Lets Search!

Facebook Connect


Ungu, Nidji, dan Slank Tampil Beda

Penampilan tiga grup band papan atas, Ungu, Nidji dan Slank, dalam pergelaran akbar A Mild Live Soundrenaline ‘Sound of Change’ di Pangkalan TNI AU Padang, Minggu lalu, ternyata memberi kesan tersendiri. Perubahan yang kental pada penampilan beberapa musisi Indonesia benar-benar menyuguhkan sesuatu yang berbeda.

Di antaranya penampilan grup band enerjik Nidji yang membawakan repertoir lagu yang berbeda, yaitu Nidji membuka dan menutup penampilan mereka dengan membawakan dua buah lagu berlirik bahasa Inggris yang sudah dikenal di telinga music maniacs Padang dan sekitarnya ini. Lagu pembuka Nidji yang juga merupakan salah satu soundtrack serial TV terkenal di seluruh dunia ‘Heroes’ berjudul ‘Heaven’ ini mampu membangun suasana hangat sesaat setelah jeda untuk salat Magrib. Enam lagu berikutnya Nidji pun semakin menguasai panggung dengan lagu-lagu hits mereka antara lain ‘Child’, Sudah, Hapus Aku, Lakuta, Kau dan Aku, serta Disco Lazy Time.

Selain Ndji, grup band yang tampil mengejutkan adalah Ungu, yang kompak berbusana gamis. Demi menunjang penampilannya, Ungu menyuguhkan lagu hits religius ‘Surgamu’, yang langsung disambut meriah seluruh penonton. Penampilan Ungu diawali dengan dua lagu pertama dari hits-hits religius mereka. Ungu tampil dengan gaya akustik yang sontak menghipnotis penonton yang turut larut membawakan lagu-lagu tersebut.

Penampilan berbeda juga ditunjukan Element yang menyelipkan satu buah lagu berirama dangdut berjudul ‘Pacar Tanpa Tandingan’, Tere yang memboyong band pendukung mayoritas cewek dan Slank yang tampil memukau dengan konsep panggung yang matang dengan membawa sepeda motor Vespa ke atas panggung, serta mengajak penonton untuk berjoget mengikuti irama. Penampilan Slank di Pentas A Mild Live Soundrenaline 2007 Sound of Change ini menjadi penutup yang manis bagi para penonton yang hadir yang mayoritas merupakan para penggemar mereka yang dijuluki Slankers ini.

Kerja keras yang disuguhkan para musisi papan atas Indonesia di atas pentas spektakuler A Mild Live Soundrenaline 2007 Sound of Change untuk menyajikan penampilan yang lain dari biasanya ini pun terpantau oleh pengamatan Media Board yang ditugaskan untuk memantau dan menilai musisi dan band pengisi acara A ild Live Soundrenaline 2007, yang mampu menyuarakan dan memperlihatkan perubahan pada penampilan mereka. Tim khusus yang terdiri dari lima pengamat dan pemerhati musik Indonesia yang diwakili oleh juru bicara Remy Soetansyah pun mendaulat tiga band yang menyuarakan aura ‘Sound of Change terbaik pada penyelenggaraan A Mild Live Soundrenaline 2007 di Kota Padang, yaitu Nidji, Ungu dan Slank.

A Mild Live Soundrenalin 2007 berikutnya dijadwalkan di Kota Palembang, Bandung, Surabaya dan Denpasar Bali. Tidak semua kota di Indonesia yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pergelaran akbar ini. Palembang diperhitungkan secara nasional karena Palembang beberapa tahun terakhir sejak 1997 selalu aman dalam konser musik akbar, maka Palembang menjadi prioritas. Selain itu, keindahan Kota Palembang juga sudah mulai diakui tamu-tamu dari luar Palembang.

Barometer keamanan dalam konser musik di Palembang adalah saat konser akbar A Mild Live Soundrenaline 2005 lalu di lapangan parkir Bumi Sriwijaya. Begitu juga konser akbar KDI yang digelar di Benteng Kota Besak (BKB) dipadati ratusan ribu penonton dari berbagai penjuru, ternyata juga berlangsung aman dan sukses.

Hal inilah yang menjadi latar belakang Palembang sebagai tuan rumah A Mild Live Soundrenaline 2007 setelah Padang. Para music maniacs, tentu saja merasa tersanjung adanya pergelaran musik berkualitas ini. Sebab lewat pergelaran musik dari musisi papan atas Jakarta, setidaknya bisa dijadikan referensi untuk berkarya dan berbuat positif. Saat ini saja ratusan band indie tumbuh subur di Palembang, artinya dari kegiatan itulah kawula muda bisa melupakan hal-hal negatif misalnya narkoba dan lain-lain.

Seperti dikatakan sejumlah musisi saat tampil, sesuai dengan tema A Mild Live Soundrenaline kali ini, yaitu Sound of Change, musik untuk perubahan. Perubahan di sini tidak hanya aransemen musiknya, tetapi juga mentalnya. Mulai sekaranglah kita harus meninggalkan cara-cara lama yang selalu mengebiri kreativitas. ‘’Mau berbuat positif kok takut, yang berpikir negatif ke laut aja dah,’’ kata-kata ini dibuat oleh wartawan Sumatera Ekspres dan memenangkan lomba celoteh positif yang sempat digelar Prisma selaku koordinator wartawan di ajang A Mild Live Soundrenaline 2007 di Kota Padang. (*/je)

source: sumatra express

No comments: