Lets Search!

Loading...

Facebook Connect


Tour Nidji @ Medan: Berbagi Kesenangan

Nidji Berbagi Kesenangan Bersama Anggota simPATIzone

Nidji penyempurnaan nama dari kata Niji diambil dari bahasa Jepang yang berarti Pelangi. Para personelnya menyukai dan menyetujui konsep dengan nama itu, karena kata Nidji sangat merefleksikan warna musik mereka yang beragam serta berbeda satu sama lain, namun bisa membiaskannya dalam satu warna musik.

Konsep musik Nidji adalah modern rock memadukan unsur-unsur lain, seperti progresif, funk, alternatif, dan pop. Grup-grup band yang secara tidak langsung mempengaruhi dan menjadi inspirasi terhadap corak musik NidJi, antara lain L'Arcenciel, Coldplay, Goo Goo Dolls, U2, Radiohead, Smashing Pumpkins, The Verve, Dave Matthews, The Killers sampai Keane.

Sejarah awal terbentuknya band Nidji yaitu dari persahabatan antara Rama-gitaris dan Andro-bassit. Persahabatan mereka berkembang terus dalam dunia musik. Selanjutnya bersama Ariel-lead gitaris yang telah bergabung dengan mereka, terciptalah sebuah lagu berjudul Maria.
Namun lagu itu belumlah sempurna dan masih membutuhkan sentuhan vokal. Kemudian mereka bertemu dengan Giring-vokalis yang selanjutnya dapat melengkapi lagu Maria dengan mengisi vokal pada lagu tersebut. Setelah itu, Andro merekomendasikan Adri sebelumnya telah sering melakukan jam session bersamanya untuk menempati posisi sebagai drummer.

Mereka berempat Ariel, Andro, Adri dan Giring lalu menghubungi Rama yang sempat terpisah sebelum terciptanya lagu Maria untuk mencoba bermain musik bersama hingga akhirnya menemukan kecocokan visi dan misi. Pada awal Februari tahun 2002, terbentuklah Nidji dalam formasi awal. Lalu pada awal April tahun 2005, Nidji menambah personelnya menjadi enam, yaitu seorang keyboardist bernama Randy yang merupakan sahabat Giring sang vocalist.

Begitulah sedikit tentang grup band Nidji yang Sabtu (20/1) malam berhasil menggetarkan Pardede Hall bersama dua ribuan penggemarnya sebagian besar anggota simPATIzone.

Sebelum menghangatkan suasana dingin menyelimuti kota Medan, Jumat (19/1) sore mereka bertemu anggota simPATIzone di Garuda Plaza Hotel dalam acara Meet & Greet dihadiri Ardi Afriady-Manager Telkomsel graPARI Medan selaku penyelenggara Nidji Live In Concert di 10 kota.

Dalam paparannya, Ardi Afriady menuturkan, selain Medan, konser Nidji juga diselenggarakan di Pekanbaru, Padang, Denpasar, Samarinda, Balikpapan, Malang, Yogya, Palembang dan Batam. simPATIzone merupakan komunitas khusus pelanggan simPATI memberikan berbagai kemudahan diantaranya gratis download beberapa logo, picture massage, ring tone serta diskon 50 persen penggantian kartu yang hilang.

Kehadiran Nidji dihadapan para simPATIzoner, bukanlah hal baru, karena sebelumnya anggota simPATIzone juga telah dimanjakan dengan hadirnya Keith Martin di Medan, Glenn Freadly, Sheila on 7 serta lainnya. Komunitas simPATIzone ini seperti penuturan Ardy Afriady memang mendapat pelayanan istimewa dengan berbagai macam bentuk apresiasi diberikan seperti halnya menyaksikan langsung konser Nidji.

Nidji sendiri tampil memikat dihadapan penggemarnya, walaupun sudah tiga kali melakukan konsernya di Medan, namun tidak mengendorkan semangat Nidjiholic bergembira ria dalam lantunan lagu-lagu dibawakan Giring dan kawan-kawan. 11 lagu lagu dimainkan Nidji cukup menggetarkan semangat anak Medan yang seolah tak sabar menanti kehadiran mereka. Teriakan histeripun tak terhindarkan saat lampu Hall dimatikan.

Giring dengan gaya khasnya mempermainkan tangannya langsung menghangatkan suasana dalam balutan musik brit-pop 'Child' maupun 'Heaven'. Konser Nidji agak berbeda dari sebelumnya, karena mereka menempatkan dua lagu milik grup lain Seperti Yang Kau Minta (Chrisye) serta Bento (Iwan Fals).

Tidak cukup dengan itu, mereka pun membawakan hits Nidji lainnya diantaranya Break Thru, Manusia Sempurna dimainkan Giring secara solo menggunakan akustik piano. Lakuta, Sudah, Hapus Aku, Kau dan Aku adalah deretan lagu-lagu Nidji yang cukup dikenal penggemarnya.

Giring vokalis Nidji berambut kribo ini boleh dibilang sebagai mascotnya Nidji. Gayanya cukup lincah dengan gerakan kakinya serta permainan tangannya yang konon meniru gayanya penyanyi grup The Door Jim Morison.

Menyadari Nidjiholic mulai panas, ia pun turun panggung mendekati fansnya sambil bernyanyi di balik pagar pembatas. Kesempatan tersebut ternyata tak disiasiakan penggemarnya dengan mengarahkan camera digital, ataupun melalui Hape. Nidji mengakhiri konsernya berlangsung sekitar 45 menit lewat Lagu cukup seronok 'Disco Lazy'

Walaupun terkesan sangat sederhana dengan konsep panggung cukup minimalis, namun pelangi Nidji tetap saja memberi kecerahan warna-warni disetiap kota mereka singgahi. (m12) (ags)

Taken from: WASPADA Online

No comments: