Lets Search!

Loading...

All Time Stories

NIDJI, NIDJIholic & The Cyber


Ofiicial Site NIDJI di : http://www.nidjiholic.com dalam masa perbaikan dalam beberapa waktu kita ke depan kita lagi ngerancang desain barunya, kita minta masukannnya dari NIDJIholic tentang desain dan kontennya… kirimkan aja ke imel tamtomo@nidjiholic.com

Sementara NIDJIholic selain mendapatkan informasi tentang NIDJI & NIDJIholic di blog ini, juga dapat melalui beberapa site yang ada internet antara lain di:

Blog : http://www.nidji.blogspot.com atau di http://www.nidjizone.multiply.com (artikel, schedule, foto & video)
Mailing List : http://groups.yahoo.com/group/nidjizone atau di http://launch.groups.yahoo.com/group/nidjiholic (tempat kumpulnya NIDJIholic bertukar pikiran atau share pengalaman dengan NIDJI, sesama NIDJIholic)
MySpace : http://www.myspace.com/indonesianidji (kalo yang ini bikinan andro)
Imeem : http://www.imeem.com/nidjizone (buat yang pengen denger versi lain dari lagu NIDJI, karaoke version, live version atau liat video klipnya)
Flickr : http://www.flickr.com/nidji (foto- foto kegiatan NIDJI plus NIDJIholic)
Friendster : http://www.friendster.com/nidjizone (boleh gabung disini kok).
Youtube : http://www.youtube.com/ (kumpulan video live NIDJI search pake kata kunci: NIDJI, TamtomoVideo)

OK yang jelas Kalo pengen tau informasi tentang NIDJI dan NIDJIholic dapat kunjungi alamat-alamat di atas, kita akan usahakan untuk selalu update termasuk laporan dari NIDJI sendiri saat melakukan Tour.

Reportase AML Rising Stars Cianjur & Tasikmalaya

Hari Sabtu (15.03.2008) akhirnya NIDJI manggung di Kota Cianjur, setelah ada pembatalan penampilan mereka di Jawa Barat (Bandung dan Sukabumi) sesuai jadwal.
Baru kali ini NIDJI manggung seperti di Woodstock Festival. Seperti yang diungkapkan Rama Nidji via Yahoo! Messenger beberapa saat yang lalu, venue penuh dengan lumpur termasuk di tempat NIDJI maen karena pentas sambil ujan-ujanan dan gak menyurutkan niat penonton Cianjur buat bergoyang.

Sambil lempar-lemparan lumpur, termasuk lemparan yang ke panggung, bahkan Giring-pun mengolesi mukanya dengan lumpur sambil bawain hits-hits dari album Top Up dan Breakthru'. Yang jelas seru banget manggung berlumpuran dan gak takut kesetrum... he.. he... Mungkin fotonya lain kali kita posting.

Trus di Hari Minggu (16.03.2008), NIDJI melanjutkan lawatan bersama AML Rising Stars ke Kota Tasikmalaya, menurut berita di TV konser di Tasikmalaya ini terjadi kerusuhan, ya seperti biasa penonton gratisan yang menjadi penyebabnya yang memaksakan masuk ke venue meski gak punya tiket. Akhirnya penonton gratisan yang jumlahnya separuh penonton yang yang bikin kekisruhan selama pertunjukan mulai dari awal sampai akhir. Tapi menurut Rama sendiri gak ada masalah selama NIDJI main dan tetap melanjutkan pertunjukan sampai akhir.

written by: tamtomo@nidjiholic.com

Bintang Sore Hari di Tasikmalaya

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya A Mild Live Rising Stars 2008 tiba juga di kota santri, Tasikmalaya, minggu (16/03). Kali ini berbeda dengan kota-kota sebelumnya, karena acara diadakan siang hingga sore hari. Sebuah hal yang baru tentunya bagi para rising stars yang manggung hari ini. "Rupanya seru juga ya maen sore-sore, kita nggak pernah sebelumnya dan ini baru pertama kalinya," kata Andra dari Andra and The Backbone (AATB) terkesan dengan pengalamannya.

Panggung yang baru benar-benar berdiri sekitar pukul dua kurang, tidak membuat penonton yang sudah berdatangan kecewa dengan pemunduran waktu satu jam dari rencana. Mereka dapat mewajarkan keterlambatan yang terjadi. Dan salut untuk Deteksi Production selaku promotor yang dapat menciptakan keajaiban setting panggung dengan cepat tapi sempurna. "Kita memastikan jam dua pas acara udah bisa mulai, walaupun masih keliatan ada yang belum selesai diberesin, ntar aja liat sendiri hasilnya," kata Ucok, Stage Manager Deteksi memastikan ditengah kegelisahan penonton.

Benar saja apa yang telah diprediksikan, Geisha yang menjadi pembuka acara siang ini mampu memberikan suguhan yang sempurna untuk penonton, dengan sound yang berdentum tanpa cerla. Momo sang vokalis mampu menyihir mata penonton mengikuti pergerakan tubuhnya. Selain itu lagu pop yang santai dapat menyejukkan suasana teriknya matahari Tasikmalaya.

Rama pun naik panggung setelahnya. Masih dengan irama pop percintaan, kali ini penonton mampu menyanyi bersama sang vokalis. Walaupun diakui Rama mereka baru pertama kali manggung di Tasik semegah ini, mereka seakan tak percaya atas antusias masyarakat yang paham musik mereka. Lagu-lagu macam "Bidadari" dan "Bertahan" dapat diiringi satu lagu full oleh penonton.

Tak ingin memutuskan benang merah tema percintaan, The Rain melengkapi hasrat penonton untuk bersedih-sedihan. Tidak tanggung-tanggung, mereka pun meminta penonton untuk melambaikan tangan ke udara dengan menghayati lagu mereka agar suasana lebih riil. Lagu mereka yang sangat mudah untuk dilantunkan bersama, membuat penonton seakan berkaraoke walaupun ada juga yang tidak hafal dengan lagu-lagu The Rain.

Hingar-bingar penonton pun semakin menjadi. d'Masiv yang mengisi jejeran Rising Stars dapat membakar semangat penonton untuk jingkrak-jingkrakan. Menggeber lagu-lagu "Sebelah Mata" dan "Diam Tanpa Kata" yang ngebeat membuat penonton tidak bisa diam ditempat. Sesuatu yang sangat membuat bangga d'Masiv tentunya adalah banyaknya penonton yang hafal dengan lagu mereka, dan tidak sedikit juga yang histeris melihat aksi panggung penuh penghayatan dari d'Masiv.

d'Masiv telah menyulutkan api gairah penonton. Awan-awan hitam mulai menutupi sebagian wajah matahari, tidak dapat membuat penonton untuk menikmati suasana malas-malasan sore ini. Andra and The Backbone masih belum masuk ke tengah panggung, tapi penonton sudah ke ge-eran akan menyaksikan panggung mereka. Dan akhirnya api yang talah disulutkan tadi benar-benar terbakar kali ini.

Distorsi khas AATB membuat tubuh penonton yang tadinya seperti terikat, sekarang sudah terlepas dari ikatan. Nada kemarahan yang terucap dari AATB dibalut sound berat benar-benar menyambuk penonton untuk terbenam dalam adrenalinnya sore ini. "Sempurna" dan "Musnah" terdengar sangat keras. Semua penonton ikut bernyanyi, baik mereka yang memang hafal atau juga hanya tahu beberapa kalimat seperti 'sakit hatiku'. Histeria pun menjadi pada saat Andra maju ke lidah panggung untuk membuka kaosnya. Perebutan di jejeran penonton yang ingin merebut kaos menjadi pemandangan terakhir permainan AATB.

Sudah jelas penonton paham siapa band selanjutnya yang akan tampil. Para Nidjiholic yang berada ditengah kerumunan penonton pun dengan pe-de nya maju ke bibir panggung untuk melihat sang pujaan hati main sore ini. Sound Electronic yang menjadi pembuka membuat histeria cowok-cewek bersyal ini semakin menjadi-jadi.

Lantas Giring yang sudah ada di atas panggung langsung mengajak berjoged seperti yang ia tunjukkan. Tanpa harus disuruh, penonton dengan sendirinya mengikuti perkataan yang diucapkan Giring pada lagu-lagunya. Penghayatan baru terasa pada saat GIring berceramah sedikit tentang ditinggalkan seseorang, dan itu menjadikan suasana haru yang penuh kedamaian. "Jangan Lupakan" menjadi sebagai obat penenang yang langsung bereaksi pada penonton.

Reaksi obat pun berhenti. Penonton yang dari tadi sudah tak sabar untuk ber-disko-ria akhirnya tersalurkan. Walaupun mereka semua sangat tidak berbakat dalam berdisko, tetap saja joged asal-asalan penonton sangat melengkapi suasana meriah sore ini, walaupun langit masih terlihat cukup terang. "Hapus Aku", "Disco Lazy Time", dan "Biarlah" menjadi penutup konser dengan klimaks. Janji pihak penyelenggara pun terbukti acara bakal berjalan dengan lancar dan meriah. Good work guys!

source: amild.com

Cianjur Dipenuhi Rising Stars

Hujan telah berhenti. Lumpur yang tadinya hanya mengotori celana, sekarang sudah mencapai baju. Bahkan ada yang sudah menjadi mudman. Keadaan seperti ini mengingatkan kita pada Woodstock, yang penuh dengan penonton antusias dilumuri lumpur. Tapi kali ini di Cianjur, di A Mild Live Rising Stars, Sabtu (15/03).

Andra and The Backbone (AATB) tampil sebagai band rising stars yang membuka acara setelah rehat sejenak. Raungan gitar distorsi yang sebelumnya jarang kita dengar pada lagu-lagu Andra tanpa AATB, kali ini jangan khawatir. Selama penampilan penuhnya kita benar-benar diberikan suntikan adrenalin untuk nge-rock. Jelas saja, penonton sudah benar-benar tidak mempedulikan sekelilingnya lagi. Mereka sekarang seperti masuk kedunianya sendiri dengan nuansa yang dibangun AATB.

Dimulai dengan lagu "Dengarkan Aku" dari album keduanya yang sebentar lagi keluar, tidak membuat penonton kebingungan. Bagi yang tidak tahu tetap saja dapat menikmati malam ini dengan semangat. Beberapa lagu pun berlanjut, hingga tiba-tiba dari kejauhan pun terdengar. "Kau begitu sempurna. Dimataku kau begitu indah," hampir satu lapangan menyanyikan lagu "Sempurna" dengan sempurna, dari awal hingga akhir. Tak terhenti sampai di situ. Suasana yang sudah memanas, tidak juga diberikan waktu oleh AATB untuk mencair, bahkan hingga sang pamungkas "Musnah" dibawakan, penonton masih kompak untuk menyanyi bersama diikuti dengan ber-head-banging tanpa henti.

Yang awalnya bermandikan keringat, sekarang sudah bermandikan lumpur juga. Bukan hanya pakaian yang kena, sekujur tubuh, luar dalam terkena lumpur baik oleh perbuatannya sendiri maupun terkena dari orang lain. Penonton sangat terlihat bersemangat dengan 'makeup' macam itu. Isitrahat dari beat-beat kencang, datang lah musisi yang ditunggu-tunggu.

Peterpan naik keatas panggung tanpa Ariel? Serentak penonton pun meneriakkan, "Ariel...." bersahut-sahutan. Musik pun masuk, intro lagu "Langit Tak Mendengar" akan habis baru cowok kharismatik asal Bandung itu naik dengan hidrolik di lidah panggung. Bukan hanya bernyanyi sambil ada yang berharap panggilannya didengar Ariel, ada juga penonton yang terlihat bangga membawa cover album "Hari Yang Cerah". Semestinya Ariel melihat hal ini, agar mereka dapat mengetahui Cianjur adalah pendengar musik yang antusias.

Atraksi Ariel dkk. diatas panggung seakan tidak ada matinya. Mulai dari mengkiaskan teks lagu "Di Balik Awan", hingga "Menghapus Jejakmu" yang memperagakan gayanya di video clip spontan membuat penonton semakin geger. Teriakan penonton disela-sela menyanyikan lagu Peterpan, seakan menjadi rutinitas yang penting untuk memanggil nama personil satu persatu. Karakter lagu Peterpan yang lebih mengarah ketempo yang pelan tidak membuat penonton ingin menghentikan loncat-loncat kecil mereka, hingga lagu terakhir mereka "Topeng" yang cukup ngebeat, membuat perform mereka menjadi klimaks.

Nuansa ke-British-an masih akan terasa pada penampilan langganan A Mild Live Rising Stars 2008, Nidji. Panggung masih gelap, bumper branding telah selesai, dan terdengarlah intro lagu "Heaven" sebagai woro-woro buat penonton bahwa mereka harus bersiap untuk berdisko rock n roll ala Nidji.

Suara keyboard electronic-nya Run-d menjadi pemolek musik Nidji yang ngebeat. "Child" menjadi lagu pembuka dari Giring. Teriakan memanggil nama personil semakin keras saja, belum lagi pada saat ia tampil dilengkapi dengan semburan kembang api di panggung. Penonton pun semakin terlihat brutal. Mandi lumpur kali ini sudah merambah pada "memandikan lumpur pada orang lain". Loncat-loncatan yang mulai tak karuan rupanya menjadi perhatian dari Nidji. Giring pun meminta para penonton untuk tenang dan tidak rusuh, otomatis langsung dituruti.

Kejutan lainnya yang dibawakan oleh Nidji adalah datangnya para Nidjiholic ke atas panggung, dan ini sangat membuat iri penonton lain, untuk bernyanyi dan menari bersama lagu "Arti Sahabat". Giring pun terdiam, dan dia bercerita tentang sakitnya kehidupan percintaan menjadi opening yang pas untuk lagu "Cinta Takkan Pernah Sama". Tiba-tiba suasana sedih seakan muncul begitu saja. "Untuk semua Nidjiholic Cianjur, mari kita berdoa sejenak untuk salah satu orang yang sangat berarti pada acara ini yang telah meninggalkan kita duluan," Giring memberitakan meninggalnya mas Isran dari Deteksi Production hari Jumat (14/03).

"Jangan Lupakan" menjadi soundtrack yang mengiringi suasana mendung
dihati, yang diikuti oleh koor penonton yang setia menjadi backing vocal. Ingin kembali mengangkat semangat penontonnya, "Hapus Aku" menjadi pemicu gairah penonton yang telah diistirahatkan sejenak. Berlanjut dan berlanjut. Penonton seakan hafal semua lagu Nidji. Sehingga lagu "Biarlah", yang menjadi lagu penutup acara malam ini, penonton sudah dapat menebak dengan ada yang bernyanyi-nyanyi lagu tersebut.

Seperti seorang anak kecil yang baru mendapatkan permen dari orang tuanya, penonton girang bukan main. Venue seakan bergoyang mengikuti irama musik. Hingga lagu selesai, permintaan encore dari penonton seakan hampa tanpa tanggapan. Hari ini telah selesai. Benar-benar pemandangan yang seru di Cianjur. Cuaca dan lapangan tidak menjadikan hambatan apapun dibandingkan datang menonton, sekaligus mensupport musik Indonesia.

source: amild.com

Giring Rencanakan Pameran Foto

Vokalis band ternama seperti Giring rupanya tak hanya pandai membuat penontonnya berjingkrak-jingkrak. Vokalis grup band Nidji itu juga mahir membidikkan kamera.

Dari hobi fotografi itu pula, Ia ditawari untuk menggelar pameran oleh salah satu fotografer ternama Indonesia.

Iya, aku juga kaget banget pas ditawarin pameran sama dia,” jelas pria berciri khas rambut kribo itu. Giring ditemui detikhot di sebuah acara pagelaran musik di Lapangan Dadaha, Jl Dadaha, Tasikmalaya, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Sayang, Giring belum mau cerita kapan pameran tersebut akan digelar. Semua katanya masih dalam tahap perencanaan. Namun, ia sudah memilih 70 hasil jepretan pribadinya. Semua karya itu ia kumpulkan sejak awal belajar fotografi.

Giring melakoni hobi fotografi sejak duduk dibangku SMU. Sudah banyak karya yang ia hasilkan.

Objek foto apa yang diminati Giring? Perempuankah? Tidak. Kekasih dari Inka itu mengaku lebih tertarik pada foto bertemakan human interest dan lingkungan. Sekali waktu pernah ia memotret anak kecil di pedalaman desa. Saat itu, ia dan band-nya sedang berada di sela-sela show.

Sayang, Ia hanya menjadikan fotografi sebagai hobi belaka. Sekadar iseng-iseng aja. Tapi, bukan berarti ia tak mau menjual hasil karyanya. “Yah, kalau emang bisa menghasilkan sih, syukur,” ujarnya seraya tertawa.

source: detikhot

Konser Musik di Tasikmalaya Rusuh

Minggu, 16 Maret 2008, 17:55:31 WIB

Konser musik dari grup band Nidji dan Andra and The Backbone, di Tasikmalaya, Jawa Barat, rusuh, Minggu sore (16/3). Pintu pengaman pun di Lapangan Dadaha, jebol.
Sejauh ini polisi menangkap tiga orang yang dituduh menjadi provokator. Mereka adalah penonton yang tidak memiliki karcis.
Dari pantauan myRMnews, sedikitnya 5.000 penonton yang umumnya anak muda tumpah ruah di lapangan. Sempat terjadi aksi lempar batu namun tak berlangsung lama karena polisi berhasil menangkap para pelempar batu.

Aksi mereka ini sudah memanas sejak Andra yang juga pentolan Dewa 19 masuk panggung. Kericuhan juga tidak berhenti saat Nidji mulai berjingkrak. Otomatis kericuhan terjadi sepanjang pergelaran musik yang disponsori produk rokok tersebut.

Sampai saat ini belum dilaporkan ada korban jiwa dalam kerusuhan itu. Sedikitnya dua peleton polisi yang dibantu personel TNI AD dan AU berjaga-jaga di setiap sudut Lapangan Dadaha.

source: http://www.myrmnews.com

3rd Single, Cinta Tak Pernah Sama

video

Cinta Tak Pernah Sama, single ketiga dari album Top Up bakal hits mengikuti kedua single sebelumnya Biarlah dan Jangan Lupakan.

Lagu bertempo Up Beat yang sering dibawain secara live dengan aransement berbeda termasuk pukulan bass drum bersahutan antara giring & rama serta instrumen klasik yang dipegang RunD.

Tunggu aja video klip terbarunya.

Giring Telanjang Dada

SAMARINDA, TRIBUN-Konser band di dua lokasi di Samarinda, Minggu (02/3) dibanjiri ribuan penonton. Di Lapangan GOR Segiri, Konser A Mild Live Rising Star menampilkan Mori ST 12, The Titans, Gigi dan Nidji dalam penutupan seleksi A Mild Live Wanted. Gigi dan Nidji tampil total di hadapan 5.000 penonton. Giring, vokalis Nidji tampil telanjang dada sehingga terlihat seksi.

Yang tidak kalah hebohnya penampilam Nidji yang menyuguhkan 10 lagu pada konser penutup acara A Mild Rising Star. Empat lagu Nidji di album kedua yang bertajuk Top Up juga menggoyang penonton Samarinda.
Empat lagu yang dibesut dari album terbarunya, yakni Arti Sahabat, Cinta Tak Pernah Sama, Jangan Lupakan dan Biarlah. Enam lagu lainnya seperti Heaven, Child, Sudah & Manusia Sempurna, Hapus Aku dan Disco Lazy Time dibesut dari album pertamanya yang bertitel Breakthru.

Nidji yang digawangi Giring (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass) dan Run-D (keyboard) mampu menghipnotis penonton. Saat lagu Sudah dilantunkan, di hadapan penonton Giring mengaku menulis lagu itu ketika gagal mendapatkan gadis yang sudah menjadi tunangannya.

"Saya sempat kurus, lalu Randi dan Ariel datang mengatakan kepada saya bahwa cinta tidak harus memiliki. Maka terciptalah lagu ini," ungkap Giring. Nidji menutup konsernya dengan membawakan lagu bertajuk Biarlah. Lagu penutup ini, menggoyang arena GOR Segiri lantaran penonton ikut berjingkrak.

Bahkan sang vokalis yang memiliki rambut kribo ini mengakhiri lagu Biarlah dengan bertelanjang dada. "God bless you Samarinda, god bless you Indonesia, jangan lupakan Nidji, karena Nidji tidak akan melupakan Nidjicholic (sebutan fans Nidji)," ucap Giring. (m11/bud)

Source: http://www.tribunkaltim.com

Nidji Ajak Nidjiholic Mandi Keringat

JOGJA - Lirik tembang Heaven langsung dilantunkan ribuan nidjiholic begitu Giring, sang vokalis grup musik Nidji membuka penampilannya di A Mild Live Rising Star di lapangan parkir Stadion Mandala Krida, Selasa (19/2) malam kemarin. Mereka pun rela bermandikan keringat mengikuti gerak atraktif yang tak pernah berhenti dilakukan Giring sepanjang pertunjukkan.

Grup musik yang digawangi Giring (vokal), Rama, Ariel (gitar), Andro (bass), Randy (keyboard), Adri (drum) tampil dengan 12 lagu dari dua album. "Sangat puas. Saya dan teman-teman nidjiholic sudah lama menunggu Nidji manggung di Jogja. Nidji memang oke, kami suka kesederhanaan mereka," komentar Julia, salah seorang Nidjiholic Jogja.

Sambutan histeris terdengar sepanjang penampilan Giring dkk di atas panggung raksasa berukuran 16 x 20 meter. Tembang-tembang seperti Heaven, Cinta Tak Selalu Sama, Hapus Aku, Tak Harus Memiliki, Disco Lazy Time, Kau dan Aku, Bila Aku Jatuh Cinta, Manusia Sempurna, Jangan Lupakan Aku, Arti Sahabat, dan Biarlah pun dilalap habis oleh para penonton.

"Jogja memang kota yang tak pernah terlupakan. Masa kecil saya habis di Jogja. Bagaimana enaknya bersepeda ke Langenastran Lor hingga ke Alun-Alun Utara. Kemarin sore (Senin, 18/2) kami menyempatkan bermain masangin di Alun-Alun Selatan," lontar Giring, kontan disambut teriakan bangga publik Jogja.

Sukses juga didapat artis Ari Lasso dan The Titans yang tampil sebelum Nidji. 10 tembang meluncur dari suara merdu penyanyi asal Surabaya itu. Kehadiran mantan volakis grup band Dewa 19 itu juga mendapat tempat spesial bagi pecinta musik di Kota Gudeg ini.

"Ini yang saya suka dari Jogja. Apresiasi musiknya sangat tinggi. Mereka juga akrab dengan lagu-lagu saya. Selalu ingin memberikan penampilan terbaik setiap saya ada pentas di Jogja," ucapnya.

Kepuasaan publik musik Jogja makin memuncak saat pentas akbar itu ditutup dengan pesta kembang api. Sebanyak 13 layar raksasa di areal panggung dan venue parkiran Stadion Mandala Krida pun menambah gebyarnya even gelaran PT HM Sampoerna Tbk dan Deteksi Production.

source: RADAR JOGJA, Jumat, 22 Feb 2008

Nidji & The Titans Goyang Ambon

Giring Nidji: saya jatuh cinta dengan keindahan serta keramahan orang Ambon!
AMBON-A MILD Rising Star 2008 di Kota Ambon yang berlangsung, Jumat malam (22/2) di Lapangan Upacara Brimob Tantui, Ambon berjalan lancar dan sukses. Hal ini memberikan kesan bahwa masyarakat Ambon sangat apresiatif terhadap musik dengan ditunjang oleh suasana yang benar-benar aman dan harmonis.

Dua grup band papan atas ibukota, Nidji dan The Titans yang didatangkan oleh Deteksi Production tersebut, benar-benar menggoyang Ambon dengan hits-hits mereka.

Sesuai pantauan, sejak pukul 19.00 Wit, Lapangan Brimob Tantui sudah dipadati para ABG Kota Ambon yang ingin menyaksikan langsung penampilan idola mereka. Tak peduli harus berdesak-desakan, mereka tetap berusaha mencari lokasi tontonan yang paling strategis.

Usai penampilan band pembuka, MC langsung mengundang The Titans untuk tampil ke pentas. Spontak saja histeria penonton makin menjadi-jadi. Meski merupakan band pendatang baru, namun lagu-lagu The Titans ternyata sudah tak asing bagi kawula muda Ambon.

Hal ini terlihat jelas, saat The Titans menyanyikan lagu-lagu mereka, para penonton pun ikut mendendangkan lagu-lagu tersebut.

Tampil sekitar satu jam dengan membawakan sedikitnya 8 lagu di album perdana mereka, The Titans diakhir penampilannya menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada masyarakat Kota Ambon yang sudah datang menyaksikan penampilan mereka.

Hisetria penonton makin menjadi-jadi, ketika tiba waktunya Nidji untuk tampil.
Riuh suara penonton makin terdengar, saat Nidji tampil di pentas, walau penampilan semalam merupakan yang kedua kalinya, namun kehadiran Nidji tetap ditunggu para penggemarnya. Apalagi, Giring sang vokalis mencoba berkomunikasi dengan penonton menggunakan bahasa Ambon.

Sedikitnya 12 lagu dari album pertama dan kedua, mereka bawakan dan benar-benar sangat memukau penonton. Giring yang pada kedatangan pertamanya di Ambon mengaku jatuh cinta dengan keindahan serta keramahan orang Ambon, semalam mengaku sangat senang dan bersyukur karena bisa tampil kembali menghibur para fans Nidji di Ambon.

Hingga pentas usai, suasana tetap aman dan tertib. Maklum saja ratusan aparat kepolisian disebar diberbagai sudut lokasi konser. Keberhasilan konser Nidji dan The Titans semalam juga tak terlepas dari kualitas sound system yang digunakan, yakni dari Meck Sound Production dengan Salawaku Sound System (CESS).

Dengan sound system berkapasitas 80.000 watt, lighting 150.000 watt serta panggung berukuran 12 x 12 meter, penampilan Nidji dan The Titans benar-benar mampu menggoyang Ambon.

Source: http://www.ambon.go.id/ Sabtu, 23 Februari 2008

Lauching NIDJIholic Tarakan


oleh: rama nidji

Tepat di hari sabtu (08.03.08) rombongan AML Rising Stars yang terdiri dari NIDJI dan Peterpan akhirnya sampai di kota ke 11, yaitu kota Tarakan.
Sebuah kota yang terletak di Kalimantan Timur yang berbatasan dengan negara Malaysia.
Sesampainya disana kita pun terkejut, karena kotanya sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Kota Tarakan pun mempunyai slogan "Tarakan menuju ke New Singapore".

Pada hari pertama Rama, Adri, Vele, dan Gio (stage manager Nidji)... sempat makan malam bareng dengan NIDJIholic Tarakan..acara makan malam berlangsung dengan seru , apalagi makan malamnya enak dan lahap....hehehhehe

Esok harinya hujan deras sempat melanda kota Tarakan, tapi tidak membuat rencana gagal untuk peresmian NIDJIholic.. Acara pun berlangsung pukul 2 siang Waktu Indonesia Tengah, acara berlangsung di basecamp NIDJIholic Tarakan dengan suasanaya keakraban dan menyenangkan sekali..

Yang lucunya hari itu banyak hal-hal unik yang terjadi dan dapat dilihat di foto-foto, diantaranya Giring mengajari NIDJIholic bagaimana memakai
pasmina yang baik dan benar ala Giring Nidji...hehehhe. Trus yang kedua RunD hari itu terlihat seperti Osama Bin RunD, dan dia bernyanyi dan berdansa gaya Arab.... (penasaran kan?), dan yang terakhir nih, RunD akhirnya terkalahkan oleh salah satu NIDJIholic bermain game winning eleven.

Malamnya (09.03-08) kita main bersama AML Rising Stars emggoyang kota Tarakan untuk ke sekian kalinya meski suasana venue basah dengan air hujan yang mengguyur Kota Tarakan dan gak menyurutkan niat NIDJIholic Tarakan untuk menyaksikan langsung penampilan NIDJI.

Yang jelas NIDJIholic Tarakan yang rata-rata berasal dari SMA 1 dan SMA 2 wajib kita acungi jempol......
Salut kepada mereka.. Tunjukan pada dunia arti sahabat....

more photos click: HERE

Merdeka Bareng Nidji


Hari Minggu siang tadi amild.com mengikuti Nidji ke Paras FM Samarinda untuk ngbrol-ngobrol sedikit dengan "kerabat Paras" mengenai konser A Mild Live Rising Stars nanti malam. Grup yang gemar bercanda itu pun memulai obrolan dengan santai dan penuh canda, malah si penyiar pun kalah "jayus".

"Kita belum pengen bikin album religi. Kenapa engga? Ya kayanya semua orang pada bikin album religi, kita pengen bikin yang lain aja. Sekalian eksplor lagi," jawab Giring menanggapi pertanyaan mengenai kelanjutan dari album Top Up yang terjual 100.000 keping dalam minggu pertamanya. "Sempet juga ada yang nawarin untuk lagu kita dijadiin soundtrack.. tapi tanggapan kita masih 'Euh, nanti deh'".

Kenapa gak mau? Bukannya sekarang soundtrack film adalah sarana promosi yang digandrungi?
"Bukan apa-apa, tapi kita bentar lagi merdeka. Merdeka di sini dalam artian kita udah keliling Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dan begitu tur ini selesai sepertinya kita sudah benar-benar merdeka deh hahahaha..Gue pikir kita pernah dateng ke tempat-tempat yang Pak SBY pun sepertinya belom pernah datengin deh, dan itu luar biasa banget," jelasnya.

source: amild.com , 02.02.2008

Pameran Foto Giring Ganesha

Sudah hampir satu bulan ini, Giring Ganesha, vokalis Nidji, tidak pulang ke rumah. Minggat dari rumahkah dia? Tentu tidak. Giring bersama band Nidji hanya sedang sibukmengikuti rangkaian konser A Mild Live Rising Stars. Kebetulan Nidji dikontrak untuk tampil di 28 dari 30 kota.

Hingga Sabtu (8/3), Nidji baru tampil di 10 kota, antara lain di Samarinda, Bontang, dan Tanah Grogot. Sisa konser di 18 kota akan Nidji selesaikan dalam dua bulan ke depan. Artinya, Giring dan personel Nidji lainnya terancam tidak bisa pulang hingga dua bulan lagi.

Giring mengaku tur ini cukup berat baginya. Pasalnya, dia harus tinggal jauh dari rumah. ”Saya sering merasa kangen banget sama keluarga, terutama keponakan. Kangennya gila- gilaan deh pokoknya,” ujar Giring, Sabtu (8/3) di Tarakan.

Selain kangen, Giring juga merasa sangat jenuh. Untuk mengatasi rasa jenuh itu, Giring berusaha mengisi waktu senggang dengan olahraga dan menjalankan hobinya, memotret.
Giring setidaknya telah mengumpulkan 40 foto yang kebanyakan bertema human interest dan panorama. ”Rencananya foto itu akan dipamerkan. Tunggu saja tanggal mainnya,” ujar Giring. (BSW)

Source: Kompas, Minggu, 9 Maret 2008

Meet & Greet NIDJIholic Balikpapan


oleh: ramadhista akbar

tanggal 6 maret nidji berada di kota balikpapan... kebetulan pada hari itu nidji sedang off, show berikutnya baru akan dilakukan tanggal 9 maret di Tarakan.

rencana pada hari itu ada peresmian nidjiholic kota balikpapan, entah mengapa akhirnya peresmiannya batal ...tetapi walaupun batal, bukan berarti gagal... malahan akhirnya menjadi ramah tamah dengan nidjiholic balikpapan, alias meet greet...

walaupun hanya sekitar 20 orangan nidjiholic yang datang,,, acara pun berlangsung secara akrab dan seru. bahkan kita sempat membuat heboh lobby depan hotel... karena kita bernyanyi dan berdendang bersama nidjiholic balikpapan....

mudah-mudahan kesempatan berikutnya kita kembali ke balikpapan kita bisa meresmikan nidjiholic balikpapan dengan mulus... heheheheh

more photos

Duet Maut The Titans dan Nidji Memukau Manado

Kamis, 28 Februari silam Kota Tinutuan Manado digempur habis-habisan oleh ‘duet maut’ The Titans dan Nidji. Tak sia-sia sekitar 10.000 penonton yang sudah rela merogoh kantong untuk tiket seharga Rp.15ribu karena dua band papan atas ibukota itu tampil all out.

Dimulai sekitar pukul 20.00 wita, konser bertajuk A Mild Live Rising Star 2008 ini dibuka oleh band lokal hasil temuan A Mild Live Wanted bernama Kimono. Kemudian dilanjutkan oleh Anima, band pendatang baru yang cukup punya mass di Indonesia bagian Timur, termasuk Manado. Buktinya, lagu mereka “Bintang” ternyata diikuti koor penonton dari awal sampai akhir. Kelar Anima,

Tiba saatnya pasangan duet maut naik pentas. Diawali tembang “Amarah”, Rizki, Andika, Indra, Imot, Oni, dan Tomtom tampil semangat. Menampilkan sekitar 7 lagu dari debut album mereka, self-titled “The Titans” dengan aransemen baru.

“Kedua kali ini The Titans tampil di Manado. Kita menampilkan aransemen baru sebagai antisipasi kebosanan penonton. Ya biar para Titanium selalu mendapatkan hal-hal baru dari The Titans,” jelas Oni tentang aransemen baru ini, ketika ditemui selepas konser.

Membawakan “Batas Waktu”, “Seandainya”, “Lakukan Saja”, “Bukan Aku”, termasuk “Bila” yang disambut koor bersama para penonton. Dan puncaknya ketika “Rasa Ini” berkumandang, senatero Lapangan Mall Megamas Manado ikut bernyanyi bersama menandai akhir penampilan The Titans.

Babak selanjutnya adalah penampilan Nidji. Band satu ini memang pantas disebut sebagai band paling potensial tahun silam. Nidji membuktikan kedigdayaan mereka di tahun 2008 ini. Aksi panggung ciamik dari Giring seakan memanaskan atmosfir Manado. Lagu-lagu seperti “Heaven”, “Disco Lazy Time”, dan “Biarlah” jadi andalan pemancing hysteria missal.

Namun hysteria sesungguhnya adalah ketka Nidjiholic cabang Manado yang baru diresmikan siang harinya, ikut naik panggung. Mereka tumplek diatas panggung bersama Giring, Rama, Andro, Randy, Ariel, dan Adrie.

Duet maut The Titans dan Nidji akhirnya bisa memuaskan hati para cowok dan cewek kawanua lewat sguhan yang mematikan.

Karaoke Massal Di Samarinda

source: amild.com

Lapangan Parkir GOR Segiri masih tampak sedikit lengang saat grup pertama tampil membuka konser A Mild Live Rising Stars 2008 di Samarinda. Adalah Mori, juara region Kalimantan pada gelaran A Mild Live Wanted 2007, yang tampil dengan rasa percaya diri yang memancar.

Mereka jelas terlihat makin matang dalam bermusik, namun sayang, medley "Supermassive Black Hole" dan "New Born" dari Muse yang menutup penampilan mereka seperti menegaskan bahwa Mori memang benar-benar grup yang dibentuk untuk menjadi tribute bagi referensi musik mereka.

ST 12 yang tampil berikutnya langsung disambut hangat oleh music maniacs Samarinda. Grup yang membawakan lagu-lagu bernuansa melayu kental ini menyatakan persetujuan mereka dengan gelaran A Mild Live Wanted dan Rising Stars, “Acara ini bisa memicu fighting spirit band-band Indonesia, supaya bisa jadi Rising Star dan supaya bisa tetap menjadi Rising Star,” kata Pepep sang Drummer.

Setelah break, The Titans yang konon namanya cukup besar di Samarinda, kembali menghantam dengan pop yang terkontaminasi synthesizer. Mereka membuat intro elektro techno yang makin membuat penonton kegirangan. Koor dadakan yang terbentuk juga semakin memudahkan tugas sang vokalis yang terlihat sering sekali menyodorkan mikrofon ke arah penonton.

Lain halnya dengan Gigi yang malam tadi masih bersemangat dan tampil sangat enerjik, Armand, Budjana, Thomas dan Hendy tetap menyajikan suguhan improvisasi yang komunikatif.

Kemudian muncul Nidji dengan vokalis dan kibordis yang “menolak untuk memotong kumis” selama mengikuti rangkaian tur A Mild Live Rising Stars 2008 ini. Rupanya Giring dkk punya cara jitu untuk menenangkan crowd yang panas,

“Kita ancam untuk berhenti main kalo mereka masih ga mau tenang. Atau kita bikin mereka ‘panas’ duluan dengan loncat-loncat dan ikut nyanyi atau joget sama kita, jadi mereka udah terlalu capek untuk berantem atau bikin rusuh,” jelas vokalis berambut kribo ini. Yah, ternyata cara mereka terbukti ampuh, karena konser A Mild Live Rising Stars 2008 “The Choice Is Yours” di Samarinda berlangsung lancar dan tertib.

Kurang lebih 9000 orang penonton yang memadati venue malam ini akan pulang ke rumah masing-masing bermandikan peluh, suara serak dan letih, karena mereka baru saja mengikuti ajang karaoke paling massal di Indonesia!

Gabung Nidjiholic Dapat T-Shirt dan Tiket

Source: Radar TARAKAN

Pelaksanaan konser ‘A Mild Live Rising Star’ semakin dekat. Persiapan panitia mulai dari lokasi, pengamanan termasuk panggung dan tata panggung semakin mantap. Begitu juga dengan persiapan Nidjiholic yang tak mau ketinggalan menyambut band idola mereka, Nidji. Sebagai informasi, bagi siapa saja yang merasa penggemar Nidji dan ingin tergabung dalam Nidjiholic, dapat bergabung di komunitas ini. “Saat ini sudah ada sekitar 17 orang yang bergabung,” tutur Hasdi selaku koordinator Nidjiholic di Tarakan.

Bagi Nidjiholic yang mendaftar dan bergabung, akan mendapatkan T-Shirt dan tiket masuk untuk menyaksikan konser ‘A Mild Live Rising Star’ yang akan digelar 9 Maret mendatang di lapangan sepak bola Boom Panjang. Pastikan kamu-kamu bergabung secepatnya untuk bersama-sama menyaksikan kedatangan Nidji band idola kamu.

Nidjiholic sendiri telah terbentuk belum lama ini di SKH Radar Tarakan. Dan mereka berkomitmen untuk ikut serta menciptakan suasana aman saat Nidji konser di Tarakan. Mereka pun berkeinginan agar kedatangan Nidji nanti bisa menjadi satu kesempatan untuk meresmikan komunitas fans Nidji yang terkenal dengan sebutan Nidjiholic.

A Mild Live Rising Stars 2008 Gallery


Nidji Kangen Rumah


Perjalanan tur Nidji bersama A Mild Live Rising Stars 2008 ke beberapa kota di Indonesia rupanya meninggalkan suka dan duka tersendiri bagi mereka. Dan perasaan yang benar-benar tidak terbendung yaitu perasaan kangen mereka dengan rumah beserta isinya. "Kita kangen rumah, kangen masakan rumah, kangen keluarga, hay mamah aku kangen sekali lho nih", Giring menyampaikan perasaannya.

Padatnya jadwal mereka membuat waktunya habis di jalanan, dan di pesawat. Bahkan Rama memberikan kiasan pada padatnya perjalanan mereka. "Kita tuh sampe-sampe makan pagi di Yogyakarta, makan siangnya di Ambon", katanya mengandaikan dengan candanya yang khas.

Sulitnya melakukan komunikasi dengan orang rumah membuat mereka ingin sekali menyampaikan pesan ini kepada orang rumahnya. Mereka sengaja menegaskan untuk keharusan disampaikannya pesan ini melalui amild.com, salah satu media dimana tempat mereka mengadu.

Tentunya di luar duka yang mereka terima, ada juga suka yang mereka dapatkan. Pembelajaran atas kultur Indonesia yang begitu besar dapat mereka pelajari dalam perjalanan turnya. Yang paling mudahnya adalah, mereka lebih paham dengan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia. Dan dengan bercandanya, mereka pun ngobrol dengan menggunakan logat dan bahasa yang tercampur-campur.

source: amild.com

Launching NIDJIholic Manado


oleh: ramadhista akbar

hari kamis (28.02.08) rombongan amlv rising stars 2008 melanjutkan lawatannya ke kota manado. selain ngejalanin tour di manado, nidji sempat juga meresmikan nidjiholic manado setelah sebelumnya juga sudah diresmikan di kota malang, surabaya, palembang dan bandung.

siang itu beberapa nidjiholic udah menjemput nidji di hotel, tanpa disangka persiapan mereka sangat matang sekali... mereka membawa kita ke rumah salah satu nidjiholic yang sudah dipersiapkan sebagai tempat untuk peresmian nidjiholic manado. setibanya disanapun kita disambut dengan sangat meriah dan tanpa disangka pula terdapat spanduk besar yang berisikan ucapan selamat datang buat nidji di kota manado.

acara peresmian nidjiholic manado inipun berlangsung dengan akrab dan bersahabat. antusias nidjiholic manadopun sangat luar biasa dan
interaktif. selain meresmikan nidjiholic manado dengan memotong tumpeng, nidji juga sempat membawakan 3 buah lagu secara live khusus untuk nidjiholic manado.

lucunya di acara ini anak nidji baru benar-benar merasakan masakan manado yang asli dengan sambal dabu-dabu asli.. dan rasanya pedas luar biasa.. maknyuuuuss... tanpa harus berolahragapun sudah banyak berkeringat... hehehehehhe

untuk menjadi anggota nidjiholic manado harus mempunyai syarat lho... mereka harus mempunyai 2 album nidji (breakthru' dan top up) dan 1 album breakthru' english version, kalo dah punya ketiganya baru diakui sebagai seorang nidjiholic... (jadi kalo cuman punya mp3-nya doang meski lengkap semua lagunya yang pasti gak diakui.... he.. he...)

di tengah-tengah acara peresmian ini seluruh personil nidji diberi kaos yang bertulisan nidjiholic manado dan yang gak kalah serunya kaos pemberian tersebut langsung dipake nidji saat show malam harinya di manado.

pada malam harinya aml riing stars berlangsung tertib dan damai dan sukses. di depan 7000an penonton nidji mengajak nidjiholic manado ikut terlarut dan hanyut ke dalam lagu hits yang dibawain nidji. saat lagu arti sahabat ada beberapa nidjiholic yang beruntung diajak naik ke atas panggung.

makasih buat nidjiholic manado....

more exclusive photo at: http://galerinidji.blogspot.com/2008/03/launching-nidjiholic-manado.html

Rap & Reggae di Jayapura

oleh: ramadhista akbar

akhirnya tepat pada tanggal 25.Febuari.2008 rombongan aml rising stars antara lain nidji dan the titans tiba juga di kota jayapura setelah melalui perjalanan yang cukup lama tentunya. setibanya di kota jayapura kita pun sangat terpukau dengan keindahan alamnya.. walaupun udara disana sangat panas , tapi tidak membuat kita merasa gerah.. karena alamnya yang sangat indah sekali...landscape pulaunya LUARR BIASA...

hari selasa (26.02.08) adalah hari dimana pertunjukan berlangsung, tapi sebelumnya nidji sempet melakukan soundcheck pada siang hari nya. maklumlah sebelumnya kita melakukan survey ternyata warga jayapura lebih menyenangi jenis musik reggae, jadi kita sepakat untuk mengubah aransemen lagu "sudah" menjadi reggae.

malam harinya show dimulai pukul 7 malam, dibuka oleh band-band aml wanted jayapura.. dilanjutkan penampilan the titan. penampilan nidji malam itu menjadi penutup acara aml rising stars.... dan tanpa disangka ternyata antusias nidjiholic dan masyarakat jayapura sangat luar biasa, sekitar 10.000 orang bernyanyi dan bergoyang dari awal sampai akhir show.

yang tak kalah hebohnya saat bawain lagu "sudah" versi reggae mereka pun teriak histeris dan terhibur (maklum kok tiba-tiba mendadak reggae, dan run-d jadi rapper di tengah-tengah lagu).

malam itu benar-benar tidak terlupakan , apalagi semuanya berlangsung tertib dan damai. salut untuk nidjiholic jayapura dengan keindahan alamnya dan asik orang-orangnya.

more exclusive photo at: http://galerinidji.blogspot.com/2008/03/aml-rising-stars-jayapura.html

Twitter Connect

Follow nidji on Twitter

Facebook Connect

On Blogger >>| On Facebook >>| On Facebook Page >>| On Twitter >>| On Imeem >>| On Friendster >>| On YouTube >>| On Flickr >>| On BlogDetik

Official Video