Lets Search!

Facebook Connect


Interview Album Top Up


Dikutip Dari: Indonesia Selebriti

Grup band yang satu ini memang terbilang sangat fenomenal. Lewat debut album perdananya, Breakthru', grup musik yang digawangi Giring Ganesha (vokal), M. Ramadhista Akbar (Rama-gitar), Ariel (gitar), M. Andro Regantoro (Andro-bass), Randy Danistha (RunD-keyboard), dan M. Adri Prakarsa (Adri-drummer) ini berhasil memikat dan mencuri dengar penikmat musik Indonesia.

Warna musik yang easy listening dan bernuansa Brit Pop (sebutan musik dari dataran Inggrins Raya-red), Nidji memberikan warna tersendiri dalam jagad musik tanah air. Alhasil, album Nidji bertajuk Breakthru' pun berhasil mendapatkan penghargaan double platinum. Sebuah pencapaian yang sangat fantastis bagi sebuah band pendatang baru. Tidak hanya itu, album Breakthru' yang memuat lagu dalam bahasa Indonesia dan Inggris itu pun dibuatkan album dalam versi full bahasa Inggris.

Kabar terakhir menyebutkan, penjualan album Breakthru' itu pun sudah nyaris mencapai angka 400 ribu keping kopi!!! Kini, Nidji menjelma menjadi salah satu band papan atas Indonesia dengan jadwal kesibukan yang seabrek dan menggelar pertunjukan musiknya di seantero pelosok negeri. Lagu-lagunya seperti Child, Disco Lazy Time, Hapus Aku, Sudah dan lainnya pun dihafal, mulai dari kawula muda hingga orangtua dan anak-anak.
Kini, setelah sukses album perdananya, Giring cs pun kembali merilis album keduanya yang bertajuk "Top Up". Jika Peterpan memilih cara mempromosikan album terbarunya di Indonesia dan Malaysia serta disiarkan secara langsung di sejumlah stasiun televisi, Nidji melakukannya dengan hal yang berbeda. Yakni, menyiarkan secara langsung peluncuran album Top Up lewat stasiun radio yang tersebar di Indonesia. Seperti apakah album teranyar Nidji, Top Up dan bagaimanakah proses pembuatannya? Berikut penuturan para personil Nidji (Giring, Rama, Ariel, Andro, Randy dan Adri) kepada sejumlah wartawan media massa, termasuk IndonesiaSelebriti,com, saat meluncurkan album Top Up di Blitz Megaplex, belum lama ini.

Mengapa diberi judul Top Up? Pertimbangannya apa?
Pada awalnya kita memang ingin membuat judul album yang arti dan konotasinya ke atas. Lagi itu, ada beberapa judul. Antara lain; Fly Awat, Up Up and Away. Top of The Top. Pokoknya semua kata yang konotasinya ke atas. Terus akhirnya kita rembukan dan minta saran dari beberapa teman. Akhirnya Febby Lubis bilang, ya udah bikin aja judulnya Top Up. Emang sih konotasinya jadi kayak pengisian pulsa. Tapi setidaknya itu mewakili apa yang kita inginkan untuk menjadi judul album.

Makna judul album bagi Nidji?
Bagi kita, judul itu seperti sebuah doa. Top Up berarti merangkak naik. Kita masih merasa belum jadi apa-apa dan masih sedang menanjak. Kami masih ingin mewujudkan impian kita berenam. Yakni ingin menjadi band yang abadi yang dikenang sepanjang masa. Seperti Slank, Koes Plus atau Beatles.

Berapa lama sih proses pembuatan album ini?
Sebenarnya, kita sudah menyiapkan dan mengerjakan album kedua ini, sejak enam bulan setelah album perdana keluar. Kita sudah mulai menyicil-nyicil. Tapi menggarap intensifnya, ya sekitar 2 sampai 3 bulan.

Apakah perbedaan antara album Top Up dan Breakthru'?
Top Up lebih menyenangkan ketimbang album sebelumnya. Album ini juga lebih ekspresif. Kita tidak khawatir dengan album sekarang, karena sudah pede (percaya diri-red). Kalau di album sebelumnya, kita masih deg-degan. Musik kita bisa diterima masyarakat Indonesia atau tidak. Dalam album ini, kita banyak melakukan eksperimen sound dari berbagai macam instrumen. Termasuk, dari lemari besi miliknya Bu Acin (Indrawati Widjaya, bos Musica Studio, label rekaman dimana Nidji bernaung-red). Kita berenam itu suka mengkhayal dimanapun kita berada. Dan hasilnya ada di album kedua ini. Kita mengalir seperti air. Let it flow. Kita berusaha memberikan yang terbaik bagi album-album kita sekarang dan selanjutnya. Sebenarnya di album terdahulu kita juga sudah melayu banget. Lagu Child, Disco Lazy Time, itu kan melayu abis. Tapi di album sekarang, cuma gayanya aja yang berbeda.

Menurut Bu Acin (Indrawati Widjaya, bos Musica Studio, label rekaman dimana Nidji bernaung), album ini dikabarkan juga bakal beredar di Malaysia. Pendapatnya?
Wah, kita pastinya senang banget. Kata bu Acin, album Top Up bakal diedarkan di Malaysia. Selain itu, kita juga akan promo album di sana.

Apakah Nidji juga bakal merilis album versi Inggris lagi?
Kita sedang menjajaki kemungkinan untuk menerjemahkan lagu-lagu kita ke bahasa Inggris. Tapi kita masih menunggu. Yang pasti, kata Bu Acin, jika pengen bikin album dalam versi Inggris harus lebih meledak dari album sebelumnya.

Kalau boleh tahu, kenapa sih dalam setiap album, Nidji selau menyelipkan lagu berbahasa Inggris dan juga lagu bahasa campuran Indonesia-Inggris?
Aslinya, kita dalam setiap bikin lagu selalu dalam bahasa Inggris. Baru kemudian disesuaikan ke dalam bahasa Indonesia. Ada beberapa kata yang menemukan padanan katanya, ada juga yang tidak. Hasilnya, ada lagu yang pure Inggris, pure Indonesia dan ada lagu yang liriknya campuran bahasa Indonesia dan Inggris.

Dalam album ini, siapa yang memberikan kontribusi terbesar?
Soal lagu, kebanyakan dari hasil kreasi kita berenam, kemudian diekskutor oleh produser lagu mana aja yang bisa masuk. Tapi kalau untuk lirik, kebanyakan diolah oleh Giring.

Gambarkan album terbaru kalian dengan 3 kata?
Top up wonderful.

Belakangan banyak lagu dari penyanyi yang sedang ngetop diaransemen ulang menjadi musik dangdut, apakah kalian setuju lagu di album ini dijadikan lagu dangdut?
Mungkin bisa ditanyakan kepada Nidjiholic (penggemar fanatic Nidji-red). Tapi kayaknya mereka tidak setuju deh.

Untuk album ini, adakah angka target penjualan khusus?
Rilis album kedua aja, kita sudah bersyukur banget. Tapi kalau boleh bicarak tentang target, kita berharap album ini bisa menyamai perolehan angka penjualan seperti album sebelumnya. (yun/indoseleb)

1 comment:

Anonymous said...

gw pengen ada top-up english version-nya!!!!!
tp gw gax setuju album top up ini di jadiin DANGDUT