Lets Search!

Loading...

Facebook Connect


Bintang Sore Hari di Tasikmalaya

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya A Mild Live Rising Stars 2008 tiba juga di kota santri, Tasikmalaya, minggu (16/03). Kali ini berbeda dengan kota-kota sebelumnya, karena acara diadakan siang hingga sore hari. Sebuah hal yang baru tentunya bagi para rising stars yang manggung hari ini. "Rupanya seru juga ya maen sore-sore, kita nggak pernah sebelumnya dan ini baru pertama kalinya," kata Andra dari Andra and The Backbone (AATB) terkesan dengan pengalamannya.

Panggung yang baru benar-benar berdiri sekitar pukul dua kurang, tidak membuat penonton yang sudah berdatangan kecewa dengan pemunduran waktu satu jam dari rencana. Mereka dapat mewajarkan keterlambatan yang terjadi. Dan salut untuk Deteksi Production selaku promotor yang dapat menciptakan keajaiban setting panggung dengan cepat tapi sempurna. "Kita memastikan jam dua pas acara udah bisa mulai, walaupun masih keliatan ada yang belum selesai diberesin, ntar aja liat sendiri hasilnya," kata Ucok, Stage Manager Deteksi memastikan ditengah kegelisahan penonton.

Benar saja apa yang telah diprediksikan, Geisha yang menjadi pembuka acara siang ini mampu memberikan suguhan yang sempurna untuk penonton, dengan sound yang berdentum tanpa cerla. Momo sang vokalis mampu menyihir mata penonton mengikuti pergerakan tubuhnya. Selain itu lagu pop yang santai dapat menyejukkan suasana teriknya matahari Tasikmalaya.

Rama pun naik panggung setelahnya. Masih dengan irama pop percintaan, kali ini penonton mampu menyanyi bersama sang vokalis. Walaupun diakui Rama mereka baru pertama kali manggung di Tasik semegah ini, mereka seakan tak percaya atas antusias masyarakat yang paham musik mereka. Lagu-lagu macam "Bidadari" dan "Bertahan" dapat diiringi satu lagu full oleh penonton.

Tak ingin memutuskan benang merah tema percintaan, The Rain melengkapi hasrat penonton untuk bersedih-sedihan. Tidak tanggung-tanggung, mereka pun meminta penonton untuk melambaikan tangan ke udara dengan menghayati lagu mereka agar suasana lebih riil. Lagu mereka yang sangat mudah untuk dilantunkan bersama, membuat penonton seakan berkaraoke walaupun ada juga yang tidak hafal dengan lagu-lagu The Rain.

Hingar-bingar penonton pun semakin menjadi. d'Masiv yang mengisi jejeran Rising Stars dapat membakar semangat penonton untuk jingkrak-jingkrakan. Menggeber lagu-lagu "Sebelah Mata" dan "Diam Tanpa Kata" yang ngebeat membuat penonton tidak bisa diam ditempat. Sesuatu yang sangat membuat bangga d'Masiv tentunya adalah banyaknya penonton yang hafal dengan lagu mereka, dan tidak sedikit juga yang histeris melihat aksi panggung penuh penghayatan dari d'Masiv.

d'Masiv telah menyulutkan api gairah penonton. Awan-awan hitam mulai menutupi sebagian wajah matahari, tidak dapat membuat penonton untuk menikmati suasana malas-malasan sore ini. Andra and The Backbone masih belum masuk ke tengah panggung, tapi penonton sudah ke ge-eran akan menyaksikan panggung mereka. Dan akhirnya api yang talah disulutkan tadi benar-benar terbakar kali ini.

Distorsi khas AATB membuat tubuh penonton yang tadinya seperti terikat, sekarang sudah terlepas dari ikatan. Nada kemarahan yang terucap dari AATB dibalut sound berat benar-benar menyambuk penonton untuk terbenam dalam adrenalinnya sore ini. "Sempurna" dan "Musnah" terdengar sangat keras. Semua penonton ikut bernyanyi, baik mereka yang memang hafal atau juga hanya tahu beberapa kalimat seperti 'sakit hatiku'. Histeria pun menjadi pada saat Andra maju ke lidah panggung untuk membuka kaosnya. Perebutan di jejeran penonton yang ingin merebut kaos menjadi pemandangan terakhir permainan AATB.

Sudah jelas penonton paham siapa band selanjutnya yang akan tampil. Para Nidjiholic yang berada ditengah kerumunan penonton pun dengan pe-de nya maju ke bibir panggung untuk melihat sang pujaan hati main sore ini. Sound Electronic yang menjadi pembuka membuat histeria cowok-cewek bersyal ini semakin menjadi-jadi.

Lantas Giring yang sudah ada di atas panggung langsung mengajak berjoged seperti yang ia tunjukkan. Tanpa harus disuruh, penonton dengan sendirinya mengikuti perkataan yang diucapkan Giring pada lagu-lagunya. Penghayatan baru terasa pada saat GIring berceramah sedikit tentang ditinggalkan seseorang, dan itu menjadikan suasana haru yang penuh kedamaian. "Jangan Lupakan" menjadi sebagai obat penenang yang langsung bereaksi pada penonton.

Reaksi obat pun berhenti. Penonton yang dari tadi sudah tak sabar untuk ber-disko-ria akhirnya tersalurkan. Walaupun mereka semua sangat tidak berbakat dalam berdisko, tetap saja joged asal-asalan penonton sangat melengkapi suasana meriah sore ini, walaupun langit masih terlihat cukup terang. "Hapus Aku", "Disco Lazy Time", dan "Biarlah" menjadi penutup konser dengan klimaks. Janji pihak penyelenggara pun terbukti acara bakal berjalan dengan lancar dan meriah. Good work guys!

source: amild.com

No comments: