Lets Search!

Facebook Connect


Nidjiholic Belajar Industri Musik

Acara off stage A Mild Live Soundrenaline 2008, Free Your Voice di kota Malang, yang kali ini menghadirkan Nidji, sarat dengan muatan edukatif. Sebagai pelaku industri musik, Nidji merasa perlu mengkampanyekan "gerakan anti pembajakan" kepada para fans-nya, agar selalu membeli CD dan kaset asli, bukan bajakan. Karena imbas dari pembajakan akan merugikan banyak pihak, tidak hanya sang artis, namun juga keseluruh elemen yang berhubungan dengan sang artis, seperti label dan artis management.

Untuk itulah, Nidji memberikan workshop singkat kepada para fans-nya, tentang bagaimana susah dan beratnya perjuangan untuk membuat sebuah karya musik. Para Nidjihoic yang malam tadi (2/8) datang, dibagi menjadi kelompok-kelompok yang nantinya akan membuat sebuah CD berisikan lagu ciptaan mereka sendiri, lengkap dengan cover albumnya. Pembagian kelompok ini berdasarkan pada minat masing-masing peserta, ada yang bertugas sebagai manager, produser dan musisi yang membuat lagu lalu merekamnya, tentunya dengan arahan dari para personil Nidji.

Para musisi "dadakan" tersebut akhirnya terpilih dari kalangan Nidjiholic sendiri, yang terdiri dari: Ciky, Galih, Opi (vokal), Ozy (gitar), Dani (drum), Putri (keyboard) dan momon bass. Mereka lalu menamakan diri mereka "The Miracles". The Miracles ini selanjutnya diharuskan membuat sebuah lagu beserta liriknya yang nantinya akan direkam. Sedangkan kelompok manager dan produser, diharuskan menentukan tema, image band, bentuk cover, sampai hal-hal lain seputar persiapan manggung.

Langkah pembelajaran yang dilakukan oleh Nidji ini dimaksudkan agar, para fans mereka bisa merasakan bagaimana susahnya membuat sebuah karya musik dan memprmosikannya sampai bisa mencapai puncak ketenaran. Dengan merasakan "kesusahan" tersebut, impact yang diharapkan adalah, mereka jadi berpikir untuk stop membeli CD atau kaset bajakan. "Ternyata susah banget yah, aku juga sampai bingung. Ternyata orang-orang di balik sebuah band, seperti manager dan produser itu berpengaruh besar buat karir sebuah band", ucap Wahyu, salah satu Nidjiholic asal Malang. "Setelah tahu semua ini, aku pasti bakal kesel banget sama orang yang beli CD bajakan, ternyata susah banget buat membuat album," ucap rekan Wahyu lainnya.

Tapaknya usaha yang dilakukan Nidji telah berhasil menggugah hati penggemarnya untuk tidak membeli CD bajakan. Bukan hanya CD Nidji, tapi mereka juga diharapkan menghargai hasil karya musisi dalam negeri lainnya. Great Job Guys, dan buat A Milders, ayo tunjukin sikap anti pembajakan loe semua dengan selalu membeli CD dan Kaset yang asli. (IY)

No comments: