Lets Search!

Loading...

Facebook Connect


Giring Kini Berkamera


Saat vokalis Nidji, Giring Ganesha, meluncurkan buku fotonya awal Mei lalu, pertanyaan yang langsung keluar adalah apakah foto-foto karya Giring bagus?

Demikianlah, orang masih memandang karya foto dari sisi bagus atau tidaknya semata. Hal ini sebenarnya sah-sah saja karena karya foto, bagaimanapun, adalah karya seni visual yang dianggap bisa bagus dan bisa pula dinilai buruk.

Untuk kasus foto karya Giring, yang tidak sah adalah tolok ukur untuk memandang foto itu. Foto pemandangan tidak selayaknya dinilai dengan tolok ukur foto portrait. Foto pemandangan yang bagus membuat orang ingin mengunjungi tempat itu, tapi foto portrait yang bagus merekam karakter orang yang dipotret.

Kalau foto Giring dinilai seperti menilai foto sebuah lomba, banyak foto karyanya yang bisa dibilang tidak bagus, bahkan gagal.

Namun, kalau kita menilai karya Giring sebagai rekaman panggung yang tidak mungkin dibuat fotografer lain, barulah terasa ”kekuatan” foto-foto karya Giring itu. Tengoklah foto ”Gairah Penonton”. Foto itu tepat kebalikan dari foto-foto yang kita lihat dari sebuah pertunjukan Nidji. Foto dibuat bukan menghadap Nidji, tapi dari sisi Nidji.

Foto karya Giring yang lain adalah rekaman grup band yang tampil bersama Nidji, seperti Andra and The Backbone dan Gigi. Juga banyak foto tentang tempat yang dikunjungi Nidji dalam rangkaian konser A Mild Live Rising Stars.

Sekitar 150 foto dalam buku setebal 102 halaman ini memang bukan karya Giring saja. Beberapa personel Nidji juga menyumbangkan foto. Buku foto ini menjadi penting karena, bagaimanapun, rekaman visual dalam bentuk foto adalah rekaman yang jujur dan mudah dipahami. (ARB)

Source: Kompas|Sabtu, 31 Mei 2008 | 04:22 WIB

No comments: