Lets Search!

Loading...

Facebook Connect


Agenda Concern Giring Nidji

Giring Ganesha luar biasa bete ketika tampil di sebuah kafe, Jumat malam dua pekan lalu. Tiba-tiba mikrofon di tangannya mati, sementara instrumen personel Nidji lainnya masih keras terdengar. Bolak-balik memberi isyarat pada petugas, mikrofon tetap tak berfungsi. Puncak kekesalannya terjadi ketika seluruh aliran listrik di kafe itu padam, selepas tengah malam.

Baru saja ia hendak beranjak meninggalkan panggung, tiba-tiba sebuah cake lengkap dengan lilin ulang tahun diboyong ke atas panggung. Rupanya malam itu vokalis berambut kriting ini sedang dibuatkan pesta kejutan. Maklum dini hari itu, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini genap berusia 24. "Wah, gue dikerjain nih," katanya, kali ini tanpa raut wajah bete.

Kejutan tak berhenti sampai di situ. Ketika kembali ke markas Nidji di kawasan Perdatam, Jakarta Selatan, sejumlah Nidjiholic --sebutan untuk penggemar band itu-- memberikan surprise lain. Bukan hanya penggemar yang hadir, bahkan Indrawati Widjaja, bos Musika Studio's, juga ikut ambil bagian.

Bertambah satu tahun rupanya membawa perubahan cukup besar bagi Giring. Pemikirannya makin dewasa. "Sekarang saya concern banget pada masalah yang dihadapi generasi muda bangsa ini," katanya kepada Carry Nadeak dari Gatra. Perhatian itu timbul setelah ia memperhatikan beragam anak-anak muda dari berbagai daerah ketika Nidji melakukan tur. "Mereka sudah sampai pada taraf apatis atas masa depan," katanya.

Karena itu, bersama Nidjiholic, ia mengagendakan beberapa aksi. Dibalut tema "Nidjiholic Care", mereka berencana membantu masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, yang dilanda musibah banjir lumpur. Sedangkan untuk menangkal sikap apatis tadi, Giring memanfaatkan show sebagai ajang kampanye. "Saya ingin generasi sekarang membuka mata dan menyadari bahwa banyak hal bisa diubah dan dicapai," katanya.

[Apa & Siapa, Gatra Nomor 37 Kamis, 26 Juli 2007]

No comments: