Lets Search!

Facebook Connect


Showing posts with label giring. Show all posts
Showing posts with label giring. Show all posts

Penampilan NIJI (Saat Masih Tanpa Huruf D) Tahun 2005 di eX




Inilah Giring Di Film Sang Pencerah



The Dahlan Company 1912
(giring ganesha, dennis adhiswara, abdulrahman arif, lukman sardi, mario irwinsyah, ricky perdana)

tunggu foto yang lainnya di sini...


Giring: Dari Anti Korupsi Hingga Kasus Prita


Persoalan korupsi hingga kasus Prita Mulyasari merupakan 2 masalah bangsa yang juga menarik perhatian Giring Ganesha, 26, vokalis grup band Nidji. Ia meminta Pemerintah tetap serius dalam memberantas korupsi di Indonesia dan berencana ikut aksi Penggalangan Koin untuk mendukung Prita.

"Aku harap Indonesia dapat segera bebas dari masalah korupsi, karena ini kan penyakit sosial yang udah menggerogoti bangsa kita. Aku minta juga Pemerintah tetap serius memberantas korupsi," kata Giring kepada Waspada Online yang menemuinya di Plaza Semanggi, Jakarta (9/12).

Giring mengungkapkan hal itu menanggapi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang pada 9 Desember kemarin memang tengah dirayakan oleh berbagai kelompok demonstran di Jakarta. Ia bersyukur aksi demonstrasi itu berlangsung damai hingga tak mengganggu ketertiban umum, tidak membuat jalan-jalan di Jakarta macet.

Giring & Amanda di Paddle Pop Kombatei The Movie






Wall’s Paddle Pop kembali mengajak anak-anak Indonesia bertualang menumpas kejahatan untuk menyebarkan kedamaian bersama si singa pemberani - Paddle Pop Lion - dan sahabat-sahabatnya, melalui film animasi terbaru berjudul “Paddle Pop Kombatei the Movie”. Dalam kesempatan ini, Wall’s Paddle Pop juga menggandeng Giring dan Amanda sebagai pemeran karakter Paddle Pop Lion dan Liona. Melalui film petualangan ini, Wall’s Paddle Pop ingin memberikan inspirasi kepada anak-anak Indonesia dengan petualangan dan nilai-nilai positif yang disajikan seperti keberanian, kejujuran, kerja sama dan berbagai nilai positif lainnya.

Giring Dan Paddle Pop


Vokalis grup band Nidji, Giring mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk menjadi pengisi suara dalam film Paddle Pop Kombatei.

"Ini suatu anugerah dan diberikan kesempatan untuk jadi pengisi suara dan bukan karena materi. Ini pengalaman hidup yang tidak akan aku lupakan," ungkap Giring saat ditemui di Emax Cafe, Plaza Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (9/12/2009).

Giring mengaku, awalnya dia membaca skripnya dan melihat demo film kartun untuk anak-anak tersebut. "Karakter Paddle Pop jujur, pemberani, dan berteman ada di saya dan saya jawab alhamdulillah," ujarnya.

Bagi penyanyi berambut keriting ini, apa yang dia lakukan bukanlah lahan baru. Karena baginya ini adalah bagian dari seni. "Apapun itu bicara seni, gue mau. Inilah seni dalam pendalaman karakter dan proses kreatif," jelasnya.

Baru pertama kali mengisi suara film kartun, Giring mengaku canggung dan sempat merasakan lucu terhadap dirinya sendiri.

Sejujurnya, Giring ingin menjadi seorang sutradara, fotografer, dan mencoba segala hal yang berhubungan dengan seni. "(Segala hal) berhubungan dengan seni, pasti aku coba dan itu pasti kutanyakan kepada teman-teman," ujarnya.

Setelah proyek ini, Giring mengaku ingin melakukan sesuatu yang berbeda lainnya. "Aku ingin mengeluarkan sesuatu dan bentar lagi pengin coba sandiwara," ungkapnya.

OKEzone

Giring Nidji & Hari Kemerdekaan


Hari Kemerdekaan dimaknai Giring Ganesha sebagai momen untuk mengingat perjuangan para pejuang dan pendiri bangsa.

"Gue ingat founding father yang merebut kemerdekaan. Ini jadi momen untuk bangkit dari keterpurukan. Bangsa kita adalah bangsa yang kreatif, tapi jangan kreatif membajak"

Giring Gunakan RBT Mbah Surip

Sebagai salah satu personil dari band besar tanah air, Giring 'Nidji' ternyata mengakui sangat suka dengan lagu-lagi komedi yang booming saat ini, salah satunya Mbah Surip.

Giring mengaku kalau belum lama ini RBT-nya menggunakan lagu Mbah Surip yang judulnya 'Tak Gendong'.

"Iya RBT gue kemarin sempat Mbah Surip yang judulnya 'Tak Gendong', karena menurut gue lucu aja dan punya daya jual," ujar Giring saat ditemui Indonesiaselebriti.com di EX Plaza, Jakarta Pusat.

Selain itu Giring juga menyatakan, boomingnya musik-musik yang bernuansa komedi saat ini sangatlah wajar karena itu bagian dari industri.

"Musik komedi jika digarap dengan serius maka hasilnya akan bagus juga, salah satunya seperti Project Pop. Tapi nggak dipungkiri sih ada juga band yang karyanya bikin gue males dengernya. Ya kalau lagi booming sih wajar aja, tinggal mereka itu mampu bertahan lama atau tidak, karena ini seleksi alam," tegasnya.

Source: Indonesiaselebriti.com

A Journey Through The Lens Of Nidji, Sebuah Buku Foto




Buku Foto: A Journey Through The Lens Of Nidji
Tahun: Mei 2008
By: Giring Ganesha
Terbitan: A Mild Rising Stars

Tulisan tentang buku foto ini dapat dibaca di:
http://nidji.blogspot.com/2008/05/lens-of-nidji.html
http://nidji.blogspot.com/2008/05/giring-kini-berkamera.html

The Life Of Giring Nidji Ganesha


Giring Ganesha tarik suara itu hal yang biasa, meotret juga sudah lumrah karena keduanya menjadi hobinya. Kalo ngeblog mungkin salah satu yang menggembirakan karena Giring akhirnya tampil kembali di dunia maya setelah hilangnya account Facebook-nya (btw kapan aktif lagi di FB?), plus saat ini beliau rajin update di Twitter meski hanya ngasih tau ada postingan baru di blog.

Blog yang dihosting di Blogspot atau Blogger diberi judul "THE LIFE OF GIRING NIDJI GANESHA", dibuat sabtu kemarin (20 Juni 2009) dengan posting pertama "Salam Sejahtera" yang berkisah tentang diri dan keluarganya dilanjutkan beberapa cerita ringan termasuk sejarah NIDJI. Menurut Giring di blog ini akan membahas masalah musik, film, games, buku dan art selain kehidupan sehari-hari.

Saat ini baru ada lima postingan dan semuanya enak untuk diikuti meski masih dengan template standar blogger, beda dengan blog milik Cynthia. Dan bagaimana dengan personil Nidji yang lain?

Penasaran? meluncur aja ke http://giringnidjiganesha.blogspot.com
Happy Blogging Bos....

Giring, Idola Cilik BIkin Merinding

Giring Ganesha mengaku senang bisa bernyanyi bersama para finalis Idola Cilik 2. Alasannya, selain lucu juga karena suaranya tak kalah oleh penyanyi cilik lain. "Pertama kali aku dengar lagu Nidji dinyanyikan oleh anak-anak Idola Cilik, respons pertama adalah aku merinding dan menangis. Aransemennya sangat bagus dan indah," kata Giring saat ditemui seusai menyanyi bersama Idola Cilik 2 dalam peluncuran album kompilasi di Dufan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (16/4).

Giring mengaku, ketika melihat anak-anak Idola Cilik, ia teringat kepada penyanyi cilik seangkatan Dhea Ananda dan Enno Lerian. "Kita dulu senang banyak penyanyi cilik, tetapi sekarang berbeda banget. Anak-anak Idola Cilik malah menyanyikan lagu bukan lagu anak, melainkan lagu orang dewasa," kata Giring sambil menyebut beberapa lagu milik Peterpan, Nidji, dan ST 12

Meski demikian, Giring menambahkan, bukan baik atau buruk, tetapi tergantung lagu apa yang dinyanyikan anak-anak. "Aku pernah bertemu anak kecil yang nyanyiin lagu-lagu seronok. Dari situ, aku mikir, aduh kok anak kecil bisa-bisanya nyanyiin lagu seperti itu," kata Giring setengah bertanya.

Giring Pulang Dari Tanah Suci





GIRING Ganesha terharu dan bahagia. Ia baru saja selesai menunaikan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi.

Kemarin Giring mengadakan syukuran di Basecamp NIDJI. Sejumlah rekan dan kerabat Giring hadir di sana. Mereka mengucapkan syukur vokalis Nidji itu selesai berhaji.

Sejumlah pengalaman mengesankan dialami Giring di Tanah Suci. Ia merasakan pula segala urusan dia dimudahkan Allah. Hampir semua yang menunaikan haji di sana ramah dan membantu dia.

"Merasa dicintai sama Allah di sana," ucap penyanyi kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983. Soal status haji sekarang, Giring enggan disapa Haji Giring.

"Karena yang gue hajikan hati gue," jelas dia

Giring Gelar Syukuran


Tadi pagi (Minggu, 23.11.08) Giring ngadain acara ratiban, pengajian sebagai rasa syukur dalam rangka keberangkatannya ke tanah suci tanggal 30 November ini. Acara ini diselenggarakan di Pendopo Kemang Jakarta.

Menurut rencana Giring akan menjalankan ibadah Haji tahun ini bersama ibunda Giring tanggal 30 ini, kita doakan buat Giring mendapatkan kemudahan dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji kali ini.

Giring Ingin Ubah Indonesia

Okezone, Senin, 27 Oktober 2008

Tak banyak generasi muda tergerak untuk mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik. Giring, vokalis Nidji, berniat mengubah Indonesia. Jadi apa?

"Saya tidak ingin ada korupsi, saya ingin lakukan apapun untuk mengubah bangsa ini. Saya khawatir bangsa ini jadi bangsa apatis. Jujur saja, Laskar Pelangi adalah bentuk keprihatinan saya, banyak orang susah menggapai mimpi," beber Giring yang ditemui okezone di kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2008).

Penyanyi berambut kribo itu tidak cuma gembar-gembor ingin mengubah wajah Indonesia. Dia memberikan contoh konkret yang bisa ditempuh pemerintah.

"Saya ingin negara ini memperbanyak taman, edukatif, tapi entertaining banget. Jangan perbanyak mal, masyarakat jadinya konsumtif. Saya ingin Indonesia lebih baik ke depannya," harap pelantun Arti Sahabat ini

Giring: Indonesia Butuh Pemimpin yang Tegas Banget


Tempo, Senin 27.10.2008

Giring Ganesha bukan nama yang asing buat penggemar musik pop. Vokalis grup musik Nidji itu sedang laris dengan lagu Laskar Pelangi. Boleh dibilang, lagu-lagu pop yang dibawakan mereka sukses di pasar musik menggapai anak-anak muda. Boleh dibilang, Giring dan Nidji sudah menjadi ikon generasi muda sekarang, bersama beberapa grup band lain.

Ternyata pengagum John Lennon dan Soekarno itu menampik pendapat bahwa kesuksesan itu membuat dia bisa meraih apa pun. "Mobil gue masih yang gue pakai waktu SMA," kata bungsu dari tiga bersaudara itu. Menurut dia, tak semua generasi muda yang populer dan meraih sukses melupakan nilai kerja kerasnya.

Tak sekadar bermain musik dan mendapat uang, ia ingin berbuat lebih besar. ”Gue ingin berbuat sesuatu untuk (kemasyhuran) bangsa ini,” kata pengagum Soekarno dan Soeharto itu. Melalui lagu, walau saat ini liriknya bertema cinta, ia ingin menyampaikan pesan-pesan seperti perdamaian, persahabatan, nasionalisme. Tentang hal ini Giring bertutur kepada wartawan Tempo Yophiandi dan fotografer Arnold Simanjuntak di Toko Buku Times, Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis lalu. Ia juga berbicara tentang kreativitas anak muda, relevansi semangat Sumpah Pemuda, dan prospek generasi muda sekarang untuk berkontribusi bagi bangsa. Berikut petikannya.

Anda berkreasi di bidang seni, sudah mempertimbangkan prospeknya dibanding bidang akademis, misalnya?

Pas saya SMA, saya lebih sering main musik. Benar-benar stand up what I believe. Sejak kecil aku memang suka dengan politik dan musik. Mempelajari politik menyenangkan.

Masih mengikuti berita sosial politik dari koran?

Masih suka, tapi tidak sesering dulu (waktu masih aktif kuliah). Kalau dulu masih sering melihat perkembangan, tapi untuk berita besar dunia saya tetap berusaha mengikuti. Seperti sekarang, Amerika lagi semrawut, sedang jatuh, sementara Cina sedang menikmati devisa yang sangat besar yang berhasil dikumpulkannya. Banyak yang melihat Cina akan berganti gonna rule the world.

Anda sedang menapaki kesuksesan, masih perlu kuliah?

I have a great fun waktu kuliah. Apa yang gue pelajari untuk hidup gue, ya, waktu kuliah. Waktu aku belajar menjadi orator, ya, waktu di (Universitas) Paramadina. Waktu itu, saya run for president (kampus—Ketua Senat). Saya baca lagi bagaimana gaya orasi Hitler, Soekarno, bagaimana membius pendengarnya.

Menurut Anda, pemimpin Indonesia yang impresif cuma Soekarno?

Soeharto juga, tapi agak dingin, ya. Setelah itu, belum ada yang seperti mereka. Sorry to say, ya.

Dalam pandangan Anda sebagai anak muda yang sukses berkarya, bagaimana kondisi bangsa ini?

Indonesia, negara kita ini, terlalu cepat demokratisnya (setelah Orde Baru runtuh). Indonesia dengan jutaan penduduknya, yang kalau ada satu pemimpinnya ngomong, terus jutaan warganya ikut, pasti bisa (cepat) maju. Ambil contoh Cina dan India. Di Cina, satu ngomong A, semua mengikuti. Kalau India kan lebih demokratis, maju, tapi ketika bicara A tidak bisa cepat, karena tersendat-sendat. Nah Indonesia, butuh pemimpin yang tegas banget.

Mesti militer?

Mungkin, tapi yang jelas pemimpin ke depan harus keras, tegas, untuk kebaikan negara dan bangsa ini. Sipil juga oke.

Bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono?

SBY... (terdiam sejenak), I like that guy. Walau tantangan kondisi sekarang berat, at least, dia mencoba berbuat sesuatu, memperbaiki kondisi bangsa ini. Dan gue nggak pernah melihat dia memperkaya dirinya.

Menurut Anda, anak-anak muda seumuran Anda melihat bangsa ini seperti apa?

Menurut gue, anak muda sekarang bermimpi saja susah, karena mereka ingin meneriakkan dan didukung pemerintahnya untuk melakukan apa pun. Ternyata tidak, karena sistem yang dihadapi ternyata carut-marut. Simpelnya begini deh, gue dulu berpikir, ketika pertama kali main musik, gue pikir royaltinya buat gue, dan mapan. Gue memaksimalkan diri untuk berkarya, tapi kenyataannya, banyak orang beli bajakan, pemerintah tidak berbuat apa pun.

Di Indonesia, anak-anak mudanya itu hebat-hebat banget, tapi masa depannya suram, karena tidak ada suatu keinginan untuk negaranya. Gue ingin band gue long term, karena ingin hidup di musik, tapi tetap saja sekarang gue masih insecure (tidak aman). Tingkat ketidakamanan finansial, keberhasilannya tinggi. Di negara mapan, yang seperti ini sudah jelas sistemnya, dihargai sebagai seniman.

Band-band kayak Slank, Iwan Fals, Dewa, Gigi, itu mereka hebat karena bisa bertahan lama. Generasi gue itu susah bermimpi, tidak aman.

Bukannya justru lebih enak, ada MTV, memasarkan musik, kontes-kontes jadi artis, ada tema yang diminati pasar, seperti cinta sekarang?

Ya, laku sih laku, tapi apa yang kita bicarakan di sini kan pop culture, yang up and down. Kita buka-bukaan saja nih ya. Kemarin band gue sempat pusing karena kita nggak tahu bagaimana caranya me-manage uang kita. Iyalah, kami anak-anak muda, tiba-tiba byar (sukses), dibiarkan begitu saja, tiba-tiba beli ini beli itu. Akhirnya kami mendapatkan solusi, menyewa konsultan finansial.

Tapi apa memang begini selera anak-anak sekarang, tentang cinta, bukan lagi soal gambaran sosial

Saya melihatnya seperti ini, musik melankolis, cinta diputusin, begitu yang laku. Menurut gue, pasarnya sebenarnya sudah capek, hidupnya sudah capek. Nyari duit saja sudah susah. Tapi gue percaya, ketika kita bicara kritik juga pasti laku, minoritas pasti beli juga.

Laskar Pelangi mengkritik tuh, tapi tetap laku banyak?

Begini, buat gue, apa yang dibuat Andrea Hirata dan Riri Riza sebuah kemarahan, tapi mereka tak menggambarkannya dengan marah-marah. Ini yang membuat gue menulis lagu itu pun dengan tidak marah-marah. Ya sudahlah, keadaan memang sudah begini, ya, at least, we grateful for it. Gue juga marah dan sedih, tapi kalau kita mikirin terpuruk terus. Mending mikir positif saja deh. Orang bilang ke gue: ”Udahlah lu ngapain sih mikirin pembajakan. Semua orang ngebajak, kok.” Tapi gue tetap berpikir positif that one day, kondisinya lebih baik. Undang-undangnya ada, tapi pengaplikasiannya juga nggak ada, ya mau bilang apa.

Orang membeli produk bajakan bukannya karena tak ada akses?

Menurut gue, memang, di beberapa daerah akses untuk mendapat kaset dan CD asli memang susah. Bahkan beberapa daerah nggak tahu mana asli dan palsu. Makanya Anda bilang enak jadi musisi--no, man! Kami juga tetap memikirkan bagaimana sebaiknya, karena kami sudah terlalu sibuk, berpikir how we can survive. Sebenarnya kami berharap pada pemerintah. Makanya yang jelas gue bakal memilih siapa pun yang memperjuangkan hak-hak warganya.

Pernah beli bajakan?

Dulu pernah, gue akui. Tapi setelah gue tahu bagaimana susahnya membuat album, karya seperti ini, gue stop.

Kalau cekak pun menghargai beli yang asli?

Ya, selain welfare, juga soal kesadaran. Tapi soal welfare itu, ya, aku pikir, selama orang sudah sejahtera, kesadaran untuk menghargai pasti lebih besar. Walau memang kalau dibiasakan gratis agak susah juga mengubah budayanya.

Dengan banyaknya korupsi anggota parlemen, misalnya, Anda masih percaya dengan pemilu?

Kondisinya meminta kita semua serba instan. Tanpa berpikir apa pun lagi. Generasi gue itu generasi yang instan, popularitas, rumah. Untuk itu mereka butuh duit. Alhamdulillah, we work very hard, kami tidak instan. Tapi, kami berpikir positif segalanya bisa membaik dengan kondisi negara yang lebih baik.

Sekarang banyak order juga buat pemilu daerah?

Nah ini, jadi musisi zaman sekarang siapa bilang enak? Waktu kemarin kami diundang, ini pertama kalinya, untuk pilkada. Di Sulawesi Selatan, empat jam dari Makassar, masuk hotel dikerubutin, sudah kurang tidur. Masuk ke panggung, aksesnya mesti lewatin ribuan orang, dijambakin, dicakarin, tapi oke, kami mesti profesional, hujan-hujanan. Kemudian disuruh ucapkan jargon, gue nggak mau. Gue bilang, gue cuma menghibur. Turun panggung, lewatin kubangan air sampai selutut, terus hujan-hujanan lagi. Dan kami satu tim tidak marah-marah, malah ketawa-tawa. Ini salah satu pengalaman terbaik kita ya hahaha.

Tahun depan banyak kampanye, mau ikut lagi?

Nggak tahu, bagaimana manajer kami (Musica). Tapi, yang bagus, menurut manajer kami, kami mesti ikut sekali (kemarin itu), karena akan bisa mengetahui bagaimana keputusannya kalau diundang lagi. Sekarang kami minimal mikir lagi kalau diundang (untuk pemilu).

Dulu orang cita-citanya jadi dokter, sekarang jadi musisi, pelawak, apa karena profesi ini mudah sukses untuk generasi sekarang?

Kalau generasi sekarang melakukan apa pun secara serius, pasti bisa sukses. Kalau zaman dulu kan nggak bisa, bisa mapan kalau jadi arsitek, dokter. Ternyata, toh bisa ditunjukkan jadi penata rambut saja bisa survive. Nah, pemerintah tinggal mendukung bahwa ini bisa diwujudkan.

Ini bukan suatu bentuk protes terhadap pendidikan? Karena tak semua, misalnya, harus menjadi arsitek, kimiawan.

Pasti masih banyak juga yang masih mau jadi arsitek, ilmuwan, seperti itu. Ada seorang teman gue perempuan, dia itu bidang studinya kimia, tapi dia menulis buat majalah sosial juga. Mudah-mudahan ketika mereka bekerja dengan pilihan mereka, mereka tidak melakukan korupsi. Gue selalu protes, dengan pendidikan seperti ini dan gue memilih musik dan bertahan dengan pilihan gue. Pendidikan formal tetap penting, tapi ketika kita percaya apa yang kita kerjakan itu baik dan berguna, kita bisa melakukannya.

Sekarang lagi pada membuat album rohani, Nidji nggak?

Wah, nggak siap kami. Teman-teman bilang, sebuah pertanggungjawaban yang besar harus kami tanggung, ketika kami bicara good deeds, perilaku yang baik, siapa harus kita sembah, tapi kami berenam masih belum seperti itu, kan artinya munafik. Menurut gue, Gigi dan Opick sudah melakukan yang terbaik. Kami sudah melakukan yang terbaik di bidang kami masing-masing. Laskar Pelangi juga kan ada unsur rohaninya, bagaimana kita harus bersyukur. Itu paling jujur yang gue rasakan.

Belajar dari Laskar Pelangi, ingin menulis lirik seperti itu lagi?

Terus terang, kami belajar banyak dari Laskar Pelangi. Gue baca semuanya, pas baca Sang Pemimpi, gue diajarkan bagaimana gue harus bersyukur. Pas baca Edensor, gue digerakkan. Andrea belajar ke Sorbonne dan gue ingin ke Inggris, itu ada festival Glassenburry, isinya band-band dahsyat. Ya, tahun depan gue berangkat. Ini mimpi gue sejak zaman dulu. Ini sebuah pembelajaran, jangan pernah berhenti bermimpi. Mimpi gue: gue ingin berbuat sesuatu untuk (kemasyhuran) bangsa ini. Gue ingin Indonesia seperti dulu lagi, berani bilang tidak pada orang lain, dan gue ingin salah satu dari jutaan orang yang mendukung itu.

Menurut Anda, musik bisa mempengaruhi mencapai itu?

Bisa banget. Ketika John Lennon bilang Imagine, dia did everything yang lu believe, dan dia menuliskannya. Kemudian dia berdiri di depan generasinya untuk membuat itu menjadi mungkin terjadi. Aku percaya musik itu bisa mempengaruhi.

Tapi, musik kita sekarang cinta-cintaan melulu?

Hehehe. Kalau di Nidji, kita menulis tentang cinta, tentang putus cinta, tapi ketika manggung, kita ingin orang melihat ada pesan lebih besar yang ingin disampaikan. Kau dan Aku bercerita tentang itu sebenarnya; Randy menulis tentang dia dan mantan cewek-nya, walaupun mereka beda agama, tapi satu untuk selamanya.

(Setiap membawakan lagu Kau dan Aku, Giring selalu membawa bendera Merah-Putih, yang dimaksudkan untuk menyampaikan pesan walau berbeda-beda tetap satu. Sementara itu, melalui lagu Arti Sahabat ia ingin menunjukkan kepada dunia arti persahabatan).

Tak ingin membuat liriknya seperti pesannya?

Pingin sih. Jujur saja, gue sudah ngomong sama Bu Acin (Musica), Bu, kami mau mulai ngomong tentang sosial. Dia bilang, sabarlah, entar ada waktunya.

Sumpah Pemuda masih relevan nggak, sih?

Masih, dengan gaya kita sekarang. Orang-orang generasi sekarang jelas beda. Dulu kan mereka bersatu untuk melawan penjajah. Sekarang kita tetap harus bersatu untuk mewujudkan sebuah negara yang kita mau, yang mewujudkan, menjamin mimpi-mimpi kita terlaksana, memperbolehkan warganya untuk meraih mimpinya.

Pernah berpikir masuk partai?

Good question... (terdiam sejenak). Aduh... di lubuk hati gue terbagi dua. Ada yang pingin, ada yang nggak. Yang pingin bicara begini, if you want to change the system, you have to inside the system. Tapi, John Lennon saja bisa change the system tanpa masuk ke dalamnya, kenapa gue nggak? So far, gue bahagia dengan begini, tidak terikat apa pun. Free say anything I want.

Pernah ditawari? Kan sekarang banyak partai merekrut artis.

So far belum. Begini ya, partai kan merekrut mereka supaya tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya memperkenalkan jagoannya. Karena kan artis sudah banyak dikenal. Tapi, lucunya, akhir-akhir ini gue dapat undangan, seperti diskusi untuk Sumpah Pemuda ini.

Kuliah akan selesai?

Mudah-mudahan setelah dosen gue baca ini, dia bisa berbuat sesuatu. Tentu saja, rasanya nggak enak belum lulus (Giring angkatan 2002 di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina). Setelah lulus, rasanya bebas, tak ada utang. Sekarang gue happy, punya penghasilan, tapi ada yang nyangkut, ya tentang pendidikan ini. Masih ada sekitar empat mata kuliah yang mesti diselesaikan. Mudah-mudahan tahun depan kelar.

Kalau generasi muda sekarang berpikir soal berprofesi di bidang seni, kreativitas, kayaknya kuliah tidak perlu lagi, ya?

Wooo nggak dong. Kuliah tetap penting. Kuliah itu membuat kita berpikir secara kritis, sistematis. Kami berenam kuliah, dan serius. Makanya, secara business wise, kami tahu mana yang bagus dan tidak buat kami. Ada dasar yang kuat walau jadi apa pun nantinya. Pengalaman hidup juga perlu.

Siapa idola Anda?

Iwan Fals, begitu gamblangnya pesan dalam lirik. Gigi, membawa inspirasi bahwa dengan musiknya sendiri bisa bertahan. Slank, Bimbim pernah bilang, jangan berhenti mimpi. Mimpinya dia pelihara.

Putus Cinta Sehari, Giring 'Nidji' Pacaran Lagi

Giring 'Nidji' selalu terlihat mesra menggandeng kekasihnya, Inka. Namun ternyata hubungan cinta Giring dan Inka putus selama sehari baru-baru ini. Waduh...

"Iya lagi break sih kemarin," ujar Giring membenarkan kabar dirinya putus dari Inka kepada detikhot via ponselnya, Selasa (14/10/2008).

Kandasnya asmara Giring dan Inka dinilai vokalis berambut keriting itu sebagai "istirahat sesaat". Kini pria bernama lengkap Giring Ganesha itu kembali menjalin kasih dengan Inka. Keduanya mencoba untuk memulai kembali kisah cinta mereka.

"Sekarang lagi adaptasi. Udah mencoba untuk memulainya lagi. Ya gitu deh susah menjelaskannya," jelas Giring.

Giring pun mengelak dirinya disebut pria jomblo. Saat ini asmaranya dengan Inka telah membaik dan mulai kembali normal.

sumber: detikcom

Nidji's Giring Newly Single

Popular singer Giring of Nidji is now single, after ending his two-year relationship with girlfriend Inka.

On her Facebook site, Inka has reportedly changed her status from "in a relationship" into "no relationship", and has also expressed her disappointment over the couple's breakup.
Giring himself has made no statement over the news and a call to his cell phone was not picked up, okezone.com reported Tuesday.

The couple were last seen together at the wedding of Nidji drummer Adri, where Giring commented that he was not ready to marry his girlfriend.

"Love and affection are not enough since these days, there are many things that can cause problems ...," Giring said at the time.

The breakup has come as a surprise, especially since Giring reportedly went through a lengthy process to date Inka, who is the sister of one of his close friends.

"When I asked permission from her brother (to become her boyfriend), I was nervous. When I told him 'your sister is beautiful' I was warned not to approach her. But finally, I won her heart," Giring once said.

source: the jakartapost

Giring Siap Naik Haji

Vokalis grup band 'Nidji', Giring rupanya sedang mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji bersama ibunda tercintanya. Ibadah haji kali ini merupakan ibadah haji kedua Giring.

Kini ia mengaku cukup siap untuk menunaikan rukun Islam yang ke-lima. "Ya, kalau tahun lalu niatnya cuma untuk temenin mama doang, kali ini gue harus lebih serius," ujar pria berambut kribo disela-sela acara buka bersama anak yatim di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (26/9) malam.

Mendekati hari-H Giring mengaku lebih deg-degan. Ia pun mempersiapkan mental dengan niat dan keikhlasan. Selama perjalanan, pelantun 'Laskar pelangi' itu berharap tidak akan terjadi sesuatu yang berarti selama di Tanah Suci.

Gelar haji yang ia dapatkan sepulangnya dari rumah Allah itu pun, tak ingin dipakai olehnya. Ia lebih mengharapkan, sepulangnya dari Tanah Suci bisa menjadi lebih dekat dengan penciptaNya dan lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Kekasih Inka itu pun mengaku masih belum maksimal dalam menjalankan ibadah kepada Allah. "Untuk secara total, ibadah gue aja masih banyak yang bolong-bolong, makanya pengin gue perbaiki," harapnya

Sumber: DetikCom

Ost. Laskar Pelangi, Giring Tak Berpikir Panjang


Mengagumi novel Laskar Pelangi, Giring 'Nidji' langsung bermimpi membuat soundtrack filmya. Tiba-tiba, Mira Lesmana menelpon dan menawarkannya. Wuih, tanpa pikir panjang, Giring langsung menerimanya. Giring pun menciptakan lagu yang berbeda.

"Sebelum mbak Mira ngajak kerjasama nulis theme song Laskar Pelangi, Gue sudah lebih dulu membaca novelnya yang dikasih sama mama. Jujur, ceritanya dahsyat. Dalam perjalanan tour luar kota, masih pagi-pagi buta, gue bilang sama teman-teman Nidji. Mereka pun terkesima,"kata Giring petang ini (05.09.08), usai berbuka puasa, di launching OST. Laskar Pelangi, di Planet Hollwood Jakarta.

Giring langsung menegaskan kepada teman-teman Nidjinya. "Pokoknya, jika ada orang yang nawarin bikin theme song Laskar Pelangi,tawaran itu harus langsung kita ambil. Pasti hasilnya bakalan bagus dan keren."

Maklum. Isi kepala Giring sudah dipenuhi bayangan seperti apa lirik dan melodi lagunya. Tetap ada warna urban music ala Nidji, tapi minimalis hanya dengan menggunakan banyak gitar akustik.

"Biar beda dengan musik Nidji selama ini. Biasanya kan, urban electrik yang riang dengan cenderung ngerock atau disko. Di Laskar Pelangi gue dan teman-teman menggarapnya minimalis sesuai lirik yang gue buat. Hasilnya jelas beda," aku Giring.

Mimpi Giring ternyata tidak sebatas angan. Tiba-tiba mbak Mira menelpon dan menawarkannya. "Kejutan yang menyenangkan. Nggak pikir apa-apa lagi, gue langsung terima tawaran itu. Tentunya didukung sama teman-teman Nidji. Ya, udah seperti apa lagu yang Nidji bawakan untuk Laskar Pelangi, dengarkan saja theme song Laskar Pelangi," tutur Giring.

info: laskarpelangithemovie

Hobi Baru Giring


apa sih hobi baru giring nidji selain fotografi dan nyanyi? kalo nyanyi udah gak diragukan lagi terus kalo fotografi udah hobi bawaan, saat ini ternyata giring memulai hobi barunya diving alias menyelam. di sela-sela manggung di berbagai kota terutama yang ada lautnya, giring menyempatkan untuk menjalani hobi barunya itu. seperti saat di gili trawangan atau di beberapa tempat yang masih natural laut atau karangnya....

.... more photos on: Giring & Diving