Lets Search!

Loading...

Facebook Connect


All The Way To The TOP (RS Edisi 13/2007)





Top Up adalah judul album kedua Nidji.
Sebuah judul yang mencerminkan hasrat anak-anak muda ini menggenjot gas dalam-dalam untuk segera sampai di puncak karirnya. Album pertama mereka, Breakthrough, telah sukses terjual lebih dari 400 ribu kopi. Sebuah angka yang sebenarnya terlalu kecil untuk ledakan popularitas yang menghajar mereka secara bertubi-tubi.

Sepanjang tahun mereka diundang tampil di pelosok Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga Hong Kong. Bermacam penghargaan ikut menghampiri, termasuk gelar The Conquering Kids yang terukir pada Editors' Choice Award 2007 dari Rolling Stone. Bulan Agustus lalu penyelenggara festival musik terbesar di Indonesia, A Mild Live Soundrenaline, bahkan memilih mereka sebagai "Band Who Performs The Best Changes" lantaran dianggap paling mumpuni menterjemahkan tema Sounds of Change. Sebagai hadiah atas gelar tersebut, pada 27 September lalu mereka telah menemukan diri mereka berlabuh di bandara Charles De Gaule, Paris, untuk pesiar selama 5 hari 3 malam di kota paling romantis di dunia sambil menikmati salah satu tontonan paling dicari saat ini, konser reuni The Police.

Semua itu cukup untuk mengisi ulang tenaga, stamina, dan kreativitas mereka dalam menggarap album kedua yang terdengar lebih simpel dan fresh, dan bisa jadi akan mengantar mereka ke posisi yang lebih tinggi lagi.

Banyak pengalaman dialami Giring Ganesha (vokal), M. Ramadhista Akbar (gitar), Andi Ariel Harsya (gitar), M. Andro Regantoro (bass), Randy Danistha aka RunD (keyboard), dan M. Adri Prakarsa (drum) sejak pertama kali merilis album debut hingga menjelang rilis album kedua ini. Salah satu momen tak terduga terjadi di atas Mass Rapid Transportation di Hong Kong. "Dulu pernah kebayang nggak kita main di Hong Kong?" tanya Giring saat itu pada Vele, manajer Nidji. "Kalau boleh berkhayal, gue pengen suatu saat nanti kita main ke Paris," tambahnya sambil bersandar di tiang di dalam kereta api itu. "Sekarang kami di Paris. Tadi malam Giring mengulang mimpi yang sama di atas Metro. Dia bilang pengen ke Jepang. Siapa tahu nanti jadi kenyataan lagi," kisah Vele pada Rolling Stone di atas bus dalam perjalanan menjelajahi kota Paris.

Hari itu adalah hari ketiga Nidji di Paris. Mereka tidak sendirian. Lima orang petinggi A Mild menemani perjalanan Nidji bersama seorang pemenang kuis yang disebut sebagai Agent Of Changes, Vele (personal manajer Nidji), Rolling Stone, Jimmy Herianto (wartawan senior koran Kompas), kakak perempuannya Giring, dan seorang tour leader yang selain aktif menjelaskan berbagai tujuan wisata juga senang menyentil hal-hal politis.

Sebuah perjalanan yang menyenangkan mengingat tingkah laku masing-masing personel Nidji. Giring adalah figur adik yang sangat sayang pada kakaknya, mempunyai wibawa agak lebih tinggi dibanding teman-temannya, dan selalu berucap, "Oh my God," ketika melihat hal yang dikaguminya. Ariel adalah sosok pendiam yang bijak dan lugas dalam bertutur. RunD adalah yang paling jahil, kocak, dan sering memilin rambutnya membentuk kumis Pak Raden sambil menirukan beberapa logat maskot film Si Unyil itu. Andro adalah seorang penggila gadget, ia juga berhati lapang dan tak geram ketika dijadikan subyek penderita alias bulan-bulanan temannya. Sedangkan Rama dan Adri adalah tipe yang antusias dalam setiap percakapan dan tertawa paling lepas di setiap kesempatan.

Majalah RollingStones Edisi 13/2007

No comments: