedikit cerita saat mau pentas di bulan puasa, vokalis berambut keriting itu kelepasan minum teh manis.

"Sebelum manggung aku bilang Adrie, "kok haus gitu". Nggak lama dia bilang "kok loe minum teh". Padahal satu setengah jam lagi buka puasa," tandas Giring disambut tawa Adrie sang drumer. (yla/yla)

source: detikhot

Diterima di Asia Tenggara, Nidji Girang

JAKARTA - Nidji tak mau ketinggalan dengan grup band lain yang melebarkan sayap ke luar negeri. Pasar musik yang dirambah kali pertama adalah Asia Tenggara. Hebatnya, sambutan di sana meriah. Nidji pun girang.

"Kita kaget, ternyata musik kita diterima di negara Asia Tenggara. Penerimaan yang baik dari masyarakat, termasuk luar negeri, memicu semangat kita untuk mengasilkan karya yang lebih baik lagi," jelas Giring, vokalis Nidji, di arena Pekan Raya Jakarta, beberapa waktu lalu.

Demi memuaskan penggemar dalam dan luar negeri, Nidji kini tengah sibuk menggarap album terbaru. Kualitas benar-benar diperhatikan karena band ini ingin hasil lebih bagus dari album sebelumnya. "Untuk mewujudkan ini butuh perjuangan dan kerja keras. Kita akan lebih memperbanyak lagu-lagu dalam versi bahasa Inggris. Sebab, lagu "Heaven" yang menjadi soundtrack film "Heroes", membuat kita bangga. Itulah salah satu yang memacu kita memproduksi lagu berlirik bahasa Inggris," bebernya.

Nidji mengaku, mendapat kiriman surat dari penggemarnya di luar negeri. Sebut saja, Belanda, Jepang, Singapura, dan Thailand. "Tentunya semua orang di dunia entertainment tidak munafik ingin go international. Ini membuat kita senang, berarti musik kita diterima masyarakat luas. Siapa sih yang tidak mau dikenal banyak orang?" tandasnya.

source: okezone

Konser Batal, NIDJI Nginep di Poltabes Aceh

Semalem giring telpon kalo terpaksan nginep di kantor poltabes banda Aceh. Konser di aceh batal dikarenakan masalah tehnis (aceh gitu looh).
Untung mereka semua aman-aman aja, selain nidji juga ada republik yang mengalami hal yang sama.

Pagi ini mereka balik ke jakarta. “its been a weird night for us” ungkap giring.

Cuplikan berita dari okezone (rcti group):

Konser Dilarang Ulama Personel Nidji Menginap di Poltabes Banda Aceh

ACEH – Giring dan rekan-rekannya dari grup band Nidji terpaksa malam ini menginap di Poltabes Banda Aceh, terkait dilarangnya konser yang sedianya digelar di Komplek Taman Ratu Syafiatudin, Banda Aceh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, Minggu (26/8/2007) dini hari. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh mencabut izin konser atas desakan ormas-ormas Islam, seperti Dinas Syariat Islam, FPI, HMI, Badan Anti Maksiat, dan PII.

Alasan pencabutan izin, kalau konser digelar, maka tidak ada pemisahan lelaki dan perempuan, dikhawatirkan terjadi tindakan mesum.

Sekedar diketahui, konser yang digelar Bunga Entertainment sudah digelar sejak hari Sabtu malam dan sempat menampilkan penyanyi Rebecca. Namun, baru berlangsung setengah jam, konser tersebut langsung dihentikan.

Menurut jadwal, personil band Nidji yang sudah tiba sejak hari Sabtu, dijadwalkan tampil Minggu malam, namun karena dibatalkan dan khawatir dengan amuk massa, maka grup band Nidji, grup band Republik, dan Bunga Entertainmen meminta perlindungan ke Poltabes Banda Aceh.

Dari pantauan di lapangan, panggung dan peralatan konser sudah dibongkar sejak hari Minggu pagi dan tidak terjadi amukan massa terkait pembatalan konser Nidji ini.

Sementara Poltabes Banda Aceh sampai saat ini tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelarangan konser Nidji ini.

Namun, pihak Bunga Entertainmen mengaku akan mengajukan gugatan kepada Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) yang mencabut izin konser secara sepihak, setelah memberikan izin sebelumnya.

“Kita akan ajukan gugatan terkait pencabutan izin mendadak ini,” pungkasnya.

Akibat pelarangan ini belum diketahui berapa kerugian yang ditaksir pihak Bunga Entertainment.

Petang Ini Nidji Tampil di Arena PKA

BANDA ACEH - Grup band ternama asal Jakarta, Nidji, dipastikan tampil petang ini, Minggu (26/8), di Taman Ratu Safiatudin (eks arena PKA IV) Banda Aceh. Sementara penyanyi wanita asal negeri Belanda, Rebecca, tetap tampil tadi malam meski mengalami penundaan sekitar satu setengah jam dari jadwal yang direncanakan.

Nidji yang tiba di Banda Aceh kemarin siang, berjanji akan mempersembahkan penampilan terbaik kepada fansnya di Tanah Rencong. “Sejak pertama kali mengeluarkan album kita sangat ingin manggung di Aceh. Jadi, kami akan tampil sebaik mungkin untuk menghibur fans di sini meskipun aku kurang sehat nih,” papar Giring, sang vokalis, saat ditemui Serambi di lobi Hotel Hermes Palace.

Giring sendiri kemarin sore sempat jalan-jalan ke Pantai Lhoknga dan menyambangi Masjid Raya Baiturrahman. “Aku sebenarnya pengen masuk ke dalam masjid, tapi karena pakai celana selutut enggak berani deh,” katanya seraya memperlihatkan hasil jepretan sunset-nya di Lhoknga.

Cowok kelahiran Jakarta 14 Juli 1983 ini mengaku menyenangi dunia fotografi dan belajar secara otodidak dari ayahnya yang berprofesi jurnalis LKBN Antara.

Drummer Nidji, Adry, mengatakan mereka akan membawakan 10-11 tembang hits dari kedua album mereka. Mereka berencana menampilkan lagu dengan tema nasional dan religius.

Saat ditanya kesan mereka tentang Aceh, jawabannya: Mi Aceh, Lhokseumawe, WH, syariat Islam, dan pemandangan alamnya, “keren abis.”

Sementara Adro, bassist Nidji, sering diceritakan temannya yang tinggal di Lhokseumawe tentang Aceh, terutama kota petrodolar itu. “Temen gue ada yang tinggal di Lhokseumawe. Dia bilang kota itu bagus banget,” cetus pemuda berkacamata yang beberapa waktu lalu kehilangan laptopnya di Cilandak Town Square, Jakarta.

Amankan acara
Untuk mengamankan konser dua hari tersebut, Poltabes menyiapkan 150 perseonel. “Kami siap mengamankan acara,” tegas Kasat Samapta Poltabes Banda Aceh, Robin AS, di sela-sela check sound Rebecca malam tadi.

Minta dibatalkan
Sementara itu, pada Sabtu (25/8) siang, musyawarah yang digelar di Masjid Darul Makmur, Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, ormas, OKP, ulama dayah, MPU, Dinas Syariat Islam, Badan Antimaksiat (BAM), meminta agar konser Nidji di Banda Aceh dibatalkan.

Ketua BAM Provinsi Aceh, Fakhruddin bin Asyimi, yang ditanyai Serambi mengatakan, pihaknya meminta kepada panitia penyelenggara untuk membatalkan penampilan Grup Band Nidji yang akan tampil di Kompleks PKA. “Bukan hanya Nidji, grup band lain yang akan tampil juga harus dibatalkan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan itu bertentangan dengan penerapan syariat Islam di Aceh. Bahkan disebutkan kegiatan itu dapat mendatangkan perbuatan maksiat. “Ini bertentangan dengan kultur rakyat Aceh dan nilai-nilai Islam. Jadi, kami minta kegiatan tersebut dibatalkan,” kata Fakhruddin.

Menanggapi hasil musyawarah itu, promotor dari Bunga Event Manajemen, Dian Asmara, mengatakan jauh hari sebelum rencana penyelenggaraan konser itu, mereka sudah berkoordinasi dengan semua pihak. Baik itu MPU Kota Banda Aceh, Dinas Kebudayaan, maupun pihak Polda yang diteruskan pada camat dan kepala desa setempat. “Kenapa baru hari ini (kemarin-red) ada larangan dari ulama dan masyarakat setempat. Kenapa tidak jauh hari atau seminggu yang lalu, jadi kami dapat mempersiapkannya,” papar Dian.

Tapi bagaimanapun, kata Dian, pihaknya akan menerima yang disepakti tersebut. Namun dalam perkembangan terakhir, konser itu akhirnya jadi dilaksanakan, meski waktu mulainya molor.

Sekilas tentang Nidji
Giring pada vokal, Ariel gitar, Andro bass, Rama gitar, dan Adri pada drum. Ceritanya, di studio milik Andro di area Tebet, yang sering dijadikan basecamp beberapa musisi, terciptalah sebuah lagu karya Andro dan Ariel yang kemudian dilengkapi dengan vokal unik Giring.

Adri dan Rama hadir kemudian, sehingga terbentuk Nidji formasi awal Februari 2002. Kehadiran Randy, sahabat Giring, pada awal April 2005, menyempurnakan formasi Nidji.

Debut mereka dimulai 8 Mei 2006 dengan dirilisnya album Breakthru, berupa dobel album: Versi Asia untuk wilyah Asia Tenggara, Australia dan beberapa negara di Eropa, plus versi Indonesia. Berisi enjoyable pop song dalam balutan nuansa British yang empuk di kuping, termasuk single mereka yang sudah cukup familiar di kuping kita, Child yang sering diputar di radio dan ditayangkan di teve.

source: serambi aceh

Nidji di SCTV Awards 2007

Tgl. 24 Agustus 2007 (Hari Jumat), mulai jam 8 malam bertempat di Plenary Hall JHCC, NIDJI menjadi salah satu penampil plus nominator ajang SCTV Awards 2007 dalam rangka Ulang tahun SCTV yang ke 17.

Artis lain yang tampil adalah Kangen Band, Mulan, Bunga Citra Lestari,Gita Gutawa, Dewi-dewi, Ancha, BBB, Ungu dan Dewa19.

Buat NIDJIholic tersedia tiket masuk yang jumlahnya terbatas. Buruan daftar dengan cara buka link di bawah ini:
http://www.baseportal.com/cgi-bin/baseportal.pl?htx=/nidjiholic/form_tiket_sctvawards2007

Untuk Dresscode: Kaos NIDJI, kalo udah punya pake kaos yang NIDJIholicare aja…
Kalo belum punya juga bisa dibeli di sana nanti.

Gemerlap Cinta NIDJI

Tanggal 23.08.2007, bertempat di Cilandak Townsquare Jakarta, NIDJI ngisi acara salah satu rangkaian ultah RCTI yang ke 28 yang bertajuk Gemerlap Cinta NIDJI. Acara itupun dimulai jam 4 sore dan disiarin secara LIVE di RCTI.

Selain NIDJI, ada bintang tamu Rebeca, Rini& Wilson (Indonesian Idol), Tompi, Ussy Sulistyawati, Joel Ahmad & Pasto. Di tempat itupun dilangsungkan acara Nonton RCTI 18 jam.

MTV Global Room Edisi 17an

tanggal 17 agustus kemarin pas hari kemerdekaan, nidji bersama naif ngisi acara mtv global room special hari kemerdekaan. mereka rekaman tanggal 7 agustus kemarin di luar studio alias outdoor.

seperti layaknya peringatan tujuhbelasan di berbagai pelosok negeri, naif & nidji berebut kemenangan dalam seperti lomba makan krupuk, tari poco-poco dengan bakiak berpasangan termasuk lomba lari gigit bendera.

nidji dan naif masing-masing perform 2 lagu termasuk satu lagu hari merdeka yang dinyanyiin bareng-bareng. penasaran? dengerin aja podcast di bawah ini:

hari merdeka (nidji & naif)
disco lazy time (nidji)

Nidji Kalahkan GIGI Nonton The Police

Jakarta, Ajang Soundrenaline 2007 berbuah hasil yang manis bagi band Nidji. Berhasil mengalahkan GIGI, September mendatang band yang digawangi Giring cs itu berangkat ke Paris untuk nonton The Police.

Nidji dan GIGI masuk dalam 5 besar calon pemenang tiket nonton The Police ke Paris. Tiga musisi lainnya yaitu Pas Band, /Rif dan Slank. Nasib mujur di tangan mereka, hari ini (13/8) Nidji mendapat kepastian merekalah yang jadi pemenang.

"Pas dikasih award, agak minder. Semestinya senior kita dulu lah, itu dia nggak enaknya. Tapi mereka support kok pada bercanda," ujar Rama sang gitaris kepada detikhot, Senin (13/8/2007).

Soundrenaline 2007 dengan tema 'Sounds of Change' memilih Nidji karena dalam acara itu Nidji benar-benar menunjukan perubahan dan penampilan yang spektakuler. Nidji berlaga di Soundrenaline Padang (15/7), Palembang (22/7) dan Bandung (29/7). Mereka membawakan tema 'past, present and future' di tiga konser tersebut.

Rencananya, Nidji akan membawa rombongan tujuh orang ke Paris. Enam orang personel dan seorang manajer mereka. Sebelum berangkat ke Paris, Rama pun dapat wejangan dari Thomas bassis GIGI.

"Iya tadi Thomas GIGI suruh ngapalin lagu-lagu The Police. Tadi dia bilang coba 20 lagu The Police sebutin," cerita Rama.

Bagaimana respon personel Nidji lainnya? "Syok, kaget. Nggak percaya, Giring sampai nelepon. Yang lain pada rekaman, Giring lagi sakit, eh dia langsung sembuh," tutur Rama diselingi tawanya. (yla/yla)

source: detikhot.com

Foto 17an Ala NIDJI


Foto diatas diambil pada saat NIDJI photo session dengan sebuah majalah musik Indonesia yang mungkin terbit bulan ini juga dalam moment 17an. Sesi pemotretan itu sendiri dilakukan di Base Camp NIDJI kawasan Perdatam siang-sore hari, kebetulan ada beberapa NIDJIholic termasuk kita datang mo ngadain miting dalam rangka kegiatan NIDJIholicare beberapa waktu yang lalu, miting itu sendiri dipimpin langsung Giring..

Untuk adegan foto itu sendiri dilakukan beberapa kali termasuk dengan background kita yang sedang melintas cepat di belakang dan depan mereka (bahkan hasilnya seperti hantu yang sedang melintas di depan dan belakang.... he.. he..).

Kita tunggu aja hasil pemotretan itu di salah satu majalah musik itu.

>>TAM

Nidji Siap Rilis Album Baru

Bagi musisi, debut album perdana merupakan patokan dan tolok ukur.
Hal itulah juga yang dirasakan grup band Nidji. Setelah album perdananya "Breakthru" laris manis di pasaran, grup musik yang diawaki Giring Ganesha (vokal, keyboard, dan piano), M. Ramadhista Akbar (Rhythm), Ariel (Lead gitar), M. Andro Regantoro (Lead Guitar), Randy Danistha (kibord), dan M. Adri Prakarsa (drum) ini bersemangat dan berencana bakal merilis album keduanya.

Menurut Giring Ganesha, sang vokalis, mengatakan, dalam berikutnya nanti, Nidji bakal tampil lebih ngerock dan mengusung tema lagu yang lebih luas lagi. Meski begitu, pria berambut kribo ini enggan memberikan bocoran mengenai materi lagu dalam album Nidji tersebut. "Ada deh, yang nyiptain lagu ini. Pokoknya lagu-lagunya, nanti isinya apa aja yang udah kita jalanin. Sampai sekarang sih, baru 20 persen," ungkapnya, belum lama ini.

Terlepas dari sisi musikalitas, Giring mengatakan, para personil Nidji berencana akan membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, yang kehilangan tempat tinggalnya akibat bencana luapan lumpur panas. Caranya, dengan menjual kaos bertuliskan "'Nidjiholic for Sidoarjo'", seharga 50 ribu rupiah. Dengan rincian, 10 ribu untuk Nidji sebagai pengganti biaya produksi, dan sisanya akan disumbangkan.
"Kebetulan singgah di Sidoarjo. Setidaknya kita bisa sedikit menghibur para pengungsi di Pasar Baru Porong. Nantinya hasil penjualan baju itu akan dibelikan peralatan sekolah untuk anak-anak korban lumpur," tandasnya.

source: indonesiaselebriti.com

Bunda Ifet Akui 'Kesengsem' Nidji

Bunda Ifet, ibunda Bimbim personel Slank mengaku merupakan fans berat grup band Nidji dan pasti akan menyempatkan nonton penampilan mereka dimanapun mereka mengadakan konser.

"Bunda sangat suka akan penampilan dan lagu-lagu mereka hingga dimanapun mereka mengadakan konser jika Bunda sempat pasti akan menyempatkan menonton," ujarnya di Bandung, Kamis (9/8).

Wanita yang sudah 'berumur' tersebut mengaku tidak malu untuk berjoget bahkan ikut berjingkrak jika Nidji sudah memainkan sejumlah lagunya. "Bunda sangat terbius oleh lagu, irama, dan penampilan mereka," ujarnya.

Bunda yang beberapa waktu lalu terlihat menonton konser Nidji dalam satu konser di Bandung, tidak ragu untuk melakukan perjalanan pulang pergi Bandung-Jakarta hanya untuk menyambangi penampilan Nidji bersama putrinya, Illa.

Bagi Bunda Ifet, musik dan hingar bingar panggung hiburan sudah tidak asing lagi karena sebagai ibunda Bimbim, ia juga merupakan manager grup band Slank. Ia pun telah menjadi ibunda bagi anak-anak Slankers - yang merupakan fans Slank - dan anak-anak Gang Potlot dimana base camp anak-anak muda berkumpul.

Source: kapanlagi.com

Nidji Goes To Paris!

Setelah melalui perdebatan yang seru dan alot serta memperhatikan dengan seksama seluruh penampilan dari grup-grup band pengisi acara A Mild Live Soundrenaline 2007 di 5 kota, akhirnya dewan media board yang terdiri dari Remy Soetanyah (Juri Bicara), Theodore Ks (pemerhati musik dan kontributor harian Kompas), Anton Wahyudi(wartawan musik), Denny Sakrie pemerhati musik) dan Indra K Thamrin (wartawan musik) memutuskan dengan suara bulat bahwa Nidji-lah yang paling pantas mendapatkan gelar "Bands Who Performs The Best Changes"!

Nidji dianggap sebagai musisi terbaik yang berhasil menyuarakan semangat perubahan selain mereka juga tampil sangat atraktif dan komunikatif selama 3 kali pertunjukan A Mild Live Soundrenaline yang mereka ikuti, yaitu di Padang (15 Juli), Palembang (22 Juli), dan Bandung (29 Juli).

Pilihan band terbaik kedua jatuh kepada Gigi yang saat ini tengah ngetop dengan hitsnya "Nakal". Untuk di A Mild Live Soundrenaline 2007, meski Gigi berkesempatan tampil di 2 kota saja yaitu Palembang (22 Juli) dan Denpasar (12 Agt), media board merasa usaha keras Gigi patut dihargai. Seperti yang ditampilkan di Denpasar kemarin, mereka sempat mencuri perhatian dengan mengusung medley dalam balutan irama disko yang sangat kental, sesuatu yang tidak pernah ditampilkan oleh mereka sebelumnya.

Salah satu grup legendaris papan atas, Slank juga berhasil menarik simpati Media Board berkat konsep panggung matang yang ditunjukkannya meski hanya tampil di satu kota saja yaitu di Padang (15 Juli). Masih ingat kan antusiasme uda-uni Padang saat menyaksikan Kaka mengendarai scooter diatas panggung? Spirit of Rock n Roll dalam nuansa akustik serta atraksi sukses panggung dengan elemen teatrikal hanya salah satu alasan dinobatkannya band asal Jakarta ini diposisi ketiga.

Grup asal Bandung, Pas Band mencoba menyusul 3 band rekannya dengan menduduki posisi keempat. Di Bandung & Denpasar, kalau A Milders masih ingat, grup ini cukup membuat mata juri terbelalak karena penampilan mereka yang ciamik meramu musik rock dengan karawitan Sunda & musik etnik Bali. Di posisi paling buncit, grup band rock asal Bandung /rif berhasil menampilkan pertunjukkan musik yang cerdas dan menggondol posisi kelima.

Akhirnya selamat kepada Nidji yang berhasil meraih predikat Band Who Performs The Best Changes dan menyabet hadiah nonton The Police di Paris bulan September mendatang.

source: amild.com

>>Wake Up Now & Feel The Same

Awalnya adalah kunjungan dadakan di sela-sela tour di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 12 April 2007 setelah konser mereka di Pasuruan dibatalkan karena berbarengan dengan Ujian Nasional. Seperti dilansir harian Kompas NIDJI melakukan pertunjukan sosial buat menghibur para pengungsi di pos Pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur dan bawain 5 lagu secara spontan dengan alat musik seadanya. Bahkan karena terispirasi para pengungsi ini, NIDJI bikin lagu berjudul "Harapan" yang liriknya berisi dorongan harapan semangat generasi muda agar tak menyerah dengan keadaan sulit masa kini.

Atas dasar itulah Giring dkk, ngajak semua NIDJIholic di seluruh tanah air buat ngebantu para pengungsi khususnya anak-anak yang telah kehilangan tempat tinggal. NIDJIholicare merupakan wadah NIDJIholic menunjukkan kepedulian terhadap beberapa bencana di tanah air, untuk kali ini baru dimulai pada para pengungsi korban lumpur panas di Porong Sidoarjo. Selain mengumpulkan bantuan berupa alat-alat sekolah seperti buku tulis, buku pelajaran dan buku bacaan lain yang bermanfaat dari NIDJIholic langsung juga memproduksi kaos bertema kemanusian. Kaos ini diproduksi secara bertahap dengan biaya produksi ditanggung NIDJIholicare dan hasil penjualannya digunakan untuk pembelian bahan bantuan tersebut.

Kegiatan NIDJIholicare sendiri sudah dipromosikan Giring di atas panggung mulai dari Soundrenaline Padang, Palembang, Bandung, show di beberapa daerah dan televisi, Giring selalu bagiin flyer atau leaflet, selalu bawa bendera bertuliskan NIDJIholicare. Produksi kaos yang pertama sebayak 40 pcs udah abis terjual saat Giring secara langsung ngejual ke beberapa artis pendukung Soundrenaline Bandung termasuk salah satu kelompok dari dari Amrik (liputan saat Giring jualan kaos sempat ditayangkan Trans TV dan dimuat di beberapa media).

Produksi kaos selanjutnya telah mulai dijual ke beberapa NIDJiholic Jakarta, Bandung dan beberapa kota di Indonesia. Untuk yang berminat membeli Kaos NIDJIholicare sambil

beramal bisa daftar di: http://www.baseportal.com/cgi-bin/baseportal.pl?htx=/nidjiholic/pesen_kaos_nhcare

Kaos dibandrol seharga 50 ribu belum termasuk ongkos kirimnya dan pembayarannya via transfer ke rekening sbb:

1. BNI no.rekening 0116290530 an Astri Rizki
2. Bank Mandiri KCP Jakarta Asem Baris no. rekening 1240004479193 an Indira Laksmi

Sedangkan untuk NIDJIholic Jakarta yang berminat beli kaos NIDJIholicare bisa datang langsung di Base Camp NIDJI.

Buat pengiriman sumbangan bahan bantuan langsung juga dapat dikirimkan ke Base Camp NIDJI yang beralamat di Jl. Pengadegan Barat Raya No.3 Jakarta Selatan. (Untuk info selengkapnya hubungi 021-92781356).

Untuk kegiatan inipun NIDJI & NIDJIholic secara khusus bikin website beralamat di www.nidjiholicare.com dan semua informasi tentang NIDJIholicare akan disampaikan melalui media itu.

written by: TAM
>> Wake Up Now & Feel The Same
[ artikel ini dimuat secara bersamaan di www.nidjiholicare.com www.nidjiholic.com dan www.nidji.blogspot.com ]

V for Sidoarjo

>>NIDJIholicare

photo by: iwan maulana kurniawan

Nidji Masih Berkiblat Ke Inggris

Persabatan dan asmara tetap menjadi tema sentral dalam album baru mereka.
Jika tak ada aral melintang, akhir tahun ini Nidji akan kembali melahirkan album. Namun, band yang tengah digradungi anak muda ini menegaskan tidak akan melakukan 'lompatan besar' seperti yang telah dilakukan SamSons -- grup band asal Jakarta yang menjadi seangkatan dengan Nidji.

''Secara musikal, kita akan tetap menampilkan musik yang enjoy dan simple saja,'' kata Giring Ganesha, vokalis Nidji, selepas tampil di panggung Soundrenalin 2007 yang dihajat di Padang, Sumbar, belum lama ini.

Mengenai 'lompatan besar' yang dilakukan SamSons itu merujuk pada penggarapan proses produksi album Penantian Hidup di tiga benua, Asia, Amerika, dan Australia, serta eksplorasi musikal yang menyisipkan elemen orkestra.

''Untuk saat ini, kita sepertinya masih akan tetap memanfaatkan sumber daya lokal saja,'' papar Giring. ''Kami menilai sejauh ini sumber daya lokal kita sudah cukup, sehingga tidak perlu harus ke luar.''

Lebih lanjut Giring menjelaskan untuk inspirator musik Nidji di album baru nanti masih tetap berkiblat pada sejumlah band dan musisi asal Inggris. Di antaranya, The Killers, Keane, The Beatles, dan juga U2 serta Radiohead.

Warna musik yang disuguhkan oleh grup-grup asal Inggris itu memang seperti diakui para personel Nidji telah memberikan pengaruh besar terhadap album mereka bertajuk Breakthru yang dirilis dalam dua versi -- Indonesia dan Inggris. Dominasi modern rock Nidji itu bercampur dengan unsur-unsur progresif, funk, alternatif, dan warna pop itu sendiri.

Meski menyebut akan tetap terpengaruh oleh jenis musik band asal Inggris, namun Nidji mengaku tetap tidak melupakan dominasi musik dalam negeri. ''Padi juga memberikan pengaruh terhadap kami,'' sahut Rama, gitaris Nidji, menyebut salah satu grup band papan atas asal Surabaya.

Di dalam album kedua nanti, Nidji berusaha juga untuk menghadirkan karakter sound yang lebih segar dan baru. ''Harapan kami sound baru ini akan memberikan keterbaruan buat kami dan juga para Nidjiholic (sebutan buat para penggemar Nidji),'' ujar Adri, sang penabuh drum.

Mengenai lirik yang akan dihadirkan di album kedua Nidji mendatang, Giring menjelaskan bahwa tema mengenai persahabatan dan percintaan masih akan tetap mendominasi lirik. ''Karena itulah yang memang diminati,'' katanya.

Jangan lupa diri
Sementara itu, Remy Soetansyah, salah satu pemerhati musik, menilai Nidji merupakan band yang memiliki prospek untuk bisa berkembang lebih besar lagi. Namun, ia mengingatkan agar dalam penggarapan album kedua, Nidji menjadi tidak lupa diri.

Remy pun memberikan gambaran bagaimana grup band di Indonesia memiliki kecenderungan langsung melakukan perubahan besar di album kedua. Perubahan tersebut bisa dalam hal jenis musik maupun sound yang dikemasnya. ''Pada saat mereka sudah merasa mengenali sound dan musik di album kedua, biasanya di album ketiga mereka akan mengalami kesulitan. Dan, tidak sedikit band yang mengalami anjlok saat merilis lagi album ketiga mereka,'' kata dia memberikan penjelasan.

Bagi Remy, memproduksi album di luar negeri bukanlah hal istimewa. ''Semuanya juga bisa, asal mereka mampu membayar saja,'' ujarnya. Namun, dia menyebutkan agar band-band muda bisa melihat bagaimana Slank merintis karier serta mempertahankan jenis musik mereka kepada para penggemar setianya.

''Buat gue lompatan besar itu bukan pada persoalan di mana proses album itu digarap. Tetapi, yang paling penting untuk band-band baru yang masih berjiwa muda sebaiknya mereka bisa fokus bagaimana mempertahankan karier, segmen, dan jenis musik. Dan, jangan dilupakan untuk menghadirkan musik yang simple, karena itulah resep untuk bisa diterima oleh pendengar,'' ujarnya mengingatkan.

source: republika

From Nothing To Something

Satu lagi band baru mewarnai industri musik Indonesia. Anda pasti tak asing lagi mendengar tembang Sudah atau Child. Lantas, bagaimana kisah perjalanan band beranggotakan enam orang ini di dunia musik?

Andai dulunya Andro tak dicela teman-temannya lantaran dianggap tak bisa main musik, mungkin hingga saat ini tak akan ada Nidji. Grup asal Jakarta ini barangkali juga tak akan pernah terbentuk andai saat itu Andro lalu tak merengek-rengek pada orang tuanya untuk dibuatkan studio musik. Ya, di studio musik pemain bas Nidji inilah cikal bakal terbentuknya Nidji.

Semua berawal dari pertemanan Andro dan Ariel (gitar) yang sering ngeband bareng sejak SMA membawakan lagu-lagu milik band Inggris. Setelah itu, Rama (gitar), Adri (drum), Giring, (vokal), dan Randy (keyboard) bergabung dengan mereka. Atas ide Ariel, mereka sepakat memberi nama Nidji, kata yang berasal dari bahasa Jepang dan berarti pelangi.

Kenapa Nidji? "Kebetulan saya memang senang hal-hal berbau Jepang seperti komik. Lalu saya tawarin ke teman-teman nama Nidji yang artinya pelangi, pas dengan kami yang berasal dari latar musikalitas beda-beda. Ada yang metal, alternatif, sampai jazz. Kayak pelangi," papar Ariel.

Nidji butuh kerja keras untuk menyatukan perbedaan latar belakang musikalitas personelnya. Jalan terang Nidji mulai tampak saat mereka ditawari rekaman oleh seorang produser musik independen. Di tahun 2004, mereka merilis mini album yang berisi dua lagu, salah satunya lagu berbahasa Inggris bertitel Heaven yang beraliran pop Inggris atau British pop (Britpop).

Tembang Heaven inilah yang dianggap sebagai benang merah yang menyatukan Nidji. Mereka merasa cocok dengan aliran musik tersebut. Memang, para personelnya terinspirasi oleh band-band Inggris seperti The Beatles, Coldplay, dan Keane.

"Butuh waktu tiga tahun untuk nyari benang merahnya. Kerja keras terus, pantang menyerah, dan yakin bahwa visi dan misinya sama. Pasti susahlah menyamakan isi enam kepala. Alhamdulillah, sampai jalan tahun kelima ini enggak ada perubahan personel atau apa pun," terang Rama.

PENGIN SEPERTI GODBLESS
Mimpi jadi kenyataan. Aksi mereka saat manggung di sebuah mal di Jakarta menarik perhatian Musica Studios. Di bawah Musica, pada Mei tahun ini Nidji merilis album debut mereka, Breakthru'.

Bermusik dan rekaman telah jadi cita-cita Andro, Adri, Giring, Rama, dan Randy sejak kecil. "Aku dulu dicela karena dianggap enggak bisa main musik. Setelah itu aku justru bercita-cita harus bisa main musik dan jadi sesuatu di musik. Awalnya, orangtua lebih nyuruh aku mikirin pendidikan dan kalau bisa musik hanya dijadikan sebagai hobi. Tetapi begitu lihat sekarang, mereka baru percaya dan support banget," jelas Andro yang jebolan sekolah musik Farabi.

Uniknya, bermusik bukan cita-cita awal Ariel. Dulunya, Ariel ingin kuliah S2 dan kerja kantoran. "Titik awal saya ingin serius di musik yaitu sejak Giring nyanyiin lagu-lagu yang saya bikin. Karena sebelumnya, Giring kan nyanyiiin lagi orang lain dan enggak keliatan timbre suaranya yang jadi ciri khasnya. Sekarang, saya merasa inilah jalan hidup saya dan ingin eksis di sini," ungkapnya.

Tembang Sudah, Child, dan Hapuslah Aku kini menghiasi stasiun radio di Tanah Air. Album mereka telah terjual sekitar 120 ribu kopi dan jadwal show ke berbagai daerah pun tak pernah putus. Mereka jadi idola baru. Hal ini jelas berbeda dengan sebelum album Breakthru' dirilis.

"Kami pernah punya pengalaman unik dan lucu. Waktu itu, begitu kami sampai di tempat manggung, panitia bilang tiketnya sold out. Kami senang banget dong. Pas masuk ke venue ternyata kosong dan cuma terisi 15 orang. Ha…ha… Ya udah, jadinya kayak meet and greet. Tapi sekarang setiap kali orang bilang sold out ya benar-benar habis dan terisi ribuan orang," kisah Giring.

Namun, bukan berarti para personel Nidji tak mengalami culture shock menghadapi ketatnya jadwal show. "Dulu waktu SMA, aku sempat ngalamin bete di rumah dan pengin ke luar rumah terus. Kalau sekarang beda, karena sering ke luar, penginnya di rumah terus. Benar-benar kangen banget sama rumah. Akhirnya, ya just face it," ujar Andro.

Hal sama diungkapkan Rama. "Kaget sih iya tapi yang pasti bangga dengan hasil kerja keras selama empat tahun. Dan enggak nyangka ternyata orang suka dengerinnya. Itu yang bikin kaget. Yang namanya ngeluh terjadi banget waktu masih bulan-bulan pertama. Pernah, begitu sampai Jakarta dari Malaysia jam 12 siang, ada interview dari jam 13.00 sampai sore. Setelah itu, malamnya kami masih harus manggung di radio dari jam 20-22. Tapi itulah risikonya."

LATIHAN DI KAMAR MANDI
Hal yang tak diduga para personel Nidji adalah rasa capek yang mendera. Namun, mereka punya berbagai cara untuk mengatasi rasa capek tersebut. Biasanya mereka bercanda, main games, dan yang pasti saling mendukung jika ada personel yang down.

Khusus untuk Rama, tak hanya sibuk sebagai gitaris Nidji, dia juga masih menjadi penyiar sebuah radio swasta di Jakarta. "Untuk jadwal aku masih ngutamain Nidji. Untungnya, dari pihak radio juga ngasih dispensasi. Kalau ditanya asyik mana nyanyi atau jadi penyiar radio, ya beda. Kepuasannya beda. Aku enggak bisa milih. Istilahnya, kepuasan minum enak sama makan enak. Enggak bisa dijadiin satu. Dua-duanya enjoy."

Lebih jauh, Nidji tak ingin eksis di dunia musik Indonesia alias tak sekadar numpang lewat. "Pokoknya kami ingin main musik sampai perut kami buncit, rambut ubanan, dan membotak. Pokoknya pengin kayak God Bless," ujar Giring. Karena itu, mereka tak berhenti belajar.

Semisal Giring. Vokalis berambut kribo ini senantiasa mengasah kemampuan pronounciation bahasa Inggrisnya lewat teve dan dari keluarganya yang memang fasih berbahasa Inggris. Namun menurutnya, untuk masalah nyanyi, "Cukup latihan di kamar mandi sembari mandi. Ha…ha…."

Lantas, apakah Nidji akan tetap setia dengan aliran Britpop? "Kalau ngomongin Britpop dan Nidji, pastinya Britpop akan jadi base-nya atau rangkanya. Tapi kalau soal perkembangan sound-nya, ada zamannya tersendiri. Jadi kalau kami nyasar, balik ke sini lagi. Kami harus ingat bahwa identitas kami di sini (Britpop)," jelas Adri.

source: nova

Album Baru, Nidji Ungkap Perselingkuhan

Jakarta, Grup band Nidji sudah tak sabar untuk merilis album baru. Di album yang diharapkan bisa rilis tahun itu, grup dengan hits 'Heaven' itu akan mengungkap sebuah perselingkuhan. Siapa?

"Ada deh, yang nyiptain lagu ini," kata Giring sang vokalis berahasia, saat ditemui di Soundrenaline 2007 di Lapangan Birigif II, Cimahi, Bandung, Minggu (30/7/2007) malam.

Giring bertutur di album baru, Nidji akan lebih ngerock. Meski begitu tema cinta, persahabatan tak lupa perselingkuhan akan mereka bahas.

"Pokoknya lagu-lagunya nanti isinya apa aja yang udah kita jalanin," ujarnya.

Sejauh ini album baru Nidji penggarapannya baru 20 persen. Giring masih belum tahu apakah ia dan teman-temannya akan kembali membuat album dalam dua versi yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.(eny/eny)

source: detikhot

Nidji Jualan Kaus Buat Korban Lumpur Lapindo

Jiwa sosial personel band Nidji perlu diacungi jempol. Belum lama ini, mereka sengaja menjual baju untuk disumbangkan ke korban lumpur Lapindo. Kaus bertulisan Nidjiholic for Sidoarjo itu dijajakan para personel Nidji selama Soundrenaline 2007.

Ide untuk jualan baju datang dari para penggemar Nidji yang menamai diri mereka, Nidjiholic. Baju tersebut dibandrol Rp50 ribu. Hanya Rp10 ribu yang diambil oleh Nidji untuk mengganti biaya produksi. Sisanya disumbangkan untuk korban lumpur.

“Nantinya hasil penjualan baju itu akan dibelikan peralatan sekolah untuk anak-anak korban lumpur,” cerita Giring usai manggung Soundrenaline 2007 di Lapangan Brigif II, Cimahi, Bandung.

Band dengan hits Hapus Aku, Heaven, dan Disco Lazy Time itu sudah pernah mengunjungi korban lumpur, sekitar awal Maret. “Kebetulan singgah di Sidoarjo. Setidaknya kita bisa sedikit menghibur di Pasar Porong,” pungkas vokalis berambut kribo itu.(hds)

source: sumatera express

Rumah Baru Nidji

Karena merasa tidak enak dengan keluarga Andro, seluruh personel Nidji sepakat boyongan ke markas baru mereka di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu. Pasalnya, sejak personel band itu masih duduk di bangku SMA, lalu bergerilya di jalur indie, rumah sang pembetot bas itu selalu dijadikan markas.

Susahnya, hampir setiap hari personel Nidji berkumpul. Belum lagi ketika mereka mulai beken, banyak juga Nidjiholic, sebutan buat fans band ini, yang menyambangi markas lama tadi. Tentu saja ini ikut merepotkan sang pemilik rumah. Akhirnya, "Kami sepakat untuk tidak merepotkan Andro dan keluarga," kata Giring, sang vokalis, kepada Sholla Taufik dari Gatra.

Markas baru ini, lanjut Giring, tak sekadar tempat ngumpul. Belajar dari senior mereka seperti Slank, Nidji ingin membentuk sebuah komunitas via markas tersebut. Malah Giring sudah bisa menceritakan agenda mereka di sana. "Setiap enam bulan bakal ada kumpul kecil-kecilan, dan setahun sekali Nidjiholic dari berbagai daerah akan diundang," katanya.

[Apa & Siapa, Gatra Nomor 30 Kamis, 7 Juni 2007]

Agenda Concern Giring Nidji

Giring Ganesha luar biasa bete ketika tampil di sebuah kafe, Jumat malam dua pekan lalu. Tiba-tiba mikrofon di tangannya mati, sementara instrumen personel Nidji lainnya masih keras terdengar. Bolak-balik memberi isyarat pada petugas, mikrofon tetap tak berfungsi. Puncak kekesalannya terjadi ketika seluruh aliran listrik di kafe itu padam, selepas tengah malam.

Baru saja ia hendak beranjak meninggalkan panggung, tiba-tiba sebuah cake lengkap dengan lilin ulang tahun diboyong ke atas panggung. Rupanya malam itu vokalis berambut kriting ini sedang dibuatkan pesta kejutan. Maklum dini hari itu, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini genap berusia 24. "Wah, gue dikerjain nih," katanya, kali ini tanpa raut wajah bete.

Kejutan tak berhenti sampai di situ. Ketika kembali ke markas Nidji di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, sejumlah Nidjiholic --sebutan untuk penggemar band itu-- memberikan surprise lain. Bukan hanya penggemar yang hadir, bahkan Indrawati Widjaja, bos Musika Studio's, juga ikut ambil bagian.

Bertambah satu tahun rupanya membawa perubahan cukup besar bagi Giring. Pemikirannya makin dewasa. "Sekarang saya concern banget pada masalah yang dihadapi generasi muda bangsa ini," katanya kepada Carry Nadeak dari Gatra. Perhatian itu timbul setelah ia memperhatikan beragam anak-anak muda dari berbagai daerah ketika Nidji melakukan tur. "Mereka sudah sampai pada taraf apatis atas masa depan," katanya.

Karena itu, bersama Nidjiholic, ia mengagendakan beberapa aksi. Dibalut tema "Nidjiholic Care", mereka berencana membantu masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, yang dilanda musibah banjir lumpur. Sedangkan untuk menangkal sikap apatis tadi, Giring memanfaatkan show sebagai ajang kampanye. "Saya ingin generasi sekarang membuka mata dan menyadari bahwa banyak hal bisa diubah dan dicapai," katanya.

[Apa & Siapa, Gatra Nomor 37 Kamis, 26 Juli 2007]

Twitter Connect

Follow nidji on Twitter

Facebook Connect

On Blogger >>| On Facebook >>| On Facebook Page >>| On Twitter >>| On Imeem >>| On Friendster >>| On YouTube >>| On Flickr >>| On BlogDetik

Official Video