Lets Search!

Facebook Connect


Showing posts with label ariel. Show all posts
Showing posts with label ariel. Show all posts

Ariel Wisuda Sarjana


selamat buat andi ariel harsya yang telah diwisuda menjadi sarjana mendahului teman-teman nidji yang lainnya. tadi siang ariel melangsungkan wisuda di gedung jakarta convention centre senayan, selama ini ariel menjadi mahasiswa administrai negara universitas atma jaya.

trus abis wisuda langsung nikah ya riel? selamat berbahagia deh buat ariel & dhea...

Dea Ananda Santai Nunggu Dilamar Pacar

Hubungan asmara Dea Ananda dan gitaris Nidji, Ariel makin lengket. Tapi ketika ditanya rencana pernikahan, Dea mengaku santai menunggu lamaran datang.

"Kalau memang waktunya dan saatnya, pasti siaplah. Kalau sekarang ikut aja," ujar Dea ditemui dalam acara resepsi pernikahan Adri 'Nidji' di Oktroi Plaza, Jl. Raya Kemang, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2008) malam.

Sampai saat ini Dea mengaku masih menikmati masa pacarannya. Sembari menjalani waktu, keduanya pun terus meniti karir masing-masing dan saling mendukung.

Namun bukan berarti keduanya main-main dengan hubungan mereka. Dea dan Ariel mengaku serius untuk terus bersama. Beruntung keluarga mereka pun menyerahkan kepercayaan sepenuhnya.

"Ketakutan kita nggak pernah tahu. Feeling aja sih, kita masih baik-baik saja. Happy. Jaga hubungan saling menghargai aja. Komunikasi dan harus punya prinsip. Kalaupun misalnya terjadi hal yang khilaf, lama-kelamaan pasti akan tahu sendiri," jelas Dea melirik sang kekasih.(yla/yla)

source: detik

Andi Ariel Harsya (31.08.1983 - 31.08.2008)


hari ini ariel genap 25 tahun... hmmm udah cukup matang dalam bermusik dan tentunya dalam segala hal.. ariel dikenal kalem... kalo bicara seperlunya... punya kegemaran main video games, koleki buku komik terutama yang dari jepang... dan suka gaya-gaya bermusik japan rock... terutama larc~en~ciel.. bahkan namanya suka ditulis ar~iel... sekali lagi selamat dan semoga tambah suskes bersama nidji...

berikut kutipan biografi yang termuat di majalah hai:
Sebelum ada Nidji, Ariel udah sering nge-band. Terlalu sering malah. Sampe dia akhirnya mengaku sempet bosen. Padahal semasa kecil Ariel mengaku nggak terlalu bersentuhan dengan dunia musik.

Dia berpetualang sejak dari kawasan seputaran rumahnya di kawasan Menteng Dalam, sampe ke kawasan Kuningan, Jakarta. Jaraknya lumayan juga. Dan modalnya cuma sepeda.

Dengan gaya hidup kayak gitu jelas nggak ada waktu buat urusan musik. Padahal pada masa itu nama New Kids on the Block (NKOTB) lagi ngetop banget.

Selain keluyuran, Ariel terhitung game freak. Dulu Spica, Supernintendo, Dreamcast, adalah mainan kegemarannya.

Jarak Ariel dan musik makin ditambah lagi dengan situasi rumahnya. Keluarga Ariel bukan keluarga musisi.

Satu faktor lagi yang membuat dia rada jauh dengan musik adalah, ternyata, oh, ternyata, Ariel termasuk golongan pemalu.

Gitar vs Game
Jarak dengan musik, boleh jadi jauh. Tapi nggak begitu dengan bokapnya. Masuk di usia SMP Ariel sempet dibeliin sebuah gitar oleh sang ayah tercinta. Namun pemberian ayahnya itu nggak digubris sama sekali. Dia lebih memilih maen game ketimbang jenrang-genjreng dengan gitar.

Kesadarannya untuk bermusik baru tumbuh saat duduk di kelas 3 SMP. Saat itu dia punya temen yang bisa main gitar. Melihat temennya bisa main gitar, Ariel mulai tertarik. Dia mulai suka dengerin musik dan ngulik-ngulik lagu sendiri lewat gitarnya.

Gitar pemberian ayahnya mulai dimainkan secara optimal. Meski nggak kenal semua kord dia tetap nekat. Untungnya dia memperoleh “siraman rohani” yang bagus. Ilmu bermain gitarnya ditambahi oleh salah satu pacar kakaknya yang kebetulan jago gitar.

Pelan-pelan waktu yang dihabiskan buat game pun berkurang. Ariel mulai kesetanan pada mainan barunya: gitar. Setelah dirasa modalnya cukup, dia mulai ikut-ikutan nge-band. Lagu yang dibawain nggak jauh-jauh dari band cadas Metallica.

Band pertama Ariel nggak jelas riwayatnya. Setelah itu, saat kelas 2 SMA, Ariel dicabut untuk bergabung dengan salah satu temannya. Sang teman membutuhkan gitaris dan Ariel dirasa bisa cocok. Padahal musik yang dimainkan rada beda genre. Waktu itu aliran biritish mulai kenceng.

Meski nggak ngerti, Ariel coba-coba memainkannya. Ia terpaksa banting stir dari cadas ke lagu-lagu sejenis yang dibawakan The Cure. Pelan tapi pasti, dia mulai menyukai corak musik yang biasa dibawakan Robert Smith cs itu.

Band Dandan
Hasilnya, Ariel ketagihan. Hasil lain, gairah Ariel untuk nge-band kian menggebu. Begitu kencengnya, sampe dia rela datang malem Minggu untuk latihan dan nge-band bareng temen-temen – salah satunya Andro. Padahal malem Minggu adalah waktu untu ngeceng atau bergaul dengan pacar.

Main game ditinggalkan. Hobi menggambar pun tersisihkan. Sejak kelas 2 SMA itu Ariel yang tadinya bercita-cita pengen jadi arsitek itu pun kian serius.

Dari kegiatannya ini – tanpa sadar -- cikal bakal Nidji terbentuk.

Februari 2002 terbentuklah Nidji. Semua itu tidak lepas dari hasil kerja keras dari Ariel dan kawan lamanya Andro. Nama terakhir adalah satu-satunya temen ngeband SMA yang masih nempel terus. Nama Nidji sendiri tercetus dari otaknya.

Begitu seriusnya Ariel, sampai akhirnya di formasi ini dia terbilang sebagai salah satu think tank-nya. Ketika para personil lain lagi mentok ide, Ariel sering mengusulkan sesuatu yang lumayan bernas.

Dengan segala sifatnya, cowok berbintang Virgo itu membentuk Nidji hingga sekarang dikenal di mana-mana. Cowok perfeksionis ini selalu “rewel” apabila ada sesuatu yang tidak sesuai. Apalagi dalam urusan pembuatan lagu. Dia termasuk orang yang sangat rajin dan teliti dalam prosesnya. Baik saat aransemen ataupun mixing.

Begitulah. Nidji kemudian menjelma menjadi band yang membetot perhatian publik musik Tanah Air. Album pertamanya nendang keras, tawaran manggung datang dari mana-mana. Efeknya tentu ke kocek. Makin tebal pastinya.

Tapi uang gede itu menurut Ariel nggak pernah dia hamburkan ke mana-mana. Ia kini bisa membantu ortunya dari segi finansial. Paling nggak dia bisa bantu bayar listrik di samping bayar kuliah sendiri. Keluarga buat Ariel adalah segalanya.

Selain orangtua, Nidji adalah hal terpenting lainnya yang ia syukuri. Ia merasa bersyukur bisa ketemu dengan orang-orang yang bisa cocok dan match dalam bermusik. Menurutnya bertemu dengan anak-anak Nidji, membuat dia semangat untuk nge-band lagi. Dan di Nidji pula dia menemukan perasaan yang selama ini dia cari. Saling mengerti satu sama lain dan saling melengkapi. Not a one man show band!

Psikologi Musik
Yah namanya juga dunia hiburan. Hari ini dipuja, belum tentu besok masih begitu juga keadaannya. At least buat Ariel, dia merasa udah siap.

Yang nggak mungkin hilang mungkin tinggal bermusik. Musik buat Ariel adalah sesuatu yang berharga. Baginya musik adalah psikolog

Dhea Ananda Manfaatkan Ariel

Sejak pacaran dengan Ariel, gitaris band Nidji, Dhea Ananda merasakan perubahan besar dalam karirnya. Dhea sukses memanfaatkan sang kekasih. Untuk apa?

Rupanya kehadiran Ariel memacu bakat Dea dalam membuat lagu. "Aku jadi lebih terpacu aja, banyak lagu yang sudah aku bikin," ucap Dhea yang ditemui bersama Ariel di Zerah Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/08).

Dari lagu-lagu yang sudah dibuatnya itu, Dhea terpikir membuat album baru. Apalagi ada Ariel yang siap membantunya kapan saja.

"Aku berharap dia bisa bantu lagi, bikin lagu, ada untungnya juga sih pacaran sama musisi," aku mantan personel Trio Kwek Kwek itu.

Begitu juga dengan Ariel, kehadiran gadis kelahiran 26 Mei 86 itu sangat berpengaruh positif akan karirnya di musik. "Dia juga bikin semangat untuk aku, dia punya perhatian besar," tuturnya.

Disinggung soal hubungan mereka ke depan. Dhea dan Ariel mengaku serius menjalaninya. Apalagi umur mereka memang sudah pantas untuk berumah tangga. "Sudah nggak saatnya main-main. Harus menuju ke arah sana," ucap Ariel. "Ya doain aja deh," timpal Dhea.

Dhea dan Ariel merasa bersyukur karena sama-sama terjun ke dunia seni sehingga hubungan mereka jadi lebih nyambung. Kendati begitu, mereka mengaku masih mencari kecocokan. "Nemuin ya belum nemuin deh," ucap Ariel yang pertama kali bertemu dengan Dhea saat tampil bareng di atas panggung

source: detikhot

Ayahanda Ariel ‘Nidji’ Meninggal

Kali ini Nidji tampil tanpal Ariel, sang gitaris andalan. Bukan perpecahan dan bukan resign. Ketidak hadiran Ariel dikarenakan musibah yang telah menimpa keluarganya. bapaknya Aril meninggal dunia Minggu (11/5) jam 08.00 WIB, di Rumah Sakit Tebet, Jakarta Selatan.

Ayahanda Ariel meninggal karena terserang stroke yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi, sehingga pada acara yang digelar oleh sebuah produk rokok dan salah satu televisi swasta di JHCC Jakarta, tadi malam, Minggu (11/05) tanpa sang gitaris Ariel. "Bapaknya Aril kembali masuk RS pada hari Sabtu (10/5), Ariel yang bawa bapaknya ke RS" ujar para personil Nidji, teman-temannya Ariel kepada kroscek.

Menurut seluruh personil Nidji Ariel bukan tidak datang sama sekali, tetapi sebelum acara dimulai, pagi-pagi sekali Ariel sudah datang, dan memberitahukan tidak bisa bersama Nidji.
"Sebagai keluaga besar Nidji dan manajemen kami mengucapkan turut berduka cita" ujar Giring yang mewakli teman-temannya. Mereka merasa sedih dan merasakan ada kekuranga n dengan ketidak hadirian Ariel, sepertinya band mereka turut kehilangan nyawa.

source: kroscek

Ariel Nidji Berduka

Berita duka datang dari gitaris Nidji, Ariel. Ayah dari Ariel meninggal dunia pada minggu sore, 11 Mei 2008. Almarhum Andi Ashar menutup usia di umur 65 tahun karena penyakit jantung yang diderita sejak lama. Almarhum dikebumikan pada pukul 13.00 di Tempat Pemakaman Umum Kalisari, Jakarta.

Berita duka itu datang sesaat sebelum Nidji tampil di penutupan Rising Star di Jakarta Hall Convention Center pada hari minggu lalu. Akhirnya Nidji tampil menghibur para penonton Rising Star tanpa Ariel. Walau hanya tampil dengan satu gitaris, Nidji tetap tampil memuaskan. Para penonton Rising Star pun ikut mendoakan arwah almarhum bersama-sama.

source: musica

Berita Duka Dari NIDJI


minggu malam lalu (11.05.2008) bertepatan saat nidji akan tampil di ajang aml rising stars 2008 terakhir di kota jakarta, andi ashar (ayahanda andi ariel harsya - gitaris nidji) meninggal dunia dengan tenang di rs tebet jakarta pada jam 8 malam. berita tersebut mengejutkan seluruh personil & kru nidji yang saat itu sudah mempersiapkan diri untuk tampil total di penghujung acara ini, ariel-pun absen dan menyisakan kelima personil nidji lainnya (adri, andro, rama, rund & giring) untuk tampil menutup aml rising stars di jakarta. satu lagu (jangan lupakan) dipersembahkan buat almarhum di tengah acara disertai backdrop tentang meninggalnya ayahanda ariel.

mewakili nidjizone, nidjiholic.com dan milis nidjiholic turut berduka cita atas meninggalnya ayahanda ariel nidji, semoga amal baik beliau dapat diterima & mendapat tempat yang layak di sisi-Nya dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran & keikhlasan.

_______________tam
tamtomo@nidjiholic.com

Ariel Harsya (31.08.1983 - 31.08.2007)



Tanggal 31 Augustus 2007 ini, Ariel genap beusia 24 tahun dan di salah satu founder NIDJI. Dengan nam alengkap Ariel Harsya yang lahiir tahun 1983 menjadi pemegang gitar utama NIDJI selain Rama. Ariel termasuk cepet akrab dengan NIDJiholic disamping Arielholic-nya.

Selain hobi baca dan mengoleksi komik, Ariel juga menyukai hal-hal yang berbau Jepang, dari japan rock, laruku, japan anime. Jalan-jalan dan main PS2 menjadi salah satu kegemarannya disamping hobi bermusiknya yang mengantarkan kesuksesan NIDJI.

Happy BuzzDay ARIEL....

Ariel ‘Nidji’ dan Komik

Membaca komik, selain memberikan suasana santai bagi pembacanya, rupanya juga memberikan ide-ide brilian untuk penikmatnya. Maka tak heran bila banyak orang yang sangat gemar membaca komik.

Ariel ‘Nidji’ merupakan salah satu orang yang sangat menggemari komik. Tak heran bila gitaris ‘Nidji’ tersebut memiliki ribuan komik, yang telah dikoleksinya sejak ia masih duduk di Sekolah Dasar.

Pertama kali gue beli komik ‘Dragon Ball’. Kalau ada yang gue suka, pasti gue koleksi sampai tamat,” ujar gitaris yang kerap menciptakan lagu hits, untuk bandnya tersebut.

Uniknya, jika sebagian kolektor komik kerap kali melakukan tukar pinjam untuk menambah bacaan untuk komiknya,namun tidak berlaku bagi Ariel.

Kalau minjam gue engga suka, begitu pula kalau ada yang minjam engga bakal gue kasih,” ungkap pria, yang kini telah tergabung dalam komunitas pecinta komik di internet ini.

Diakui pula oleh Ariel memiliki hobi koleksi komik merupakan suatu hobi yang tidak banyak menguras biaya. “Paling mahal, komik harganya sekitar 30-50 ribu,” ujarnya singkat.

Sedangkan mengenai perawatan koleksinya tersebut, ia sama sekali tidak mau direpotkan dengan ribuan komiknya tersebut. Semuanya ia simpan di dalam kamar di rumahnya.
“Perawatannya paling gue simpan dalam lemari khusus,” papar Ariel.Aip/

source: krosceknews