Lets Search!

Facebook Connect


Cianjur Dipenuhi Rising Stars

Hujan telah berhenti. Lumpur yang tadinya hanya mengotori celana, sekarang sudah mencapai baju. Bahkan ada yang sudah menjadi mudman. Keadaan seperti ini mengingatkan kita pada Woodstock, yang penuh dengan penonton antusias dilumuri lumpur. Tapi kali ini di Cianjur, di A Mild Live Rising Stars, Sabtu (15/03).

Andra and The Backbone (AATB) tampil sebagai band rising stars yang membuka acara setelah rehat sejenak. Raungan gitar distorsi yang sebelumnya jarang kita dengar pada lagu-lagu Andra tanpa AATB, kali ini jangan khawatir. Selama penampilan penuhnya kita benar-benar diberikan suntikan adrenalin untuk nge-rock. Jelas saja, penonton sudah benar-benar tidak mempedulikan sekelilingnya lagi. Mereka sekarang seperti masuk kedunianya sendiri dengan nuansa yang dibangun AATB.

Dimulai dengan lagu "Dengarkan Aku" dari album keduanya yang sebentar lagi keluar, tidak membuat penonton kebingungan. Bagi yang tidak tahu tetap saja dapat menikmati malam ini dengan semangat. Beberapa lagu pun berlanjut, hingga tiba-tiba dari kejauhan pun terdengar. "Kau begitu sempurna. Dimataku kau begitu indah," hampir satu lapangan menyanyikan lagu "Sempurna" dengan sempurna, dari awal hingga akhir. Tak terhenti sampai di situ. Suasana yang sudah memanas, tidak juga diberikan waktu oleh AATB untuk mencair, bahkan hingga sang pamungkas "Musnah" dibawakan, penonton masih kompak untuk menyanyi bersama diikuti dengan ber-head-banging tanpa henti.

Yang awalnya bermandikan keringat, sekarang sudah bermandikan lumpur juga. Bukan hanya pakaian yang kena, sekujur tubuh, luar dalam terkena lumpur baik oleh perbuatannya sendiri maupun terkena dari orang lain. Penonton sangat terlihat bersemangat dengan 'makeup' macam itu. Isitrahat dari beat-beat kencang, datang lah musisi yang ditunggu-tunggu.

Peterpan naik keatas panggung tanpa Ariel? Serentak penonton pun meneriakkan, "Ariel...." bersahut-sahutan. Musik pun masuk, intro lagu "Langit Tak Mendengar" akan habis baru cowok kharismatik asal Bandung itu naik dengan hidrolik di lidah panggung. Bukan hanya bernyanyi sambil ada yang berharap panggilannya didengar Ariel, ada juga penonton yang terlihat bangga membawa cover album "Hari Yang Cerah". Semestinya Ariel melihat hal ini, agar mereka dapat mengetahui Cianjur adalah pendengar musik yang antusias.

Atraksi Ariel dkk. diatas panggung seakan tidak ada matinya. Mulai dari mengkiaskan teks lagu "Di Balik Awan", hingga "Menghapus Jejakmu" yang memperagakan gayanya di video clip spontan membuat penonton semakin geger. Teriakan penonton disela-sela menyanyikan lagu Peterpan, seakan menjadi rutinitas yang penting untuk memanggil nama personil satu persatu. Karakter lagu Peterpan yang lebih mengarah ketempo yang pelan tidak membuat penonton ingin menghentikan loncat-loncat kecil mereka, hingga lagu terakhir mereka "Topeng" yang cukup ngebeat, membuat perform mereka menjadi klimaks.

Nuansa ke-British-an masih akan terasa pada penampilan langganan A Mild Live Rising Stars 2008, Nidji. Panggung masih gelap, bumper branding telah selesai, dan terdengarlah intro lagu "Heaven" sebagai woro-woro buat penonton bahwa mereka harus bersiap untuk berdisko rock n roll ala Nidji.

Suara keyboard electronic-nya Run-d menjadi pemolek musik Nidji yang ngebeat. "Child" menjadi lagu pembuka dari Giring. Teriakan memanggil nama personil semakin keras saja, belum lagi pada saat ia tampil dilengkapi dengan semburan kembang api di panggung. Penonton pun semakin terlihat brutal. Mandi lumpur kali ini sudah merambah pada "memandikan lumpur pada orang lain". Loncat-loncatan yang mulai tak karuan rupanya menjadi perhatian dari Nidji. Giring pun meminta para penonton untuk tenang dan tidak rusuh, otomatis langsung dituruti.

Kejutan lainnya yang dibawakan oleh Nidji adalah datangnya para Nidjiholic ke atas panggung, dan ini sangat membuat iri penonton lain, untuk bernyanyi dan menari bersama lagu "Arti Sahabat". Giring pun terdiam, dan dia bercerita tentang sakitnya kehidupan percintaan menjadi opening yang pas untuk lagu "Cinta Takkan Pernah Sama". Tiba-tiba suasana sedih seakan muncul begitu saja. "Untuk semua Nidjiholic Cianjur, mari kita berdoa sejenak untuk salah satu orang yang sangat berarti pada acara ini yang telah meninggalkan kita duluan," Giring memberitakan meninggalnya mas Isran dari Deteksi Production hari Jumat (14/03).

"Jangan Lupakan" menjadi soundtrack yang mengiringi suasana mendung
dihati, yang diikuti oleh koor penonton yang setia menjadi backing vocal. Ingin kembali mengangkat semangat penontonnya, "Hapus Aku" menjadi pemicu gairah penonton yang telah diistirahatkan sejenak. Berlanjut dan berlanjut. Penonton seakan hafal semua lagu Nidji. Sehingga lagu "Biarlah", yang menjadi lagu penutup acara malam ini, penonton sudah dapat menebak dengan ada yang bernyanyi-nyanyi lagu tersebut.

Seperti seorang anak kecil yang baru mendapatkan permen dari orang tuanya, penonton girang bukan main. Venue seakan bergoyang mengikuti irama musik. Hingga lagu selesai, permintaan encore dari penonton seakan hampa tanpa tanggapan. Hari ini telah selesai. Benar-benar pemandangan yang seru di Cianjur. Cuaca dan lapangan tidak menjadikan hambatan apapun dibandingkan datang menonton, sekaligus mensupport musik Indonesia.

source: amild.com

No comments: