Lets Search!

Loading...

Facebook Connect


Rising Stars Menghiasi Singaraja

"Nidji ingin membuat rakyatnya bangga terhadap bangsa Indonesia, karena kita sendiri cinta Indonesia,"
Langit senja Singaraja sudah mulai menggelap, tandanya A Mild Live Rising Stars 2008 harus dimulai. Dengan menampilkan dua band rising stars dan dua guest star, Lapangan Buana Patra disulap menjadi venue dengan lautan penonton, minggu (27/04). Dan semua yang hadir di sana sudah tidak sabar untuk menggoyang 'lantai dansa'-nya masing-masing.

Salut untuk warga Singaraja yang hadir sore ini. Semua antusias dengan penampilan yang dipertunjukkan oleh rising stars, dengan damai dan aman. Tidak ada sedikit pun kericuhan yang dibuat, seakan mengikatkan solidaritas tanpa sengaja, rising stars menjadi media silaturahmi yang menyenangkan. Tidak saling kenal bukan berarti nol interaksi, semua bisa dianggap tidak kenal satu sama lain, dengan mengatasnamakan rising stars semua sepakat untuk mengikuti instruksi sang artis.

Dibuka oleh penampilan guest star dari Jakarta, Kathy & The Galations yang beraroma pop rock, lapangan bola yang tadinya sempet adem ayem seolah menjadi terbakar oleh nuansa yang diciptakan. Dengan membawakan lagu sendiri, yang seluruhnya dikarang oleh ayah sang vokalis, Teddy S (ex. drummer God Bless), penonton mungkin tak bisa ikut bernyanyi, tapi mereka tetap mengerahkan tenaga yang terpendam untuk berjingkrak-jingkrak. Baru pada lagu terakhir, Kathy mencoba membawakan lagu Tua-tua Keladi yang sempat dipopulerkan oleh Anggun C.Sasmi, penonton lepas dari kebisuannya. Dengan panduan vokalis, lautan penonton itu mulai menyanyikan, "mengaku bujangan / kepada setiap wanita / ternyata cucunya segudang..."

Tidak puas cukup puas hanya melihat band pembuka, penonton sudah mulai sibuk berebut tempat terdepan. Kali ini Andra and The Backbone tampil lebih bersemangat lagi. Musik yang kental dengan distorsi memaksa penonton untuk semakin berisik diposisinya masing-masing. Membawakan lagu-lagu macam Muak, Lagi dan Lagi, Main Hati hingga Musnah, penonton seakan sangat lekat dengan teks yang ditulis oleh Andra. Tak ada satu kata pun yang kelupaan untuk disebutkan bareng vokalis.

Suasana pun semakin memanas. Teriakan masal meminta siraman air semakin membahana disekeliling lapangan. Tanah yang mulai mengeluarkan kebul pasir, membuat tim semprot tidak tinggal diam. Penonton pun dibasahi agar dapat mengikuti acara dengan tenang.

Armand Cs. menaiki panggung. Penonton yang sudah basah menjadi tidak sabar untuk segera mengeringkan badannya dengan goyang mengikuti irama musik Gigi. Lagu hits semacam Janji, Perdamaian, Nakal dan 11 Januari tidak ketinggalan dalam list song yang mereka bawakan. Penonton jelas merasa di'rajakan' oleh Gigi malam ini. Semua bisa ikut bernyanyi bersama, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing diposisi yang enggan minggir. Semua senang, dan bisa melepaskan gairah terpendam untuk bernyanyi dan loncat-loncat, Gigi benar-benar memberikan suguhan yang sempurna.

Malam pun menjelang larut. Nidji lagi-lagi dipercaya untuk menjadi penutup A Mild Live Rising Stars 2008 di Singaraja malam ini. Dengan mendengarkan intro lagu Heaven, penonton cuek saja menyanyikan bait lagu tersebut, walaupun lagu itu hanya digeber intronya saja. Lagu dari album pertama dan kedua, menjadi santapan penutup yang tepat untuk penonton. Kali ini juga Nidji membawakan lagu Indonesia Pusaka sebagai tambahan, yang menurutnya sangat penting untuk dibawakan.

"Nidji ingin membuat rakyatnya bangga terhadap bangsa Indonesia, karena kita sendiri cinta Indonesia," kata Giring beralasan. Dilanjut dengan Kau dan Aku, Hapus Aku, Disco Lazy Time, dan ditutup oleh Biarlah, penonton akhirnya dibiarkan pulang dengan membawa banyak cerita untuk teman dan orang rumahnya. Sebuah malam penuh aksi yang tak mungkin terlewatkan untuk semua, penonton dan juga artis. Karena semua disini bisa memberikan yang maksimal dan mendapatkan yang maksimal. (ip)

source: amild.com

1 comment:

anneke said...

Thanks to Nidji mo manggung di tempat yang lumayan luas (akhirnyaaa). Kami Nidjiholic Bali, sebelumnya terpaksa empet2an di Hard Rock Cafe atau Kamasutra Kuta....Demi Nidji, meski ke Singaraja, dijalanin juga (gank gue - kami ber-12 ini berdomisili di Denpasar, jadi kira2 2.5jam perjalanan ke Sgrj). Kapan manggung lagi di Bali en bisakah meet and greet gitu ?? Pas yang dateng tgl 27 itu kita gak bisa nembus A mild or EO di Sgrj cuma buat say hi, and foto bareng....hope to see you guys again soon in Bali