Lets Search!

Facebook Connect


Konser NIDJI & Matta Di Kediri


Konser NIDI bersama MATTA semalem di Kediri dalam acara Konser Perjalan Emas 50 TH Gudang Garam berakhir ricuh dan NIDJI hanya sempat menyanyikan 5 lagu saja sampai jam 10an malam. Sebenarnya dari awal band-band lain yang tampil sudah terjadi keributan selain jumlah penonton yang berjumlah puluhan ribu dan puncaknya saat NIDJI tampil dipanggung dan seringkali sound system mati mendadak serta terjadinya perkelahian antar penonton.

Semoga di konser-konser yang lain tak terjadi keributan. Berikut berita dari media lain:



MetroTV (26.06.08)
Konser grup musik Nidji dan Matta di Monumen Simpang Gumul, Kediri, Jawa Timur, Rabu (25/6), berbuntut ricuh. Sejumlah penonton terlibat baku hantam dan saling lempar. Puluhan orang terpaksa diamankan aparat kepolisian dalam insiden tersebut.

Tanda keributan mulai nampak saat dua band underground lokal membuka pentas musik tersebut. Saat Matta naik pentas, kerusuhan tak terelakkan. Kontan polisi langsung bertindak tegas dan membekuk sejumlah pelaku kericuhan. Dan pertunjukkan musik pun dilanjutkan kembali.

Suasana kembali memanas saat Nidji naik panggung. Penonton kembali bertindak anarkis. Bahkan pertunjukkan sempat terhenti sekitar 30 menit karena sound system dirusak. Usai pertunjukkan bergulir, kericuhan antarpenonton kembali pecah. Polisi sulit mengendalikan situasi. Nidji pun langsung menghentikan pertunjukkan dan meninggalkan panggung.

Kompas (26.06.08)
Tanda-tanda kericuhan dalam pesta rakyat Kediri sudah tampak sejak awal pesta dimulai, Rabu (25/6) malam. Hajatan yang bertajuk "Perjalanan Emas 50 Tahun PT Gudang Garam" dipusatkan di tiga tempat, yaitu di pinggir Kali Berantas, Lapangan Gajah Muda, dan Simpang Lima Gundul. Puluhan ribu massa memadati tempat berlangsungnya acara.

Di Simpang Lima Gundul, acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan menampilkan band lokal, Vulgar Band dan Rum Band, sebagai pembuka acara. Acara baru berjalan kurang lebih satu jam ketika puluhan ribu penonton mulai berulah. Mereka seperti tidak sabar menanti penampilan Matta. Batu, sandal, dan botol air mineral beterbangan. Saling dorong dan baku hantam tidak bisa dihindarkan. Kericuhan ini berhenti ketika Matta tampil di atas panggung.

Baru saja Matta menyanyikan satu lagu, tiba-tiba sound system mati. Hal ini memicu kemarahan penonton. Batu dan berbagai macam benda kembali beterbangan. Panitia membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk memperbaiki sound system. Saat Matta kembali tampil, massa pun tenang lagi dan menikmati lagu-lagu yang dibawakan grup musik asal Bandung ini.

Memasuki lagu ke 8 hingga ke 10 kerumunan massa kembali bergolak. Mereka berteriak, "Nidji...Nidji...Nidji..." Batu pun kembali beterbangan. Gejolak ini kembali berhenti saat Nidji tampil di panggung.

Namun, lagi-lagi sound system mati saat Nidji belum selesai menyanyikan satu lagu pembuka. Penonton kembali saling lempar batu. Saat sound system berhasil diperbaiki penonton kembali tenang. Memasuki lagu kelima, penonton berulah tidak terkendali. Kerumunan penonton terbelah dua, di sisi utara dan di sisi selatan. Selain saling lempar batu, mereka juga baku hantam. Sebagian penonton kocar-kacir menyelamatkan diri. Korban pun berjatuhan. Ada yang kepalanya berdarah terkena lemparan batu, ada yang patah tulang karena terinjak-injak. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Puluhan orang yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh panitia. Puluhan petugas kemanan merangsek masuk ke tengah penonton mengamankan sekitar 15 orang yang dianggap sebagai provokator. Pentas Nidji pun dihentikan pada pukul 23.20 WIB.

Kasat Samapta Polres Kediri, AKP Sudiono, yang ditemui di lokasi kejadian, menyatakan kericuhan seperti ini adalah hal yang lumrah dalam acara konser musik. Kericuhan tidak sempat meluas karena aparat kemanan segera bertindak mengamankan situasi. Massa pun membubarkan diri dengan tertib.

No comments: